Cari Blog Ini

Senin, 11 Juni 2018

Critical Review : Dimensi Sosial , Spasial Kota

 


Critical review untuk materi makalah kelompok 5 yang berjudul Dimensi sosial spasial kota, materi ini tidak di presentasikan di hadapan penulis. Penulis berusaha mereview berdasarkan materi dari makalah yang dishare di grup email bersama anggota kuliah sosiologi perkotaan. Materi makalah itu di tulis oleh SYAMSUARDI, ADE GUNA SAPUTRA, sesama mahasiswa prodi manajemen perkotaan Universitas hasanuddin makassar

Paragraf pertama dari materi yang di paparkan adalah dimensi sosial spasial kota, di sini di jabarkan tentang konsep dasar sosiologi spasial, yang di tulis sebagai berikut , setiap manusia menepati ruang, kebutuhan akan ruang ini tergantung dari beberapa faktor antara lain ekonomi, sosial , pendidikan dan sebagainya. Di sini jelas di jabar kan bahwa masyarakat membutuhkan ruang untuk hubungan sosialnya. Beberapa rujukan juga di tulis di paragraf ini , seperti menurut Schulz.1985 dan marti nuswantoro (2004;5). Di mana sistem spasil dapat di gambarkan saling keterkaitan antara man, space dan time. Kemudian di jelaskan juga tentang paragraf perubahan sosial dan ekonomi berdasarkan disparitas geografis di seluruh dunia.Penjelasan tentang 3 keunggulan kota hingga dominasinya di jelaskan dengan baik, namun kritik saya pada paragraf dan topik ini yaitu tidak di sediakannya perbandingan antar materi yang di jabar kan. Jika membahas kota atu pedesaan hingga materi perkembangan sosial alangkah baiknya di jabarkan contoh studi kawasan yang sudah aplikabel terhadap materi tersebut. Penjelasan teori lebih mudah di serap jika memiliki perbandingan yang jelas dan terstruktur.

Kemudian paragraf kedua, mengenai Akses Ke Ruang kota, di sini penulis makalah memberikan asupan materi tulisan yang terkesan mengambang karena hanya membahas kondisi kota secara garis besar, tanpa membahas akses ruang apa yang di maksud. Tidak jelas penjabaran mengenai akses ke ruang kota mengakibatkan tidak dapat di pahami bahwa tulisan ini tidak terstruktur secara rapi dan dapat di urutkan dari kalimat pertama hingga kesimpulan paragraf. Saya hanya menangkap materi penjebaran urbanisasi dalam penekanan ekspansi dan aggregasi. Perlu perambahan materi lebih luas dari daftar pus taka baru agar dapat di mengerti.

Paragraf ketiga penulis makalah memberikan judul “perubahan konsep kepemilikan tanah”. Materi ini sangat jelas menarik saya sebagai pembaca makalah. Saya berharap pada penjabaran baru mengenai konsep kepemilikan tanah terhadap kebutuhan ruang di perkotaan. Di paragraf ini hanya menjelaskan siapa saja temili tanah tapi tidak di jabarkan konsep apa kepemilikan tanah. Saya kurang mendapatkan visualisasi maksud dari konsep kepemilikan tanah terdapat ruang spasial perkotaan. Kemudian muncul topik algomerasi dan despritas wilayah, maksud pemakalah adalah menjelaskan konsep dasar sosiologi spasial , yaitu setiap mansa membutuhkan ruang berdasarkan ekonomi dan sosial pendidikan. Hal ini sama dengan penjelasan materi Dimensi Spasial sosial kota, sehingga tidak ada hal baru yang perlu d jabarkan di paragraf ini. Hal menarik terakhir dari makalah ini adalah penjelasan bab Sosiologi perkotaan, ini adalah paragraf terakhir dari makalah yang di tulis dari kelompok 5. Di sini di jelaskan ekspansi warga keturunan China di negara Malaysia yang datang berbarengan dengan kapitalisme modern, kemudian di jelaskan masyarakat pendatang tersebut menguasai semua sektor berbanding dengan masyarakat peribumi. Kemudian makalah tersebut menjelaskan bahwa ketidak-seimbangan sosial muncul karena masyarakat pendatang dari China menguasai daerah perkotaan, sedangkan pribumi pindah ke desa desa.

