Cari Blog Ini

Minggu, 22 Januari 2023

Landasan Hukum yang Menjadi Rujukan Kota Hijau

Penerapan Prinsip Kota Hijau di Seoul, flickr
Kota yang ramah lingkungan sering kita dengar gaungnya, sebuah kota yang memanfaatkan secara efektif dan efisien semua keperluan energi, air, lahan hingga sampahnya secara bertanggung jawab. Sebagai bagian dari perencanaan perkotaan, kita dituntut untuk memahami latar belakanga kebijakan yang sudah ada demi merumuskan kebijakan baru yang terbaik bagi pembangunan berkelanjutan.

    Kota yang didesain dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan, dihuni oleh orang-orang yang memiliki kesadaran untuk menghemat energi, air dan makanan, serta mengurangi buangan limbah, pencemaran udara dan pencemaran air. Perencanaan kota dengan mengutamakan pemikiran penghematan energi akan dapat mempertahankan keberlanjutannya. Beberapa kota yang sudah menggunakan energi terbaharukan dan penghematan dapat beralih pada energi yang tidak berdampak buruk pada lingkungan. Alternatif penggunaan energi seperti tenaga angin , jika di Indonesia telah ada di kabupaten Pare-Pare, Sulawesi Selatan yang mampu menggantikan penggunaan energi listrik tenaga batu bara.

Rabu, 18 Januari 2023

Klasifikasi Spasial Lahan Tanaman di Nepal dan Kelerengan Lahan

Mengidentifkasi kondisi spasial negara Nepal cukup unik jika kita memperhatikan kondisi geografi yang tidak banyak berubah dari tahun-ketahun. Kondisi geografi ini memunculkan potensi dan tantangan dalam keberlanjutannya bagi lingkungan.
  Nepal terbentang antara 26.22.30.27lintang utara dan 80.88.12 bujur timur, dan dilingkupi oleh Tiongkok hingga utara dan India di timur, barat, dan selatan. Negara  ini membentang sejauh 885 km dari timur ke barat dan 193 km dari utara ke selatan. 
    Negara ini terletak di wilayah iklim muson subtropis; namun, dataran rendahnya mengalami musim panas saat tinggi pegunungan mengalami iklim artik tipe tundra. Karena topografi dan elevasi bervariasi, hutan kayu berdaun lebar untuk jenis vegetasi tundra dapat ditemukan di dalam yang kecil
negara dengan keanekaragaman hayati yang kompleks. 

Selasa, 17 Januari 2023

Mengidentifikasi Kota Pokhara, Nepal Dari Aspek Spatial Perkotaan


Dikutip dari berita Merdeka.com Pada hari Minggu, 15 Januari 2023 Kecelakaan pesawat terjadi di wilayah Kota Pokhara, Negara Nepal. Jumlah korban tewas mencapai 68 jiwa, yang berada dalam pesawat ATR 72 bermesin ganda, yang dioperasikan oleh maskapai Yeti Airlines Nepal. Pesawat ini terbang dari ibu kota, Kathmandu, ke Pokhara. 

    Pokhara merupakan kota terbesar kedua di Nepal dan juga dikenal sebagai "Permata di Himalaya". Kota ini memiliki daya tarik bagi penyuka olahraga ekstrem seperti sepeda gunung, ski hingga paralayang, karena lokasinya di kaki Pegunungan Annapurna dan dikelilingi oleh Danau Phewa dan Danau Begnas. Wisata menggeliat pada periode awal tahun 1970-an di Kota Pokhara demi menikmati pemandangan Gunung Annapurna dan Gunung Machhapuchhre. 

