Cari Blog Ini

Jumat, 01 Juli 2022

Lima Poin Utama Dalam Laporan IPCC Tentang Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim

Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim

Laporan terbaru dari The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melihat dampak, adaptasi, dan kerentanan yang terkait dengan krisis iklim, dan bagaimana upaya terbaru dalam mengurai kerentanan bencana global.

Kenali siapa IPCC Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang memiliki fokus pada perubahan iklim global. Laporan dokumen IPCC tentang Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim ini melaporkan temuan baru yaitu tentang hasil pemanasan global saat ini sebesar 1,1℃, hal ini memiliki dampak pada sistem alam secara natural dan pada kehidupan manusia. Laporan ini juga memberikan respon terhadap peningkatan pemanasan global yang bisa membantu adaptasi perubahan iklim global

Tentang IPCC Panel Antar Pemerintah Tentang Perubahan Iklim (IPCC)

 
Tentang IPCC Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) adalah badan PBB untuk menilai ilmu yang terkait dengan perubahan iklim dan perubahan iklim global di Dunia.

    Kajian tentang perubahan iklim makin banyak dan bervariasi, banyak ilmuan akademis dan instansi pemerintah sudah memiliki kepedulian tentang kerentanan kawasa, perubahan iklim, erosi pantai dan permasalahan perubahan suhu global. salah satu rujukan data berbasis hasil penelitian ilmiah yang bisa dijadikan rujukan oleh para peneliti di Indonesia adalah IPCC. 
Apa IPCC itu? 
    IPCC adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada tahun 1988. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC). 
    Tugas awalnya, menurut Resolusi Majelis Umum PBB 43/53 tanggal 6 Desember 1988, adalah untuk menyiapkan tinjauan dan rekomendasi yang komprehensif sehubungan dengan status pengetahuan ilmu perubahan iklim; dampak sosial dan ekonomi dari perubahan iklim, serta strategi dan elemen respons potensial untuk dimasukkan dalam kemungkinan konvensi internasional tentang iklim di masa depan.
    Sejak 1988, IPCC telah memiliki lima siklus penilaian dan menyampaikan lima Laporan Penilaian, laporan ilmiah paling komprehensif tentang perubahan iklim yang diproduksi di seluruh dunia. Ini juga telah menghasilkan berbagai Laporan Metodologi, Laporan Khusus dan Makalah Teknis, sebagai tanggapan atas permintaan informasi tentang masalah ilmiah dan teknis tertentu dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), pemerintah dan organisasi internasional.
Tujuan dari IPCC 
    Tujuan dari didirikan IPCC adalah untuk menyediakan data berbasis laporan untuk pemerintah di semua tingkatan dengan dasar informasi ilmiah yang dapat mereka gunakan untuk mengembangkan kebijakan iklim diwilayahnya masing masing. 
    Laporan IPCC juga merupakan masukan penting dalam negosiasi perubahan iklim internasional. IPCC saat ini memiliki 195 anggota dari berbagai negara yang aktif dalam perubahan iklim. Tinjauan terbuka dan transparan oleh para ahli dan pemerintah di seluruh dunia merupakan bagian penting dari proses IPCC, untuk memastikan penilaian yang objektif dan lengkap serta untuk mencerminkan beragam pandangan dan keahlian. 
Laporan hasil IPCC
    Sejak pembentukan IPCC, setiap Laporan Penilaian telah dimasukkan langsung ke dalam pembuatan kebijakan iklim internasional. Laporan Khusus yang pertama, Pemanasan Global 1,5°C (SR15), diminta oleh pemerintah dunia berdasarkan Perjanjian Paris. Pada Mei 2019, IPCC menyelesaikan Penyempurnaan 2.019 – pembaruan pada Pedoman IPCC 2006 tentang Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional. Laporan Khusus tentang Perubahan Iklim dan Tanah (SRCCL) akan diselesaikan pada Agustus 2019 dan Laporan Khusus tentang Lautan dan Kriosfer dalam Iklim yang Berubah(SROCC) akan diselesaikan pada bulan September 2019. Laporan Penilaian Keenam (AR6) diharapkan akan diselesaikan pada tahun 2022 pada waktunya untuk pengambilan stok global pertama pada tahun berikutnya.