Kesimpulan Saya sebagai pereview makalah berjudul dimensi social spasial kota, mendapatkan sebuah kelimuan baru berjudul “KEBUDAYAAN URBANISASI” hal ini menjadi menarik karena pernulis menjelaskan ternyata ada sebuah kebudayaan urbanisasi, yaitu masyarakan desa yang memiliki nilai kekerabatan desa social culturenya di bawa ke kota kota dan mereka cenderung melestarikan karakter pedesaannya di mana rumah rumah di bangun rapat di atas tiang dan memelihara ayam di bawahnya. System social kebudayaan urbanisasi ini hampir mirip dengan istilah kebudayaan miskin, yang menjadi topic kelompok 4, atau materi dari saya.

Kamis, 07 Juni 2018

Mengenal Kawasan Industri Kariangau berdasarkan RTRW kota Balikpapan

Kota Balikpapan adalah sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki perekonomian terbesar di seantero Kalimantan, dengan total PDRB mencapai Rp79,65 triliun pada tahun 2016. Kota Balikpapan merupakan kota terpadat ke dua setola kota Samarinda di kalimantan timur.

Kawasan Industri Kariangau seluas 2.721 Ha merupakan kawasan peruntukan industri yang merupakan sarana untuk mendorong kegiatan industri berbasis penggunaan SDA Terbarukan. Kegiatan Industri: Industri Agro, Industri Konstruksi, Industri Migas, Industri Perkayuan, Indstustri transportasi. Infrastruktur utama adalah jalan poros yang terletak di kilometro 13 dengan panjang 12 km terdiri dari 2 lajur Jalan yang terkoneksi oleh jalur tol samarinda balikpapan.

Kawasan Industri adalah suatu daerah yang di dominasi oleh aktivitas industri yang mempunyai fasilitas kombinassi terdiri dari peralatan peralatan pabrik (industrial plants), sarana penelitian dan laboratorium untuk pengebangan bangunan perkantoran, bank serta fasilitas sosialdan Fasilitas umum (Dirdjojuwono, 2004). Berbagai macam infrastruktur sudah di bangun dengan cara peralihan fungsi secara besar besaran demi target pengembangan axstrategis ber integrasi dalam kurun waktu 20 tahun sejak 2012.

Kawasan Industri Kariangau ini berada di teluk Balikpapan yang di huni oleh berbagai macam ekosistem darat, laut dan udara. Satwa yang di lindungi seperti bekantan, Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.1787) adalah jenis satwa yang temasuk kedalam ordo Primata, famili Cercophitecidae, dan sub-famili Colobinae (Jolly,1972). Jenis primata ini tergolong langka dan endemik Kalimantan, dengan habitat terbatas pada hutan bakau, hutan di sekitar sungai dan habitat rawagambut yang sebagian telah terdegradasi oleh berbagai aktivitas manusia.(Strategi dan rencana aksi konservasi Bekantan tahun 2013-2022.

Peta rencana kawasan strategis kota balikpapan (sumber RTRW kota)

peta rencana pola ruang kota Balikpapan (sumber RTRW kota)

peta rencana struktur ruang kota balikpapan (sumber RTRW kota)

Senin, 05 Maret 2018

Balikpapan Bisa Belajar Sistem Pembuangan Hujan Di Kota Saitama, Jepang

 

G can saitama , sumber gambar


BANJIR SEBAGAI DAMPAK DEFORESTASI DI KALIMANTAN TIMUR Para pelaku pembangunan baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, pada umumnya masih memperlakukan lingkungan hidup sebagai barang bebas (Free Commodity). 

Akibatnya pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan tidak dilakukan secara bijaksana. Sumber daya alam dieksploitasi secara maksimal tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan daya dukung lingkungan yang ada.

Banjir sering menjadi momok kota Balikpapan, jika di kota ini terjadi banjir karena pengupasan lahan besar besaran untuk digunakan sebagai pertumbuhan pemukiman dan perekonomian tanpa memperhatikan resapan.

kota Samarinda, pengupasan lahan besar besaran karena konsumsi produksi batu bara berlebihan mengakibatkan pendangkalan sungai Mahakam dan potensi lahan air yang tidak bisa mengalir.

