Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Perubahan Iklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perubahan Iklim. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2022

Tentang IPCC Panel Antar Pemerintah Tentang Perubahan Iklim (IPCC)

 
Tentang IPCC Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) adalah badan PBB untuk menilai ilmu yang terkait dengan perubahan iklim dan perubahan iklim global di Dunia.

    Kajian tentang perubahan iklim makin banyak dan bervariasi, banyak ilmuan akademis dan instansi pemerintah sudah memiliki kepedulian tentang kerentanan kawasa, perubahan iklim, erosi pantai dan permasalahan perubahan suhu global. salah satu rujukan data berbasis hasil penelitian ilmiah yang bisa dijadikan rujukan oleh para peneliti di Indonesia adalah IPCC. 
Apa IPCC itu? 
    IPCC adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada tahun 1988. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC). 
    Tugas awalnya, menurut Resolusi Majelis Umum PBB 43/53 tanggal 6 Desember 1988, adalah untuk menyiapkan tinjauan dan rekomendasi yang komprehensif sehubungan dengan status pengetahuan ilmu perubahan iklim; dampak sosial dan ekonomi dari perubahan iklim, serta strategi dan elemen respons potensial untuk dimasukkan dalam kemungkinan konvensi internasional tentang iklim di masa depan.
    Sejak 1988, IPCC telah memiliki lima siklus penilaian dan menyampaikan lima Laporan Penilaian, laporan ilmiah paling komprehensif tentang perubahan iklim yang diproduksi di seluruh dunia. Ini juga telah menghasilkan berbagai Laporan Metodologi, Laporan Khusus dan Makalah Teknis, sebagai tanggapan atas permintaan informasi tentang masalah ilmiah dan teknis tertentu dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), pemerintah dan organisasi internasional.
Tujuan dari IPCC 
    Tujuan dari didirikan IPCC adalah untuk menyediakan data berbasis laporan untuk pemerintah di semua tingkatan dengan dasar informasi ilmiah yang dapat mereka gunakan untuk mengembangkan kebijakan iklim diwilayahnya masing masing. 
    Laporan IPCC juga merupakan masukan penting dalam negosiasi perubahan iklim internasional. IPCC saat ini memiliki 195 anggota dari berbagai negara yang aktif dalam perubahan iklim. Tinjauan terbuka dan transparan oleh para ahli dan pemerintah di seluruh dunia merupakan bagian penting dari proses IPCC, untuk memastikan penilaian yang objektif dan lengkap serta untuk mencerminkan beragam pandangan dan keahlian. 
Laporan hasil IPCC
    Sejak pembentukan IPCC, setiap Laporan Penilaian telah dimasukkan langsung ke dalam pembuatan kebijakan iklim internasional. Laporan Khusus yang pertama, Pemanasan Global 1,5°C (SR15), diminta oleh pemerintah dunia berdasarkan Perjanjian Paris. Pada Mei 2019, IPCC menyelesaikan Penyempurnaan 2.019 – pembaruan pada Pedoman IPCC 2006 tentang Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional. Laporan Khusus tentang Perubahan Iklim dan Tanah (SRCCL) akan diselesaikan pada Agustus 2019 dan Laporan Khusus tentang Lautan dan Kriosfer dalam Iklim yang Berubah(SROCC) akan diselesaikan pada bulan September 2019. Laporan Penilaian Keenam (AR6) diharapkan akan diselesaikan pada tahun 2022 pada waktunya untuk pengambilan stok global pertama pada tahun berikutnya.