Senin, 16 Januari 2023

Cara Mengatasi Permukiman Kumuh di Perkotaan



Dikutip artikel dari berjudul Slum transformation: a project to put temporary dwellings on the map, Indonesia telah bergulat dengan urbanisasi yang cepat dan menjamurnya daerah kumuh kota selama beberapa dekade. Sejak kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1945, kota-kota di Indonesia berkembang pesat. Populasi mereka saat ini tumbuh rata-rata 4,1% per tahun — tingkat urbanisasi tercepat di Asia. Namun pengeluaran untuk infrastruktur dan layanan dasar tetap tidak memadai. Sementara ekonomi tumbuh 5,8% per tahun pada pertengahan tahun 2000-an, investasi infrastruktur hanya tumbuh sebesar 3% setiap tahun. Pada tahun 2009, 23% penduduk perkotaan Indonesia masih tinggal di permukiman informal .

     Kata “kumuh” sering digunakan untuk menggambarkan permukiman informal di dalam kota yang memiliki perumahan yang tidak memadai dan kondisi kehidupan yang jorok dan menyedihkan. Mereka sering penuh sesak, dengan banyak orang berdesakan dalam ruang hidup yang sangat kecil.

Penyebab Permukiman Kumuh Perkotaan di Indonesia

Kampung-kampung kumuh telah ada sejak masa kolonial pada 1910-an, ini membuktikan bahwa kota di Indonesia memang tumbuh tidak terencana dan terstruktur dengan baik.

    Dikutip dari majalah Historia berjudul  “Dari dalam kampung kumuh ibukota”, program perbaikan kampung telah ada dan dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1984, di sekitaran kota-kota yang didominasi oleh tepian air. Pada tahun 1914, publikasi dari Westerveld mengungkapkan bahwa “di situ gubuk-gubuk sangat tidak layak disebut sebagai tempat tinggal manusia”, tulisan tersebut menyatakan permukiman kumuh di kota-kota Hindia belanda. Pada tahun 1920-an m kota-kota di Pulau Jawa dinilai memerlukan perbaikan, mulai dari segi sanitasi air bersih, penataan daerah padat, saluran pembuangan hingga Kesehatan dan penerangan.

Jumat, 01 Juli 2022

Lima Poin Utama Dalam Laporan IPCC Tentang Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim

Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim

Laporan terbaru dari The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melihat dampak, adaptasi, dan kerentanan yang terkait dengan krisis iklim, dan bagaimana upaya terbaru dalam mengurai kerentanan bencana global.

Kenali siapa IPCC Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang memiliki fokus pada perubahan iklim global. Laporan dokumen IPCC tentang Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim ini melaporkan temuan baru yaitu tentang hasil pemanasan global saat ini sebesar 1,1℃, hal ini memiliki dampak pada sistem alam secara natural dan pada kehidupan manusia. Laporan ini juga memberikan respon terhadap peningkatan pemanasan global yang bisa membantu adaptasi perubahan iklim global

Tentang IPCC Panel Antar Pemerintah Tentang Perubahan Iklim (IPCC)

 
Tentang IPCC Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) adalah badan PBB untuk menilai ilmu yang terkait dengan perubahan iklim dan perubahan iklim global di Dunia.