    IPCC menjadi rujukan para akademis di Dunia termasuk akademis di Indonesia dalam mengkaji perubahan iklim di Indonesia. Hasil laporan IPCC bisa dijadikan rujukan data basis riset untuk penelitian. Data laporan tentang dampak perkotaan yang mengalami perubahan iklim ditepi air sangat berdampak.
    Gas rumah kaca menjadi beberapa kajian penting yang dimasukkan dalam laporan perubahan iklim milik IPCC, pemanasan global dinilai merupakan periode penting untuk menurunkan temperatur dan mempersiapkan mitigasi bencana di kawasan tepi air.
    Kota pesisir dan pemukiman berada di garis depan perubahan iklim. Mereka adalah garis pertahanan pertama, menghadapi beberapa risiko iklim tertinggi. Tetapi mereka juga di mana pembangunan tahan iklim transformatif dapat terjadi. Di Indonesia perkotaan yang mulai terdampak perubahan iklim adalah Kota Semarang, Surabaya, Kudus dan DKI Jakarta, dimana kota kota ini sudah mengalami penurunan level tanah dan potensi kerentanan bahaya rob atau masuknya air laut kedalam kawasan perkotaan.

Kenaikan permukaan laut sebagai ancaman eksistensial
    Dampak ini akan terasa pada kota-kota pesisir di Indonesia. Kerusakan pada pelabuhan, kawasan industri  dapat membahayakan rantai pasokan global dan perdagangan maritim. Kenaikan permukaan laut merupakan tantangan adaptasi yang sangat kronis. Hal ini membutuhkan penanganan perubahan yang lambat secara paralel dengan meningkatnya frekuensi dan besarnya peristiwa ekstrem yang akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Banjir rob di Kota Semarang baru baru ini adalah salah satu contohnya. Pada skala waktu seratus tahun, proyeksi kenaikan permukaan laut merupakan ancaman eksistensial bagi banyak negara kepulauan, zona pesisir dataran rendah dan komunitasnya, infrastruktur, dan warisan budaya.

Kamis, 30 Juni 2022

Perbedaan Antara Permukiman Kumuh dan Permukiman Liar

bentuk permukiman liar di Indonesia
Salah satu bentuk permukiman liar di Indonesia

Permukiman liar dan kumuh telah terbentuk terutama karena ketidakmampuan pemerintah kota untuk merencanakan dan menyediakan perumahan yang terjangkau bagi segmen masyarakat perkotaan yang berpenghasilan rendah

Mengapa permukiman kumuh dan liar berkembang seiring dengan urbanisasi?

    Permukiman liar dan kumuh telah terbentuk terutama karena ketidakmampuan pemerintah kota untuk merencanakan dan menyediakan perumahan yang terjangkau bagi segmen masyarakat perkotaan yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, hunian liar dan kumuh menjadi solusi perumahan bagi masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah ini.

    Perbedaan Antara Permukiman Kumuh dan Permukiman Liar jika dikaji lebih mendalam mengenai aspek prilaku sosial dan ketersediaan infrastrukur dari aspek stakeholder perkotaan. Banyak isu isu perkotaan yang relevan dan identik antara permukiman kumuh dan permukiman liar, namun parameter yang digunakan untuk mengidentifikasi permukiman liar dan permukiman kumuh cenderung berbeda.

berikut adalah artikel yang mengkaji Perbedaan Antara Permukiman Kumuh dan Permukiman Liar.

Permukiman Liar.

    Pengertian Permukiman liar adalah kawasan pemukiman di wilayah perkotaan yang dihuni oleh masyarakat sangat miskin. Orang-orang tersebut tidak memiliki akses ke tanah pribadi mereka sendiri oleh karena itu mereka berdiri tanah kosong dan melakukan klaim atas kepemilikan pribadi.

Menurut  (UN-Habitat 2003 ) permukiman liar adalah pemukiman rendah, yang telah berkembang tanpa hak legal atas tanah atau izin dari otoritas terkait untuk membangun, dan akibatnya, status ilegal mereka, infrastruktur dan layanan biasanya tidak memadai.