    IPCC menjadi rujukan para akademis di Dunia termasuk akademis di Indonesia dalam mengkaji perubahan iklim di Indonesia. Hasil laporan IPCC bisa dijadikan rujukan data basis riset untuk penelitian. Data laporan tentang dampak perkotaan yang mengalami perubahan iklim ditepi air sangat berdampak.
    Gas rumah kaca menjadi beberapa kajian penting yang dimasukkan dalam laporan perubahan iklim milik IPCC, pemanasan global dinilai merupakan periode penting untuk menurunkan temperatur dan mempersiapkan mitigasi bencana di kawasan tepi air.
    Kota pesisir dan pemukiman berada di garis depan perubahan iklim. Mereka adalah garis pertahanan pertama, menghadapi beberapa risiko iklim tertinggi. Tetapi mereka juga di mana pembangunan tahan iklim transformatif dapat terjadi. Di Indonesia perkotaan yang mulai terdampak perubahan iklim adalah Kota Semarang, Surabaya, Kudus dan DKI Jakarta, dimana kota kota ini sudah mengalami penurunan level tanah dan potensi kerentanan bahaya rob atau masuknya air laut kedalam kawasan perkotaan.

Kenaikan permukaan laut sebagai ancaman eksistensial
    Dampak ini akan terasa pada kota-kota pesisir di Indonesia. Kerusakan pada pelabuhan, kawasan industri  dapat membahayakan rantai pasokan global dan perdagangan maritim. Kenaikan permukaan laut merupakan tantangan adaptasi yang sangat kronis. Hal ini membutuhkan penanganan perubahan yang lambat secara paralel dengan meningkatnya frekuensi dan besarnya peristiwa ekstrem yang akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Banjir rob di Kota Semarang baru baru ini adalah salah satu contohnya. Pada skala waktu seratus tahun, proyeksi kenaikan permukaan laut merupakan ancaman eksistensial bagi banyak negara kepulauan, zona pesisir dataran rendah dan komunitasnya, infrastruktur, dan warisan budaya.

Rabu, 29 Juni 2022

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global diIndonesia
Perubahan iklim sudah terjadi sejak periode pra industri dan terus meningkat dari beberapa abad kemudian, tingkat suhu udara dan perubahan iklim berakibat bermacam macam bencana alam yang terus terjadi selama kurun waktu tersebut.
Indonesia merupakan negara yang memiliki perairan yang luas dan bentangan tepi air yang panjang, perubahan iklim tentu saja akan berdampak besar pada perairan perkotaan di Indonesia. Indonesia juga berada di iklim tropis, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa temperatur dan perubahan iklim pasti akan meningkat tinggi.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global adalah naiknya suhu di seluruh bumi. Beberapa contoh pemanasan global antara lain: 
  • Penurunan luas salju dan es.
  • suhu permukaan rata -rata Bumi adalah 1,17 derajat Celcius
  • Pemanasan Bumi terjadi di lintang utara yang tinggi.
  • Cuaca ekstrem , seperti badai yang semakin merusak, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, terkait dengan perubahan iklim. 
  • permukaan laut meningkat di seluruh dunia meningkat
  • Peningkatan suhu tidak seragam
  • Berkurangnya es laut dan mencairnya gletser menyebabkan erosi es yang merusak . 
  • Total curah salju, kedalaman salju, dan jumlah daratan yang tertutup salju setiap tahun juga menurun akibat perubahan iklim.
Ini adalah efek pemanasan global saat ini atau yang diharapkan yang diamati atau diprediksi oleh beberapa ahli dengan kepastian yang masuk akal. 

