Indeks kenyamanan hidup tahun 2017 yang diterbitkan oleh MLCI, kota Balikpapan
sangatlah tinggi, indeks tersebut menjelaskan bahwa kota Balikpapan layak untuk
dihuni, nilai-nilai layak huni yang menjadi indikatornya seperti ketersediaan
kebutuhan dasar (perumahan yang layak, air bersih jaringan listrik), kemudian
ketersediaan fasilitas umum, taman dan kesehatan, ketersediaan ruang publik,
keselamatan dan keamanan, hingga partisipasi masyarakat.
Apakah
benar kota Balikpapan layak huni? Bagaimana ruang publiknya?
Teori ruang terbuka
publik
Menurut
(Nazarudin, 1994) Ruang terbuka publik mampu memberikan pelayanan kebutuhan
sosial masyarakat baik di pedesaan dan perkotaan, selain itu ruang terbuka
publik mampu memberikan pengetahuan kepada pengunjungnya. Pengetahuan yang
dimaksud adalah interaksi dari pengguna ruang terbuka publik akan memberikan efek
domino pada perkembangan pengetahuan antar pengguna.
Pemanfaatan
ruang terbuka publik sepenuhnya oleh masyarakat bisa menjadi media tempat
berinteraksi, berdiskusi, berolahraga hingga menjadi salah satu tempat
berkumpul yang bisa digunakan sebagai tempat kenduri, selamatan hingga sunatan
masyarakat sekitar.
Carr
(1992) memberikan pengertian tentang ruang publik, yang maksudnya bahwa ruang
publik didefinisikan sebagai area, ruang, kawasan area umum dimana orang-orang bisa melakukan
aktivitas ritual dan fungsional.
Maksud
dari Carr, ruang publik bisa dimanfaatkan sebagai tempat yang dimanfaatkan
sesuai fungsinya.
Jika kita
mengunjungi pedesaan, kita akan sangat mudah menemukan ruang pertemuan, balai
pertemuan hingga tempat pengungsian banjir bandang yang salah satunya berada di
desa ambal. Pemerintah desa membangun sebuah rumah panggung permanen untuk
digunakan sebagai tempat pengungsian jika banjir datang yang rutin tiap
tahunnya.
Dari segi kepemilikan Ruang terbuka publik menurut Carr (1992) adalah milik
bersama, tempat masyarakat melakukan aktivitas fungsional dan ritualnya dalam
suatu ikatan komunitas, baik kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan
berkala yang telah ditetapkan sebagai sesuatu yang terbuka, tempat masyarakat
melakukan aktivitas pribadi dan kelompok.
Faktor-faktor penunjang aktivitas ruang terbuka publik
Menurut
Carmona (2003) disampaikan bahwa terdapat faktor- faktor yang menjadi sebuah
ruang publik tersebut layak huni.
Pertama
adalah faktor Kenyamanan, faktor ini mempengaruhi durasi waktu yang dihabiskan
oleh pengunjung, cara menguji faktor kenyamanan berdasarkan faktor lingkungan
(terhindar dari matahari, angin, dan lain-lain), kenyamanan fisik (tempat duduk
yang nyaman, dan lain-lain), dan kenyamanan sosial dan psikologis.
faktor
kedua adalah relaksasi, bagaimana masyarakat yang menggunakan fasilitas ruang publik
mengarah tenangnya badan serta pikiran.
Pada
ruang publik, natural elemen seperti pohon, rumput, elemen air dan pembatas
jalan yang membatasi bagian dalam ruang publik membuat pengunjung lebih mudah
untuk relaxed. Elemen-elemen estetika yang juga dapat menutup akses
secara visual, memberikan masalah keamanan, dan membuat pengunjung tidak ingin
memanfaatkan ruang tersebut. Dari semua aspek desain, sangat penting untuk
menyeimbangkan semuanya.
ketiga Penggunaan pasif yang dilakukan oleh pengguna ruang publik adalah
mengamati lingkungan. Setting spasial ruang publik harus memungkinkan
pengguna untuk berhenti bergerak dan menikmati suasana yang didukung oleh
perabot lanskap yang memadai.
keempat pengguna aktif dalam bentuk aktivitas yang secara langsung melibatkan
pengguna. Interaksi yang terjadi dalam bentuk komunikasi antar pengguna ini
dapat terjadi secara spontan dikarenakan adanya sesuatu yang menarik .
yang terakhir Penjelasan Pengalaman ruang yang beragam akan meningkatkan
ketertarikan orang untuk terlibat di suatu ruang publik. Pengalaman ruang ini
akan terwujud berupa desain lanskap yang unik, penampilan panorama
alami yang menarik, pertunjukan kesenian, kios dan lain-lain.
parameter untuk menentukan kenyamanan yang membuat para pengguna fasilitas tenis stadium menjadi lebih relaksasi, walaupun pengguna pasif
seperti penjual makanan dan penjual minuman tersedia untuk para pengguna aktif
seperti orang -orang yang sedang berolahraga
di fasilitas ini. penjelajahan pengalaman ruang bisa di akomodir di lapangan tenis stadium karena letaknya berada di tepi danau buatan sebagai
penampungan bendali air hujan di kota.
Bagaimana
menilai ruang publik kota Balikpapan apalah sudah sesuai dengan 5 parameter ini
dan benar-benar menjadi kota layak huni. Semakin banyak ruang publik yang tersedia,
akan membuat masyarakat menjadi lebih senang, sehat dan mudah berinteraksi
antar warga, membuat kota kita menjadi lebih hidup.
Referensi :
Barker,
R. G. 1968. Ecological Psychology: Concepts and Methods for Studying the
Environment of Human Behavior. Stanford, California: Stanford University Press.
Carmona
et all. 2010. Public Space – Urban Space, The Dimension of Urban Design,
Oxford: Elsevier.
Carr,
Stephen, et all. 1992. Public Space. USA: Cambridge University Press.
Nazaruddin.
1994. Penghijauan Kota. Jakarta: Penebar Swadaya.