    (Bps.go.id, 2017) menjabarkan pengertian pemukiman liar adalah pemukiman yang dibangun secara tidak resmi (liar) pada lahan kosong di kota yang merupakan milik pemerintah maupun swasta, yang didiami oleh orang yang miskin karena tidak mempunyai akses terhadap pemilikan lahan tetap.

    Permukiman liar, secara umum didefinisikan sebagai suatu kawasan permukiman yang terbangun pada lahan kosong “liar” di kota baik milik swasta maupun pemerintah, tanpa hak yang legal terhadap lahan dan/atau izin dari penguasa yang membangun, didiami oleh orang sangat miskin yang tidak mempunyai akses terhadap pemilikan lahan tetap.(Kotaku, 2022)

Sifat pemukiman liar 

    Permukiman liar memiliki persepsi berbeda-beda ditiap tiap negara, pola kultur sosial dari tiap negera ini  yang membuat permukiman liar dikenal berbeda-beda. Mereka dikenal dengan nama lokal yang berbeda seperti Ranchos di Venezuela, Favelas di Brazil dan Bustee atau Jhuggi dan Jhopri di India, jembel/gembel di Indonesia.

Sifat Permukiman liar dijabarkan berikut ini:

  1. Sarana dan Prasarana Permukiman Liar. Jika melihat Permukiman liar di Indonesia, permasalahan prasarana dan sarana permukiman tidak menjadi permasalahan karena lokasi lokasi permukiman liar cenderung berada dekat dengan infrastruktur kota, dan hebatnya semua infrastruktur ini memberikan nilai nilai pada kawasan.
  2. Infrastruktur Permukiman Liar karena statusnya yang tidak legal memiliki pelayanan dan infrastruktur di bawah standar minimum. 
  3. Kultur sosial Permukiman Liar Sebagian besar rumah tangga perambah terbelakang secara sosial dan termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah.
  4. Status Legalitas Permukiman Liar Sebagian besar pemukiman liar migran tidak memiliki kepemilikan tanah.

bentuk permukiman kumuh di Indonesia
Salah satu bentuk permukiman kumuh di Indonesia

Pengertian Permukiman Kumuh

    Saat ini, istilah umum “kumuh” tidak berlaku lagi,  ini dikarenakan memiliki banyak konotasi dan makna dan jarang digunakan oleh orang yang lebih sensitif, benar secara politis, dan secara akademis. Istilah “perkampungan kumuh” digunakan dalam Laporan untuk menggambarkan berbagai pemukiman berpenghasilan rendah dan kondisi kehidupan manusia yang buruk. Permukiman kumuh adalah kawasan pemukiman yang secara sosial maupun fisik mengalami penurunan.

    permukiman kumuh adalah permukiman yang berdekatan di mana penghuninya dicirikan oleh status tempat tinggal yang tidak aman, akses yang tidak memadai ke air bersih, akses yang tidak memadai ke sanitasi dan infrastruktur dan layanan dasar lainnya, kualitas perumahan yang buruk, dan kepadatan penduduk (UN-Habitat 2003)

Sifat Permukiman Kumuh

    Di daerah-daerah dengan status permukiman kumuh, taraf kehidupan terkadang tidak terlalu buruk dari permukiman liar. Berikut sifat-sifat permukiman kumuh di Indonesia ;.

  1. Kondisi hunian kawasan kumuh memiliki kerentanan akan kesehatan dan kepadatan penghuninya.
  2. Infrastruktur permukiman kumuh terdapat fasilitas air dan listrik untuk digunakan sehari hari.
  3. Tempat tinggal di daerah kumuh memiliki fasilitas kamar, ruang, toilet dan kamar mandi yang kecil sehingga ruang berkumpulnya adalah teras atau gang.
  4. Tidak adanya privasi untuk setiap hunian masyarakatnya karena tingkat kepadatan yang tinggi.
  5. Permukiman kumuh sering menjadi sasaran bahaya kebakaran dan kerentanan kawasan lainnya. 
  6. Jumlah populasi yang pada penuh sesak sehingga tidak ada ruang untuk rekreasi.