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global di Masa Depan 
Berdasarkan penilaian dan kajian para ahli berdasarkan aktivitas perubahan iklim yang terjadi saat ini dan masa lalu, maka dampak spesifik dari perubahan iklim bisa diprediksi dimasa depan, jika suhu udara tidak turun. berikut beberapa contoh perubahan iklim dan pemanasan global di masa depan; 
  • Kajian Model perubahan iklim diperkirankan akan mencairkan di Kutub Utara yang hampir selesai pada September 2037. Prediksi lainnya bahwa suhu rata-rata bumi bisa naik sebanyak 4 derajat Celcius selama abad ke-21. 
  • Musim dingin diwilayah yang berada dizona kutub utara dan selatan akan menyerupai musim dingin di iklim cuaca hangat. 
  • Permukaan laut akan naik sehingga akan berdampak pada perkotaan tepi air perkotaan, selain itu abrasi dan beberapa bencana banjir yang akibat rob. Lokasi kota kota Indonesia yang berada di tepi air seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta berpeluang menjadi kota yang paling berdampak parah. 
  • Penurunan produksi pangan secara global, ini dianalisis kurang mampunya menanam makanan pangan dan menghasilkan sesuatu. Hal ini dinilai juga karena faktur randomnya cuaca hujan dan panas yang bakal merusak proses penanaman pangan.
  • Pengurangan tangkapan makanan laut sebanyak 40 persen pada tahun 2050, hal ini dikarenakan para nelayan kesulitan untuk berlayar karena para nelayan tidak mampu lagi memprediksi cuaca dan iklim diperairan.
  • Pengurangan keanekaragaman spesies akan merusak rantai makanan yang ada dan mengakibatkan hilangnya kehidupan tanaman.
  • Polusi udara dan temperatur naik akan menyebabkan kematian yang meluas dimana akan mengakibatkan negara-negara termiskin.
Antisipasi dari prediksi iklim dimasa depan ini agar kita aware dan memiliki perhatian bahwa bumi tempat kita tinggal akan mengalami penurunan kelayakan huninya, sehingga tindakan tindakan yang perlu kita pikirkan dan terapkan adalah untuk membuat penuruan itu melambat.

Daftar Pustaka ;
  1. Ipcc.ch. (2019). Climate change widespread, rapid, and intensifying – IPCC — IPCC. [online] Available at: https://www.ipcc.ch/2021/08/09/ar6-wg1-20210809-pr/ [Accessed 28 Jun. 2022].
  2. World Wildlife Fund. (2022). Effects of Climate Change | Threats | WWF. [online] Available at: https://www.worldwildlife.org/threats/effects-of-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌

Selasa, 28 Juni 2022

5 Penyebab Perubahan Iklim dan Gas Rumah Kaca

Penyebab Perubahan Iklim
Penyebab Perubahan Iklim

Indonesia masih menggunakan pembakaran bahan bakar fosil pada kendaran, kemudian penebangan hutan dan peternakan semakin mempengaruhi iklim dan suhu bumi. Hal ini yang mengakibatkan gas rumah kaca yang dialami di atmosfer dan berakibat penaikan suhu dan perubahan iklim. 
Pemanasan global pada periode 2011-2020 adalah dekade terpanas yang pernah tercatat, kondisi suhu rata-rata global mencapai 1,1°C di atas tingkat pra-industri pada tahun 2019. Hal ini menyebabkan pemanasan global yang disebabkan manusia saat ini meningkat dengan kecepatan 0,2°C per dekade. 

Peningkatan suhu udara menjadi 2°C jika kita dibandingkan terhadap suhu pada periode pra-industri dikaitkan dengan dampak negatif yang serius terhadap lingkungan alam dan kesehatan serta kesejahteraan manusia, terdapatnya risiko yang tinggi terhadap bahaya dan bencana di lingkungan global yang bisa saja terjadi. 

Komunitas internasional berusaha untuk mengurangi dan menjada temperature udara dibawah 2°C dan mengupayakan upaya untuk membatasinya hingga 1,5°C. Indonesia yang belum mengikuti kondisi perubahan iklim ini diharapkan bisa memiliki kesadaran dalam pengambilan keputusan dalam bidang perkotaan dan pertanian.