Kota Saitama adalah ibu kota dan paling padat penduduknya kota dari Saitama Prefektur , Jepang . Wilayahnya menggabungkan bekas kota Urawa , Ōmiya , Yono dan Iwatsuki . kota Saitama memiliki luas 2217,43kmw dengan total penduduk 1.2juta  (februari 2016).

Untuk menghindari banjir pada musim angin topan, kota Saitama di Jepang memiliki sistem selokan badai yang mengesankan. 

Pada tahun 1992 dimulainnya pembangunan beton raksasa dengan ketinggian 65m, lebar 32m yang terhubung pada 6,4 km terowongan bawah tanah, terowongan ini berada dibawah tanah 50m. 

Kota ini terletak 20 hingga 30 km di utara pusat Tokyo, kira-kira di pusat Dataran Kanto. Terletak di sekitar pusat Prefektur Saitama, kota ini secara topografi terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi, kebanyakan kurang dari 20 m di atas permukaan laut, tanpa pegunungan atau perbukitan di dalam batas kota. 

Sisa wilayah lainnya sebagian besar berada di Ōmiya Plateauberbaring di arah utara-selatan. Tersebar di wilayah ini, sungai-sungai besar mengalir ke selatan, hampir sejajar satu sama lain.

Ini juga memiliki tangki raksasa: tinggi 25,4m, panjang 177m dan lebar 78, dengan 59 kolom beton . Struktur yang mengesankan ini dibuka untuk wisatawan. Lebih banyak gambar dan video di bawah ini. Pastikan untuk memeriksa truk yang sedang diangkat melalui saluran pembuangan

suatu yang besar dan megah itu pastilah sangat menarik, kali ini saya mendapatkan berita tentang sebuah terowongan pembuangan air raksasa di jepang, tepatnya di kota Saitama. Sebuah solusi raksasa tentang bagaimana masyarakat jepang menyelesaikan permasalah perkotaannya secara modern dan luar biasa cerdas.

G-Cans adalah sistem drainase terbesar di dunia. Sistem drainase ini bertujuan jelas untuk menghindari banjir, membuang air sebanyak banyaknya kedalam kanal. Hal ini bisa di terapkan di kota kota banjir seperti balikpapan dan Samarinda.

Metode kerja dari G-Can ini yaitu menerima semua aliran air dari semua sudut kota, kemudian ditampung dalam terowongan bawah tanah. Terowongan ini akan memiliki ujung dilaut lepas, namun terowongan ini berfungsi untuk menampung jumlah debit air yang besar jika badai datang.

Berbagai ahli mendaulat G-Cans sebagai sebuah keajaiban teknologi. karena skala besarnya dan daya tampung dari canal tersebut. sebuah maha karya yang layak untuk di apresiasi dunia. 

pemerintah Tokyo, mengungkapkan bahwa sistem canal ini mampu mengurai dua pertiga wilayah yang biasanya tekena genangan saat hujan turun atau badai.

so. apakah kota Balikpapan dan Samarinda akan menciptakan Canal penampungan air, atau membuat Bendali bendali saja, namun masih sering Banjir.

Rabu, 06 Desember 2017

Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kebudayaan Kemiskinan

Kebudayaan kemiskinan Sumber gambar


Seorang yang tidurnya di jalanan adalah seorang penghuni yang liar atau gelandangan yang tidak mempunyai tempat tinggal atau rumah yang tetap." oleh Oscar Lewis.

Saya tulis ulang presentasi saya, di sekolah pasca Unhas, agar presentasi tersebut layak untuk di baca. berikut ini dalam format artikel yang saya beri judul "Kemiskinan di Perkotaan dan Kebudayaan Kemiskinan". 

Mengenali istilah Kebudayaan kemiskinan yang tertuang di buku Oscar Lewis sepertinya tidak akan kita pahami tanpa memberikan penerapannya dalam masyarakat. penulis mencoba mencari faktor pendukung tumbuhnya masyarakat kebudayaan kemiskinan. dan bagaimana istilah tersebut muncul ke permukaan sebagai sistem baku dalam masyarakat. 

Menurut Oscar Lewis ada enam faktor -faktor yang mempengaruhi kebudayaan kemiskinan berikut saya tulis berdasarkan pemahaman penulis terhadap konten. 