    Keduanya perbedaan antara permukiman kumuh dan permukiman liar ini merupakan bentuk permukiman informal yang tidak direncanakan secara formal. Permukiman ini tumbuh secara liar dan tidak terkontrol diperkotaan. Pemerintah yang memiliki akses dan relokasi kawasan dinilai menjadi hal yang paling mudah dan realistis untuk dilaksanakan dengan waktu singkat.

Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya

 

Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya
Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya

Kebutuhan akan rumah tinggal pada daerah perkotaan urban dan sub urban di Pulau Jawa sangatlah tinggi, hal ini menarik minat investor lokal dan investor asing untuk terjun kedalam sekota Properti berbentuk perumahan cluster. Sebenarnya apa sih perumhan cluster dan manfaatnya?

Pengertian Rumah cluster

    Secara teori Rumah cluster adalah jenis properti pribadi unik yang terstruktur dalam kelompok yang relatif dekat satu sama lain, sering kali berbentuk rumah bertingkat, rumah semi-terpisah atau kadang-kadang bungalow. Keuntungan utama dari jenis properti tapak ini adalah Anda dapat memanfaatkan fasilitas gaya hidup yang biasanya Anda temukan di kondominium. Jika Anda ingin membeli rumah cluster tetapi Anda masih ragu apakah itu cocok, mari kita telusuri apa artinya tinggal di rumah cluster dan manfaatnya. 

Pengertian Perumahan Cluster

    Perumahan cluster adalah pengembangan di mana rumah-rumah dibangun berdekatan dalam komunitas atau komplek yang terjaga keamanan dan keberlanjutannya. Sisa lahan terbuka menjadi lahan bersama dalam pengembangan perumahan, memungkinkan ruang untuk fasilitas seperti gimnasium atau kolam renang. Karena rumah-rumah dikelompokkan secara dekat, biaya investasi untuk jalan, jalur utilitas dan pemeliharaan sektor publik dapat dikurangi. 

Manfaat Tinggal di Rumah Cluster

    Manfaat tinggal di rumah cluster sangatlah banyak, beberapa di antaranya termasuk eksklusivitas dan akses ke fasilitas bersama, keamanan, keramahan keluarga, keterjangkauan, dan potensi pengembalian investasi. Berikut ini 5 Manfaat tinggal diperumahan cluster dan penjelasannya;

1. Eksklusivitas & akses ke fasilitas bersama 

    Mendirikan residensi dalam pengembangan perumahan cluster seperti tinggal di desa mini karena komunitasnya yang terjaga keamanannya. Ini memancarkan rasa eksklusivitas dan pada gilirannya, menghadirkan ketenangan hidup. Karena rumah berada dalam jarak yang begitu dekat, Anda dapat membentuk hubungan yang substansial dengan tetangga Anda dan membangun semacam kepercayaan. 

    Perumahan cluster memiliki keistimewaan berbagi fasilitas gaya hidup dengan penghuni lain, seperti gym dan kolam renang. Namun, jenis kehidupan dengan kepadatan rendah ini berarti bahwa fasilitas ini dibagi di antara lebih sedikit orang dibandingkan dengan kondominium. Anda tidak perlu terlibat dalam perebutan ruang atau tempat parkir karena tersedia ditiap tiap hunian. 

2. Keamanan 24/7

    Manfaat ini tidak perlu diragukan lagi. Dengan menjadi bagian dari komunitas hidup yang dijaga, rumah cluster dilengkapi dengan keamanan 24/7. Sistem keamanan diterapkan secara tegas untuk membatasi akses dari publik, memberikan ketenangan pikiran bahwa properti dan keluarga Anda selalu aman. 

Anda Tidak perlu lagi khawatir tentang pencuri dan pembobolan rumah!

3. Cocok untuk keluarga dengan si kecil

    Perumahan cluster dilengkapi dengan taman bermain, ruang terbuka dan berbagai fasilitas ramah anak yang menggoda, memberikan anak-anak kebebasan untuk berlarian. Selain itu, rumah cluster biasanya merupakan bagian dari kotapraja yang menghadirkan fasilitas seperti sekolah dan taman terdekat, menjadikannya lebih ideal untuk keluarga yang membesarkan anak kecil. 

