Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Seminar Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Internasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2022

Seminar Internasional Pada Isu Perkotaan di Universitas DIponegoro.

 

Kajian perkotaan tidak pernah habis untuk dibahas dan ditelusuri lebih tajam kedalamnya, isu perkotaan cenderung terus menerus muncul dibarengi dengan aktivitas masyarakatnya, populasi, tingkat perekonomian dan isu kebencanaan alam yang terkadang sangat rentan di periode periode musim tertentu.
Pembahasan keberlanjutan masih menemui tanjakan terjal dari semua variabel yang sudah ada pada kawasan perkotaan ditepi air. Kota Semarang adalah salah satunya kota yang memiliki isu kebencanaan abrasi dan naiknya permukaan air laut pada bagian kawasan tepi airnya.
Kawasan tepi air telah dikaji oleh pemerintah daerah dengan rekanan dari berbagai konsultan perencana yang didaulat dan dinilai memiliki kapasitas untuk masalah banjir. Fenomena alam ini juga melanda kawasan pesisir di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan, bahkan hingga Tegal. Permasalahan pesisir ini tidak hanya dialami oleh Kota Semarang saja.
Diskusi pada seminar internasional ini merupakan salah satu wujud pencerahan bagaimana kalangan akademis juga perlu memberikan masukan mengenai isu isu nyata pada permasalahan perkotaan.

Rabu, 29 Agustus 2018

Kuliah Tamu "Smart City" di Kampus Pasca UnHas Makassar


foto bersama kolega

Kali berkesempatan menghadiri acara Kuliah Tamu di Kampus pasca unhas di tamalanrea. Acara yang di adakah oleh departemen PWK sekolah pasca unhas. Menarik topik yang di bahas adalah Smart city, namun seperti judulnya kuliah tamu ini membahas smart city dalam orientasi spesifik tentang Smart Human, atau manusia smart di dalam sistem smart city

Presentasi pertama dari Professor madya Dr. Abd Hair Awang dengan Judul "penggerak Industri & pencetus Inovasi", beliau mempresentasikan makalah tentang Modal Insani, penekanan tentang modal insani atau bahasa asingnya human capital sebagai aspek yang harus diperhatikan terlebih dahulu dari pada membanguna sebuah perkotaan berbasis smart city. 

Jika sebuah kota menyiapkan infrastruktur modern namun masyarakat kota tersebut tidak memiliki pemahaman smart, maka hal buruk akan terjadi. 

Menarik menurut penulis karena prof abd hair, memberikan contoh sebuah kota di malaysia yang nenjadi ibukota administratif negara Malaysia yaitu Putra Jaya sejak 1999. Pembaca jangan pernah menyebut ibukota Malaysia adalah Kuala lumpur lagi yah. Menurut prof abd hair di kota putra jaya terdapat berbagai infrastruktur berbasis smart city, ketika kota itu mengadakan acara acara besar perayaan yang di padati oleh masyarakat, ketika acara selesai sampah berserakan di mana mana, padahal infrastruktur tempat sampah sudah lengkap di kota itu.

prof abd hair juga menyampaikan sebuah pandangan Modal insan ini bisa menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi. Prestasi prestasi masyarakat akan tumbuh jika pemahaman kemahiran pekerja, kemampuan bahasa, kemampuan sifat positif dan penguasaan teknologi, menjadikan ilmu pengetahuan sebagai target pembangunan masyarakat.

Associate Professor Dr. Jalaluddin Abdul malek, memberikan materi presentasi "humanisme Smart City antara Mampan vs mapan" dalam beberapa kali penjabarannya penulis mendapatkan kesimpulan bahwa beliau juga menekankan mengenai sociology dengan presentase lebih besar dari pada infrastruktur ketika membangun sebuah smart cities. 

Berpikir smart akan menciptakan kemajuan kemajuan dalam partisipasi, kreatifitas hingga kesempatan dalam memajukan smart city. Beliau juga memberikan sebuah pengetahuan bahwa di malaysia sudah menerapkan "smart Kampung". Istilah yang akan di temui di kemudian hari, di Indonesia. Beliau menyatakan akan memberikan paparan mengenai smart kampung tersebut di pertemuan berikutnya.

tak sabar untuk mendengarkan paparan beliau, terimakasih untuk sharingnya.