Pertama adalah sistem ekonomi uang, sebuah komunitas yang berbasis yang bertransaksi atau bersosialisasi yang selalu menggunakan sistem ekonomi uang akan membuat jenjang kemiskinan makin meluas, saya bandingkan dengan sistem kekeluargaan di desa di kampung ayah saya, Kota Tulungagung. Di desa itu hampir orang-orang usia lanjut tidak memiliki uang, mereka masih bisa bersosialisasi dengan sesama dalam bentuk lain. misalkan mereka sakit, berobat ke bidan , perawat hanya membawa hasil tanam, seperti pisang, beras. 

Kedua tingginya tingkat pengangguran terampil, saya asumsikan masyarakat yang tidak terampil maka akan menganggur, atau tidak memiliki pekerja sehingga tidak memiliki uang, sehingga mereka berpotensi sebagai masyarakat yang memiliki kebudayaan kemiskinan. 

Ketiga rendahnya upah buruh, di sebuah wilayah perkotaan atau pedesaan yang memiliki pendapatan daerahnya rendah, di Indonesia akan di subsidi oleh pemerintah pusat agar daerah tersebut bisa tumbuh secara makro perekonomiannya. Rendahnya upah buruh, karena daya beli masyarakat dan bisnis yang ada di daerah itu tidak tumbuh dari tahun ketahuan, sehingga pendapatan perusahaan tersebut tidak cukup untuk menggaji upah tinggi.

Keempat gagalnya golongan berpenghasilan rendah meningkatkan organisasi sosial, saya menangkap maksud dari Oscar Lewis adalah masyarakat yang memiliki pengetahuan untuk berkumpul, menyuarakan pendapat, dan berorganisasi, cenderung memiliki tingkat penghasilan yang baik sehingga masyarakat berpenghasilan rendah kalo di Balikpapan bisa kita kasi contoh adalah UMKM tepi jalan, Petugas servis dan pekerja kontrak seharusnya memanfaatkan organisasi untuk meningkatkan penghasilannya. 

Kelima sistem keluarga bilateral lebih menonjol daripada sistem unilateral, sistem keluarga bilateral hanya menjadikan ayah atau orang tua sebagai sumber pendapatan penghasilan, sedangkan unilateral lebih memiliki pendapatan tinggi karena mereka menerapkan sistem Klan atau kekerabatan. contohnya jika di kota Malang Jawa timur, sistem keluarga dalam usaha keripik khas Malang, anak, cucu, ipar hingga kakek nenek membatu penjualan keripik tersebut. 

Dan yang ke enam adalah kelas yang berkuasa yang menekankan penumpukan harta kekayaan. kalo sistem ini memang menjadi sumber kesenjangan sosial di mana-mana, karena orang kaya lebih tinggi ilmu finansial knowledge -nya. Orang berkuasa pasti bisa memberikan tekanan terhadap masyarakat miskin di perkotaan dan pedesaan. 

Perbedaan antar kemiskinan dan kebudayaan kemiskinan, kebudayaan kemiskinan menunjukkan adanya suatu cara hidup bersama di alami oleh orang miskin. Orang miskin yang memiliki kesadaran kelas dan aktif dalam organisasi buruh, mereka tidak disebut kebudayaan kemiskinan , walaupun melarat. 

Contoh masyarakat berkebudayaan kemiskinan , masyarakat primitif (masyarakat Afrika), kebudayaan kasta /sistem klan masyarakat India, tradisi kasta masyarakat Yunani, negara sosialis (penduduk melarat namun mereka percaya pada pemimpin). 

Kampung jembel di perkotaan pertambahan penduduk dan penyerbuan daerah kota, meledaknya populasi penduduk dunia, lahan-lahan kosong berubah fungsi, banyaknya mulut yang perlu makan setiap harinya. tanah dan perumahan di lingkungan kota yang baru tanah di perkotaan telah di bagi- bagi menjadi petakan kecil, arus kaum pemukiman berbondong bondong masuk ke kota lebih cepat dari pada kesanggupan industri menampung tenaga kerja.