4. Lebih terjangkau

    Sebagian besar pemilik rumah membeli dengan mendapatkan harga relatif berbeda beda tergantung fasilitas yang ditawarkan dan lokasi perumahan cluster dari pusat kota. Perumahan cluster memiliki pangsa pasar berbeda beda ditiap tiap segmen pasarnya yang sangat luas.Jadi jika Anda ingin meningkatkan ke kehidupan yang lebih mewah di Indonesia, perumahan cluster adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan secara serius. 

5. Potensi pengembalian investasi

    Jika Anda ingin menjual rumah cluster Anda beberapa tahun ke depan, kami punya kabar baik untuk Anda!  Studi real estat telah menunjukkan bahwa perumahan strata-land cenderung memiliki harga lebih cepat dari waktu ke waktu dibandingkan dengan properti pribadi tradisional. 

Manfaat tinggal diperumahan cluster
Manfaat tinggal diperumahan cluster

        Sekarang setelah kita mengetahui berbagai manfaat tinggal di rumah cluster, jelas mengapa jenis properti tapak ini populer di kalangan pemilik rumah baru. Jadi, jika Anda menikmati clubhouse pribadi, area barbekyu, gym, dan banyak lagi, rumah cluster mungkin cocok untuk Anda! 

Berikut diatas adalah artikel berjudul Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya.

Rabu, 29 Juni 2022

Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut Terhadap Perkotaan


Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut
Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut

Sebuah studi baru the Ocean and Cryosphere in a Changing Climate, yang diterbitkan di Nature Climate Change, telah melaporkan bahwa dunia akan kehilangan hampir setengah dari pantai berpasirnya yang berharga pada tahun 2100 saat laut bergerak ke darat dengan naiknya permukaan laut, apakah kehilangan ini akan melibatkan wilayah di Indoensia?.

    Bagi Perkotaan di wilayah pesisir, kenaikan permukaan laut merupakan krisis yang mengancam masyarakat pesisir karena tempat mereka berdomisili atau tinggalnya, mata pencaharian sebagai nelayan, dan ekosistem pesisir kita seperti habitat alami. Pantai berpasir terdiri sekitar sepertiga dari garis pantai dunia. Indonesia memiliki total garis pantai sepanjang 99.083 kilometer diprediksi akan mendapatkan pukuran keras seperti wilayah pesisir di Negara Australia, dengan panjang pantai 12.000 kilometer.

    Studi global  The world may lose half its sandy beaches by 2100. It’s not too late to save most of them. yang mencoba mengukur erosi pantai mendapatkan hasil bahwa emisi gas rumah kaca memberikan kekhawatiran, harapan terbaik untuk mempertahankan masa depan garis pantai dunia  adalah menjaga pemanasan global serendah mungkin dengan segera mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut Terhadap Perkotaan

Kehilangan pasir dalam erosi pantai

    Dua masalah terbesar akibat naiknya permukaan laut adalah erosi pantai dan peningkatan frekuensi kejadian banjir pantai yang sudah sering terjadi dibeberapa perkotaan tepi pantai. Erosi selama badai dapat memiliki konsekuensi yang dramatis, terutama untuk infrastruktur pesisir. Kerusakan infrastruktur jebolnya ROB di Kota Semarang dan naiknya level permukaan tepi air diwilayah Kota Kudus adalah salah satu contohnya.

    Setelah badai seperti ini, pantai sering kali pulih secara bertahap, karena pasir dari perairan yang lebih dalam tersapu kembali ke pantai selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, dan dalam beberapa kasus, beberapa dekade. Badai dramatis dan pasokan pasir jangka panjang membuat sulit untuk mengidentifikasi pergerakan pantai di masa lalu dari kenaikan permukaan laut.

    Jika kita terus mengeluarkan gas rumah kaca tingkat tinggi, percepatan ini akan berlanjut hingga abad ke-21 dan seterusnya . Akibatnya, pasokan pasir mungkin tidak mengikuti naiknya permukaan laut dengan cepat.