Gas-gas rumah kaca 
Efek rumah kaca adalah  pengambaran kondisi bumi yang memiliki efek seperti rumah kaca, maksudnya adalah dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi sehingga gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) mampu menahan panas matahari yang mana mengakibatkan panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi

Penggerak utama perubahan iklim adalah efek rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi bertindak seperti kaca di rumah kaca, menjebak panas matahari dan menghentikannya agar tidak bocor kembali ke luar angkasa dan menyebabkan pemanasan global. Teknologi penggunaan kaca yang ramah iklim sudah banyak tersebar di dunia industri namun ini tidak semata mata bisa menurunkan suhu udara karena eksisting bangunan masih menggunakan kaca kaca.

Penyebab alami Perubahan Iklim
Selain faktor akibat aktivitas manusia,  gas rumah kaca juga bisa terjadi secara alami, khususnya: peningkatan karbon dioksida (CO 2 ),dinitrogen oksida, metana, gas berfluorinasi. Aktivitas manusia dinilai menjadi penyumbang terbesar pemanasan global dari tingkat CO2. Pada tahun 2020, konsentrasinya di atmosfer telah meningkat menjadi 48% di atas tingkat pra-industri (sebelum 1750). 

5 Penyebab Perubahan Iklim

Penyebab alami, seperti perubahan radiasi matahari atau aktivitas gunung berapi diperkirakan berkontribusi kurang dari plus atau minus 0,1°C terhadap pemanasan total antara tahun 1890 dan 2010. 

5 Penyebab Perubahan Iklim Akibat aktivitas Manusia;
  1. Aktivitas penggunaan batu bara, minyak dan gas menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida pada bidang industri, transportasi dan lainnya.
  2. Aktivitas penebangan hutan (deforestasi) terus menerus yang mengurangi alam untuk mengatur iklim, hutan dinyatakan mampu menyerap CO2 dari atmosfer. . 
  3. Aktivitas peternakan sapi dan domba teryata dianggap sebagai penyebab perubahan iklim, karena  menghasilkan metana dalam jumlah besar ketika mereka mencerna makanan mereka. 
  4. Aktivitas pengunaan pupuk yang mengandung nitrogen yang mampu menghasilkan emisi oksida nitrat. 
  5. Aktivitas pengunaan Gas fluorinated yang dipancarkan dari peralatan dan produk yang menggunakan gas ini. Emisi tersebut memiliki efek pemanasan yang sangat kuat, hingga 23.000 kali lebih besar dari CO2.
Melawan perubahan iklim Sebagaisetiap ton CO 2 yang dipancarkan berkontribusi terhadap pemanasan global, semua pengurangan emisi berkontribusi memperlambatnya. Untuk menghentikan pemanasan global sepenuhnya, emisi CO 2 harus mencapai nol bersih di seluruh dunia. Selain itu, pengurangan emisi gas rumah kaca lainnya, seperti metana, juga dapat memiliki efek yang kuat dalam memperlambat pemanasan global – terutama dalam jangka pendek.

Daftar Isi;
  • Climate Action. (2020). Causes of climate change. [online] Available at: https://ec.europa.eu/clima/climate-change/causes-climate-change_en [Accessed 28 Jun. 2022].
  • Nations, U. (2020). Causes and Effects of Climate Change | United Nations. [online] United Nations. Available at: https://www.un.org/en/climatechange/science/causes-effects-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].
  • US EPA. (2021). Causes of Climate Change | US EPA. [online] Available at: https://www.epa.gov/climatechange-science/causes-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌

Sabtu, 21 Juli 2018

Perubahan Iklim dan Pembangunan Perkotaan

Perubahan Iklim dan Pembangunan Perkotaan Sebagai salah satu negara tropis dengan kawasan hutan besar, Indonesia diharapkan memainkan peran penting dalam menyerap emisi karbon dioksida yang menyebabkan peningkatan gas rumah kaca di atmosfer. Pemerintah Indonesia menetapkan target untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26 persen pada tahun 2020 melalui banyak cara termasuk perluasan hutan baru sebanyak setengah hektar per tahun, perluasan hutan masyarakat sekitar 4 juta hektar, dan penurunan panas bintik-bintik sekitar 20 persen.(www.bappenas.go.id)

Perubahan iklim adalah iklim  suhu udara dan curah hujan yang mengalami perubahan secara signifikan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer.