Tipe -tipe kampung jembel: 
  •  Perkampungan buruk permanen (masyarakat tidak berbuat apa apa), 
  •  dan perkampungan peralihan (masyarakat melakukan peralihan dari kehidupan gelandangan menuju tempat yang lebih baik. 
Pembuangan limbah dari perkampungan jembel, pembuangan tinja manusia di biarkan membusuk menimbulkan potensi penyebaran wabah penyakit. 

Kepadatan berlebihan di perkampungan jembel, tidak ada kebebasan pribadi, memudahkan tertular penyakit). Beberapa akibat sosial , kejahatan kaum remaja , rendahnya kesehatan , perlakuan asusila , gizi buruk) respons-respons pemerintah, memodifikasi kebijakan pemerintah merelokasi gubuk- gubuk kumuh kebijakan- kebijakan pembaharuan kota dan penggusuran perkampungan kumuh, pemisahan penduduk dari asal usul etnis mereka.

Senin, 04 Desember 2017

Kenali Istilah "Massa Apung" di Dalam Lingkungan Masyarakat dan Involusi Perkotaan



Suatu masyarakat kota sangat kompleks menurut ukuran kesukuan, pekerjaan serta kelompok-kelompok sosial. 

Inti masyarakat kota adalah masyarakat dengan pemukim jangka panjang yang mempunyai pekerjaan yang mantap dan stabil, golongan ini termasuk kalangan usahawan, pengusa industri kecil dan pegawai negeri. Inti ini dikelilingi oleh kelompok masyarakat dari sektor informal yan biasa disebut massa apung.

Ciri khas massa apung adalah mobilitas geografis dan pekerjaan mereka yang tinggi. Kaum pendatang musiman, para pekerja tak tetap dan orang-orang yang mencari pekerjaan, mereka yang tak punya tempat tinggal, tanpa atau dengan pendidikan rendah.

Istilah massa apung dipengaruhi oleh istilah yang sama yang digunakan oleh Hans-Dieter Evers untuk menyebut golongan miskin di Jakarta. Dalam konteks tersebut, Evers menyebut orang miskin di Jakarta yang sangat banyak jumlahnya itu sebagai orang-orang yang tidak memiliki orientasi tunggal, sangat disibukkan oleh kepentingan subsistensi ekonomi. Kondisi mereka yang miskin itu sangat rentan untuk dipergunakan oleh kelompok elit politik demi kepentingan politik tertentu karena kebutuhan ekonomi cepat mengakibatkan massa ini gampang dibawa ke arah tertentu oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Massa apung” tersebut terikat pada struktur administratif pemerintahan yang berfungsi dengan baik; ada kelompok-kelompok tetangga yang jalinannya sangat erat, perkumpulan kesukuan, kelompok-kelompok kerja serta kelompok-kelompok kekerabatan yang sangat tersebar tetapi efektif secara ekonomi.

Proses involusi kota diperkuat oleh modernisasi yang makin meningkat, yaitu berupa pembangunan besar-besaran dan pengeluaran pemerintah. Involusi kota merupakan perwujudan dari struktur keterbelakangan kota-kota sehingga menjadi kota sebagai pusat perubahan.

Jumat, 27 Oktober 2017

Pekerja Sek Komersial Di Kota Balikpapan (Studi Kasus di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan)

Balikpapan merupakan sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Balikpapanmemiliki penduduk sebanyak 735.850 jiwa, yang merupakan 22 % dari keseluruhan penduduk Kaltim. Lokasi paling strategis adalah jalur utaman jalan jenderal sudirman balikpapan, yang merupakan akses utama pusat kota balikpapan. 
Apabila kita teliti lebih dalam mengenai penduduk yang tinga di kota ini, penulis meilih untukmelakukan analisis mendalam pada kehidupan malam di sepanjang jalan jenderal sudirman balikpapan. Mungkin prilaku dan latar belakang mengapa tumbuh prostitusi di lokasi tersebut belum di ketahui. Hal tersebut menjadi alasan penulis untuk melakukan analisis, pengamatan aktual tentang prostitusi di sepanjang jalan jenderal sudirman balikpapan. 