Proyeksi untuk skenario terburuk

    Laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) , yang dirilis tahun 2021, skenario tentang emisi gas rumah kaca tertinggi telah mengakibatkan pemanasan global lebih dari 4°C  dan memiliki kemungkinan menaikkan permukaan laut antara 0,6 dan 1,1 meter pada tahun 2100.

    Prediksi dari hasil penelitian ini akan memproyeksikan pergerakan garis pantai rata-rata seluruh dunia atau global akan ada perubahan garis tepi pantai berkisaran 40 hingga 250 meter yang mampu menghilangkan tepi pantai berpasir. Kenaikan permukaan laut ini dinilai bertanggung jawab atas sebagian besar hilangnya pantai dibeberapa kepulauan Karibia menjadi lebih cepat selama dekade terakhir abad ke-21. 

    Bagaimana dengan Indonesia? jika menelisik kondisi pergeran tepi pantai di Australia selatan, maka pergerakan garis pantai ke darat diproyeksikan lebih dari 100 meter. Ini akan merusak banyak pantai wisata ikonik Australia seperti Bondi, Manly, dan Gold Coast. Kemudian adanya pergerakan di Australia utara diproyeksikan menjadi lebih besar, tetapi lebih tidak pasti karena tren garis pantai historis yang sedang berlangsung. Indonesia perlu menerbitkan prediksi yang sama tentang hal ini, karena pantai pantai kita diSelatan akan mengalami hal yang sama.


Erosi pantai akan sulit diprediksi

    Memproyeksikan kenaikan permukaan laut dan erosi pantai adalah hal sulit untuk dilakukan karena banyaknya faktor yang tidak bisa diukur secara presisi. Variabel untuk erosi pantai terlalu banyak dan luas, wilayah yang perlu diteliti tentu juga tidak ada batasnya. Contoh faktor aktivitas manusia, faktor temperatur udara, faktor konsumsi gas gas dan lainnya. 

    Untuk permukaan laut, masalah utama adalah memperkirakan kontribusi pencairan es Antartika atau pencairan es pada kutub selatan dan kutub utara yang meleleh dan mengalir ke laut, tentu saja permukaan laut akan berubah dalam skala regional karenanya dan mengakibatkan peningkatan jumlah pemanasan global.

    Erosi pantai yang dihitung dalam pergerakan garis pantai baru-baru ini yang digunakan untuk memproyeksikan faktor-faktor alam yang sedang berlangsung mungkin sudah dipengaruhi oleh naiknya permukaan laut, yang mungkin mengarah pada perkiraan permukaan laut tertinggi yang bisa diprediksi.

Implikasinya

    Terlepas dari prediksi dampak ketinggian dari permukaan laut ini, yang bisa kita lakukan adalah persiapan adaptasi dengan erosi pantai, mitigasi mitigasi tepi air, mobilisasi penduduk dari tepi air dan mengembalikan kondisi tepi air ke arah konservasi alaminya.

    Kita membutuhkan perencanaan yang tepat, jika masih ingin menikmati pantai dengan pasirnya. Ketidak pedulian kita terhadap erosi tepi pantai dan dampak aktivitas manusia pada tepi air juga bisa mengakibatkan bencana yang sudah kita alami di Indonesia seperti bencana ROB, Abrasi dan lainnya.

Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut

Ketinggian Dari Permukaan Laut
Ketinggian Dari Permukaan Laut Pada Statisun Kereta Api Malang

Ketinggian Dari Permukaan Laut biasanya dijadikan patokan untuk mengetahui elevasi sebuah perkotaan, dimana tinggi permukaan laut bisa menjadi rujukan bagi suatu pengembangan daerah untuk menghindari banjir, air rob dan perubahan iklim.

    Ketinggian di atas permukaan laut rata-rata (AMSL) adalah elevasi (di darat) atau ketinggian (di udara) suatu objek, relatif terhadap datum permukaan laut rata-rata. Permukaan bumi biasanya menggunakan level ketinggian permukaan laut untuk mengetahui kondisi elevasinya. Kita sering melihat ketinggian permukaan laut pada stasiun stasiun di Indonesia.
    Altimeter adalah alat yang mengukur ketinggian, jarak suatu titik di atas permukaan laut . Altimeter berupa instrumen navigasi penting untuk pilot pesawat dan pesawat ruang angkasa yang memantau ketinggian mereka di atas permukaan bumi. Elevasi adalah ketinggian suatu titik di atas (atau di bawah) permukaan laut.

Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut

    Sea Level atau lebih sering disebut permukaan laut rata-rata adalah ketinggian rata-rata permukaan laut. Saat pasang naik dan turun, pengamatan ketinggian laut setiap jam di pantai terbuka dilakukan selama periode 19 tahun.Permukaan laut bervariasi di seluruh dunia . Kebanyakan orang terkejut mengetahui bahwa, sama seperti permukaan bumi yang tidak datar, permukaan laut yang tidak datar, dan bahwa permukaan laut berubah dengan kecepatan yang berbeda di seluruh dunia

Berapakah ketinggian suatu daerah di atas permukaan laut?
    Daerah sering dianggap "daerah tertinggi" jika memiliki ketinggian dari permukaan laut hingga mencapai setidaknya 2.400 meter (8.000 kaki) ke arah atmosfer. Titik ketinggian paling tinggi di Bumi adalah Gunung Everest, di pegunungan Himalaya di perbatasan Nepal dan wilayah Cina Tibet.

Bagaimana cara mengukur ketinggian suatu kota?
    Ketinggian adalah jarak di atas permukaan laut. Ketinggian sebuah kota biasanya diukur dalam satuan meter atau satuan kaki. Ketinggian kota ini ditampilkan di peta dengan garis kontur, yang menghubungkan beberapa titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama, kemudian dengan angka yang memberikan elevasi yang tepat dari titik-titik tertentu di permukaan bumi. 

    Beberapa kota di Indonesia yang memiliki ketinggian kawasannya dari permukaan laut adalah Baturaden, Wonosobo dijawa tengah kemudian di jawa timur ada kota Batu Malang, disumatera ada Padang Panjang dan Gayo Luwes. Rata rata ketinggian dari permukaan laut kota kota tersebut adalah 500 hingga 1000mdpl

Apa yang dianggap sebagai permukaan laut?
    Permukaan laut mengacu pada elevasi antar muka laut/darat yang disebut garis pantai. Tanah yang berada di atas elevasi ini lebih tinggi dari permukaan laut dan lebih rendah di bawah permukaan laut.

Bisakah sebuah kota berada di bawah permukaan laut?
    Beberapa kota yang terletak di iklim dengan suhu tinggi biasanya berada dibawah permukaan laut. Banyak tempat berpenduduk baik di dunia berada di bawah permukaan laut . Sekitar sepertiga wilayah Belanda termasuk Bandara Schiphol berada di bawah permukaan laut. Begitu juga Sungai Yordan dan bagian dari banyak kota pesisir termasuk New Orleans dan Bangkok, Thailand, beberapa titik di kota Semarang, kudus.

Bagaimana surveyor menentukan ketinggian di atas permukaan laut?
    Ketinggian dihitung dengan mengurangkan pembacaan batang pandangan ke depan dari ketinggian instrumen . Pandangan ke depan adalah pembacaan ketinggian dari titik ketinggian yang tidak diketahui. Batang dapat dipindahkan ke titik lain seperti yang ditunjukkan pada Gambar 13, dan perhitungan serupa akan menentukan ketinggian titik-titik ini.

Negara mana yang akan tenggelam lebih dulu?
    Ancaman utamanya pada kenaikan permukaan laut adalah kawasan kawasan yang dihuni atau perkotaan yang memiliki kepadatan ditepi air. Dengan ketinggian hanya tiga meter saja seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya, maka ketika air laut naik dengan kecepatan 1,2 sentimeter per tahun (empat kali lebih cepat dari rata-rata global), maka kota kota ini akan rentan tenggelam di masa depan. 


Negara yang sudah mengalami proses tenggelam adalah Negara Kepulauan Kiribati yang paling berpotensi menghilang karena naiknya permukaan laut di tahun-tahun mendatang.