Penurunan emisi karbon dioksida untuk mengatasi pemanasan global bukan hanya tanggung jawab mereka yang bekerja di hutan, tetapi juga dari semua warga negara. Penduduk kota juga memainkan peran penting dalam mengurangi emisi karbon dioksida. 

Aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar fosil adalah penyumbang besar dalam pemanasan global. Meningkatkan efisiensi penggunaan listrik seperti penerangan, pendinginan atau penggunaan alat elektronik dan daur ulang adalah beberapa cara yang dapat ditawarkan untuk mengatasi pemanasan global.

Wilayah Hijau
Perkotaan Pembangunan kota dapat juga ditujukan untuk mengatasi pemanasan global. Daerah hijau perkotaan sering dikorbankan dalam pembangunan perkotaan untuk mengikuti pertumbuhan penduduk perkotaan yang cepat. Jakarta, misalnya, pada tahun 1965 memiliki area hijau sebanyak 30% dari total wilayah Jakarta, dan proporsi area hijau telah menurun menjadi 9,3% pada tahun 2009

Penurunan area hijau juga terjadi di sebagian besar kota di Indonesia. Kawasan hijau merupakan komponen penting dari pembangunan perkotaan, tidak hanya untuk menciptakan kota yang lebih indah dan hijau, tetapi juga untuk menyerap karbon dioksida dari aktivitas manusia khususnya transportasi.

Kawasan hijau juga dapat memainkan peran mitigasi dampak perubahan iklim seperti banjir dan kenaikan permukaan laut. Area hijau bisa menjadi daerah tangkapan air untuk mencegah banjir. Di daerah metropolitan, seperti kota Makassar, kerentanan wilayah terhadap pemanasan global akan lebih tinggi karena penurunan tanah yang disebabkan oleh eksploitasi air bawah tanah yang luas.

Perluasan area hijau harus menjadi salah satu prioritas Perubahan Iklim dan Pembangunan Perkotaan di Indonesia. 
Cita-cita kawasan hijau di daerah perkotaan adalah 30% dari total wilayah perkotaan sebagaimana diatur dalam UU Penataan Ruang 26/2007. 
Angka ini tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin untuk mencapai keduanya. Akhir-akhir ini, pemerintah Jakarta menutup 27 SPBU yang terletak di area hijau dan mengubahnya menjadi area hijau. Keputusan seperti itu menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah Jakarta untuk memperluas area hijau dan dapat diikuti oleh kota Makassar dan kota lain di Indonesia atau bahkan di dunia.

Mass Transit dan Urban Sprawl
Pembangunan perkotaan di daerah metropolitan seperti Makassar perlu mengembangkan transportasi massal seperti kereta bawah tanah dan monorail. Transportasi publik saat ini seperti busway dan transportasi umum lainnya perlu memperluas layanan dan berintegrasi dengan kebutuhan dan keterjangkauan penduduk. 

Mengubah kendaraan pribadi menjadi transit massal atau transportasi umum lainnya akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Penurunan penggunaan bahan bakar per kapita dalam transportasi akan secara signifikan mengurangi emisi karbon.

Perencana kota perlu menghindari urban sprawl. Pemekaran perkotaan tidak efisien, tidak hanya dalam penyediaan infrastruktur tetapi juga dalam konsumsi bahan bakar. Penyebaran urban akan menghasilkan jarak perjalanan yang lebih lama bagi penduduk dan mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar. Daerah perkotaan harus direncanakan sebagai kota yang padat. 

Daerah pinggiran kota harus diarahkan sebagai daerah mandiri dan itu akan mengurangi perjalanan penduduk pinggiran kota ke daerah dalam kota.

berikut adalah artikel berjudul Perubahan Iklim dan Pembangunan Perkotaan.