    Kajian tentang perubahan iklim makin banyak dan bervariasi, banyak ilmuan akademis dan instansi pemerintah sudah memiliki kepedulian tentang kerentanan kawasa, perubahan iklim, erosi pantai dan permasalahan perubahan suhu global. salah satu rujukan data berbasis hasil penelitian ilmiah yang bisa dijadikan rujukan oleh para peneliti di Indonesia adalah IPCC. 
Apa IPCC itu? 
    IPCC adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada tahun 1988. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC). 
    Tugas awalnya, menurut Resolusi Majelis Umum PBB 43/53 tanggal 6 Desember 1988, adalah untuk menyiapkan tinjauan dan rekomendasi yang komprehensif sehubungan dengan status pengetahuan ilmu perubahan iklim; dampak sosial dan ekonomi dari perubahan iklim, serta strategi dan elemen respons potensial untuk dimasukkan dalam kemungkinan konvensi internasional tentang iklim di masa depan.
    Sejak 1988, IPCC telah memiliki lima siklus penilaian dan menyampaikan lima Laporan Penilaian, laporan ilmiah paling komprehensif tentang perubahan iklim yang diproduksi di seluruh dunia. Ini juga telah menghasilkan berbagai Laporan Metodologi, Laporan Khusus dan Makalah Teknis, sebagai tanggapan atas permintaan informasi tentang masalah ilmiah dan teknis tertentu dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), pemerintah dan organisasi internasional.
Tujuan dari IPCC 
    Tujuan dari didirikan IPCC adalah untuk menyediakan data berbasis laporan untuk pemerintah di semua tingkatan dengan dasar informasi ilmiah yang dapat mereka gunakan untuk mengembangkan kebijakan iklim diwilayahnya masing masing. 
    Laporan IPCC juga merupakan masukan penting dalam negosiasi perubahan iklim internasional. IPCC saat ini memiliki 195 anggota dari berbagai negara yang aktif dalam perubahan iklim. Tinjauan terbuka dan transparan oleh para ahli dan pemerintah di seluruh dunia merupakan bagian penting dari proses IPCC, untuk memastikan penilaian yang objektif dan lengkap serta untuk mencerminkan beragam pandangan dan keahlian. 
Laporan hasil IPCC
    Sejak pembentukan IPCC, setiap Laporan Penilaian telah dimasukkan langsung ke dalam pembuatan kebijakan iklim internasional. Laporan Khusus yang pertama, Pemanasan Global 1,5°C (SR15), diminta oleh pemerintah dunia berdasarkan Perjanjian Paris. Pada Mei 2019, IPCC menyelesaikan Penyempurnaan 2.019 – pembaruan pada Pedoman IPCC 2006 tentang Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional. Laporan Khusus tentang Perubahan Iklim dan Tanah (SRCCL) akan diselesaikan pada Agustus 2019 dan Laporan Khusus tentang Lautan dan Kriosfer dalam Iklim yang Berubah(SROCC) akan diselesaikan pada bulan September 2019. Laporan Penilaian Keenam (AR6) diharapkan akan diselesaikan pada tahun 2022 pada waktunya untuk pengambilan stok global pertama pada tahun berikutnya.

    IPCC menjadi rujukan para akademis di Dunia termasuk akademis di Indonesia dalam mengkaji perubahan iklim di Indonesia. Hasil laporan IPCC bisa dijadikan rujukan data basis riset untuk penelitian. Data laporan tentang dampak perkotaan yang mengalami perubahan iklim ditepi air sangat berdampak.
    Gas rumah kaca menjadi beberapa kajian penting yang dimasukkan dalam laporan perubahan iklim milik IPCC, pemanasan global dinilai merupakan periode penting untuk menurunkan temperatur dan mempersiapkan mitigasi bencana di kawasan tepi air.
    Kota pesisir dan pemukiman berada di garis depan perubahan iklim. Mereka adalah garis pertahanan pertama, menghadapi beberapa risiko iklim tertinggi. Tetapi mereka juga di mana pembangunan tahan iklim transformatif dapat terjadi. Di Indonesia perkotaan yang mulai terdampak perubahan iklim adalah Kota Semarang, Surabaya, Kudus dan DKI Jakarta, dimana kota kota ini sudah mengalami penurunan level tanah dan potensi kerentanan bahaya rob atau masuknya air laut kedalam kawasan perkotaan.

Kenaikan permukaan laut sebagai ancaman eksistensial
    Dampak ini akan terasa pada kota-kota pesisir di Indonesia. Kerusakan pada pelabuhan, kawasan industri  dapat membahayakan rantai pasokan global dan perdagangan maritim. Kenaikan permukaan laut merupakan tantangan adaptasi yang sangat kronis. Hal ini membutuhkan penanganan perubahan yang lambat secara paralel dengan meningkatnya frekuensi dan besarnya peristiwa ekstrem yang akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Banjir rob di Kota Semarang baru baru ini adalah salah satu contohnya. Pada skala waktu seratus tahun, proyeksi kenaikan permukaan laut merupakan ancaman eksistensial bagi banyak negara kepulauan, zona pesisir dataran rendah dan komunitasnya, infrastruktur, dan warisan budaya.