Berikut adalah artikel berjudul Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global diIndonesia
Perubahan iklim sudah terjadi sejak periode pra industri dan terus meningkat dari beberapa abad kemudian, tingkat suhu udara dan perubahan iklim berakibat bermacam macam bencana alam yang terus terjadi selama kurun waktu tersebut.
Indonesia merupakan negara yang memiliki perairan yang luas dan bentangan tepi air yang panjang, perubahan iklim tentu saja akan berdampak besar pada perairan perkotaan di Indonesia. Indonesia juga berada di iklim tropis, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa temperatur dan perubahan iklim pasti akan meningkat tinggi.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global adalah naiknya suhu di seluruh bumi. Beberapa contoh pemanasan global antara lain: 
  • Penurunan luas salju dan es.
  • suhu permukaan rata -rata Bumi adalah 1,17 derajat Celcius
  • Pemanasan Bumi terjadi di lintang utara yang tinggi.
  • Cuaca ekstrem , seperti badai yang semakin merusak, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, terkait dengan perubahan iklim. 
  • permukaan laut meningkat di seluruh dunia meningkat
  • Peningkatan suhu tidak seragam
  • Berkurangnya es laut dan mencairnya gletser menyebabkan erosi es yang merusak . 
  • Total curah salju, kedalaman salju, dan jumlah daratan yang tertutup salju setiap tahun juga menurun akibat perubahan iklim.
Ini adalah efek pemanasan global saat ini atau yang diharapkan yang diamati atau diprediksi oleh beberapa ahli dengan kepastian yang masuk akal. 

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global di Masa Depan 
Berdasarkan penilaian dan kajian para ahli berdasarkan aktivitas perubahan iklim yang terjadi saat ini dan masa lalu, maka dampak spesifik dari perubahan iklim bisa diprediksi dimasa depan, jika suhu udara tidak turun. berikut beberapa contoh perubahan iklim dan pemanasan global di masa depan; 
  • Kajian Model perubahan iklim diperkirankan akan mencairkan di Kutub Utara yang hampir selesai pada September 2037. Prediksi lainnya bahwa suhu rata-rata bumi bisa naik sebanyak 4 derajat Celcius selama abad ke-21. 
  • Musim dingin diwilayah yang berada dizona kutub utara dan selatan akan menyerupai musim dingin di iklim cuaca hangat. 
  • Permukaan laut akan naik sehingga akan berdampak pada perkotaan tepi air perkotaan, selain itu abrasi dan beberapa bencana banjir yang akibat rob. Lokasi kota kota Indonesia yang berada di tepi air seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta berpeluang menjadi kota yang paling berdampak parah. 
  • Penurunan produksi pangan secara global, ini dianalisis kurang mampunya menanam makanan pangan dan menghasilkan sesuatu. Hal ini dinilai juga karena faktur randomnya cuaca hujan dan panas yang bakal merusak proses penanaman pangan.
  • Pengurangan tangkapan makanan laut sebanyak 40 persen pada tahun 2050, hal ini dikarenakan para nelayan kesulitan untuk berlayar karena para nelayan tidak mampu lagi memprediksi cuaca dan iklim diperairan.
  • Pengurangan keanekaragaman spesies akan merusak rantai makanan yang ada dan mengakibatkan hilangnya kehidupan tanaman.
  • Polusi udara dan temperatur naik akan menyebabkan kematian yang meluas dimana akan mengakibatkan negara-negara termiskin.
Antisipasi dari prediksi iklim dimasa depan ini agar kita aware dan memiliki perhatian bahwa bumi tempat kita tinggal akan mengalami penurunan kelayakan huninya, sehingga tindakan tindakan yang perlu kita pikirkan dan terapkan adalah untuk membuat penuruan itu melambat.

Daftar Pustaka ;
  1. Ipcc.ch. (2019). Climate change widespread, rapid, and intensifying – IPCC — IPCC. [online] Available at: https://www.ipcc.ch/2021/08/09/ar6-wg1-20210809-pr/ [Accessed 28 Jun. 2022].
  2. World Wildlife Fund. (2022). Effects of Climate Change | Threats | WWF. [online] Available at: https://www.worldwildlife.org/threats/effects-of-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