Setelah melakukan observasi dan riset lapanganmengenai lokasi lokasi tempat beredarnya pelaku prostitusi di kota balikpapan, tepatnya di sepanjang jalur utama jenderal sudirman balikpapan, maka alasan penulis memilih jalur jalan jenderal sudirman karena merupakan jalur utama dan jalur pusat kota balikpapan. Selain itu lokasi jalur ini merupakan jalur paling mudah untuk melakukan observasi dan analisi prilaku di malam hari. 

Didapat beberapa kajian prilaku orang orang yang berkumpul di beberapa titik yang di curigai sebagai lokasi prostitusi tersebut. Para prostitusi muncul di mulai pukul 23;00 malam hari hingga pukul 4;00 pagi hari. 

Prilaku awal adalah muncul wanita wanita di warung warung klontok di beberapa titik jalan jenderal sudirman. Kemudian beberapa tindakan interaksi dari wanita wanita yang ada di warung tersebut bisa di kategorikan sebagai penawaran atau percakapan untuk mencari pelanggan, yaitu dengan cara mendekati kendaraan bermotor yang berhenti di radius 10 meter dari mereka berdiri. Berikut hasi analisa observasi lapangan : Tabel dan gambar dapat disusun misalnya seperti di bawah ini.
Gambar 1. Foto hasil observasi taman bekapai balikpapan yang terletak di pusat kota balikpapan. Terdapat beberapa wanita paruh baya dan lanjut, yang duduk duduk sendiri sendiri di kegelapan, di pojok taman bekapai dekat pangkalan ojek. Foto di ambil pada malam har pada puluk 23;26

Tabel 1. Table variable apa saja yang di pakai untuk mengklasifikasikan tempat, waktu, dan jumlah fisik dari para prostitusi yang berlokasi di Jalan jenderal sudirman balikpapan.
No
lokasi
waktu
Ciri lokasi
Kepadatan kendaraan
Jumlah tunasusila
Ciri fisik
1
Taman Bekapai
22;00-24:00
Remang remang
Sepi
6
Wanita tua
2
Seberang kanida farma
23;00-02:00
Remang remang
Sepi
5
Wanita muda
3
Depan Jamsostek
24;00-04:00
Gelap
Sepi
6
Waria
4
Depan Bank Danamon
24;00-04:00
gelap
sepi
7
waria
 
Gambar 2.foto di seberang kanida farma, beberapa wanita duduk di atas motor, dengan pakaian seronok dan terbuka. Mendekati sepeda motor atau mobil yang berhenti di radius 10 dari mereka berdiri. Foto di ambil sebagai bukti pengamatan lokasi di malam hari pada pukul 23;55 di jalan jenderal sudirman balikpapan

Respon pemerintah terhadap prostitusi : Perwal No. 21 Tahun 2014 tentang Kawasan Bebas Prostitusi  
  •  BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 4. Prostitusi adalah segala bentuk kegiatan yang meliputi ajakan, rangsangan, rayuan, membujuk, mengorganisasi, memberikan kesempatan, melakukan tindakan, atau memikat orang lain dengan perkataan, tulisan, isyarat, tanda atau perbuatan lain dengan tujuan untuk melakukan hubungan seks, termasuk tetapi tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran atau perbuatan cabul 
  • BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 5. Kawasan Bebas Prostitusi adalah kawasan yang meliputi seluruh wilayah Kota Balikpapan yang tidak diperkenankan adanya kegiatan prostitusi  
  • BAB III LARANGAN Pasal 4 Setiap orang dilarang melakukan kegiatan prostitusi dalam wilayah Kota Balikpapan, yang meliputi: a. menjadi mucikari dalam wilayah Kota Balikpapan; b. menjadi Pekerja Seks Komersial; c. mengajak, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi Pekerja Seks Komersial; d. memfasilitasi kegiatan prostitusi; dan e. menggunakan jasa Pekerja Seks Komersial. 
  • BAB IV PENGAWASAN(1) Setiap orang yang mengetahui tempat/bangunan/lokasi terjadinya prostitusi dapat melaporkan kepada aparat di lingkungan Pemerintah Daerah atau pejabat yang berwenang. 
  • BAB IV PENGAWASAN(2) Pemerintah Daerah wajib melakukan pengawasan terhadap semua tempat hiburan, rumah, kos-kosan dan tempat-tempat yang patut diduga sebagai tempat kegiatan prostitusi.
Hasil survei ini bisa menjadi studi kasus bahwa pemugaran tempat prostitusi di kilometro 17 kota balikapapan, tidak menghasilkan solusi aktif. Jika di perhatikan prostitusi masih saja tumbuh dan terjadi di posisi posisi tersebut. Pasca Penutupan Lokalisasi Km 17 pendapatan masyarakat yang bekerja dalam kegiatan lokalisasi menurun dan membuat biaya pendidikan anak tidak tercukupi. Masyarakat yang tidak memiliki keterampilan dan telah berumur tidak dapat mencari pekerjaan lain, walaupun kembali berkebun tapi hasil kebunnya harus menunggu panen berbulan-bulan (Hendra Setiadi, jurnal unmul)

Kesimpulan Agar di temukan solusi permasalah sosiologi kependudukan perkotaan di kota Balikpapan, agar tidak merusak masyarakat secara sporadis (tidak teratur). Mendapatkan parameter untuk menerapkan solusi para prostitusi. Memetakan lokasi lokasi bahaya prostitusi di kota balikpapan

Daftar Pustaka
  • Janif Zulfiqar, Nur Fitriah, Enos Paselle, 2014, Analisis Kebijakan Penutupan lokalisasi Prostitusi KM 17 di balikpapan (http://ar.mian.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/03/Jurnal%20Janif%20 (ganjil)-ok%20(03-06-14-08-04-05).pdf – diunduh 25-10-2017)
  • Hendra Setiadi1, 2014, Dampak Kebijakan Penutupan lokalisasi Km 17 terhadap Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kota Balikpapan Kecamatan Balikpapan Utara Kelurahan Karang Joang RT 37 dan RT 38 (http://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/08/artikel_journal_mulai_hlm_ganjil _hendra%20(08-28-14-10-02-42).pdf – diunduh pada tanga 26-10-2017))

Senin, 23 Oktober 2017

BRT Curitiba, Pencetus Bus Transit bernama Busway

terminal BRT di salah satu sudut curitiba, brazil
saya mendapatkan artikel tentang BRT atau kita kenal dengan nama bus rapid transit. Sistem BRT adalah sistem transportasi berbasis bis yang nyaman, ekonomis dan terjadwal dengan baik, sistem ini mengkoneksikan semua bus kedalam koridor koridor yang tersusun dengan baik. 


Di Curitiba, kota terbesar dalam hal populasinya nomor 8 di Brazil ini menerapkan sistem Bus Rapid Transit pertama kalinya di dunia. Mulai pada tahun 1974, BRT ini melayani jumlah kilometer hanya 81 km, dan terdapat perhentian setiap 500m, untuk membuat perjalanan dengan transportasi umum menjadi mudah dan menarik.


Curitiba memiliki sistem transportasi yang unik, dikembangkan secara lokal dan menghasilkan banyak minat di seluruh dunia.  di Indonesia sudah menerapkan sistem ini, namun pemda DKI Jakarta meniru TransMilenio di Bogotá, Kolombia

Okey kita awali pada awal 1960-an, Curitiba mengembangkan Rencana Induk Transportasi yang komprehensif. Pada tahun 1974, jalur BRT pertama dibuka di sepanjang salah satu koridor transit untuk meningkatkan serapan angkutan umum. BRT adalah jantung dari pembangunan berorientasi transit ini.

Dengan Pengoperasian BRT berdampak jelas terhadap jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan dengan angkutan umum dan oleh jarak rata-rata perjalanan warga. Pada tahun 1970-an, sekitar 7% dikumandangkan oleh angkutan umum.

Pada tahun 2006 hampir 75% menggunakan angkutan umum untuk pergi bekerja. Ini sama dengan 23.000 penumpang per jam melebihi kota New York, kota paling berorientasi transit di Amerika Serikat (Garrick et al. 2006).

Jaringan terpadu transportasi publik Curitiba mempertahankan 2.100 bus (1.500 di perimeter perkotaannya dan 600 perimeter lainnya di dalam metropolitan terpadu). Dari 1.500, 1.280 beroperasi setiap hari dan mengangkut 2.040 juta penumpang setiap hari kerja (1,55 juta dari dalam wilayah Curitiba, dengan total 800.000 penumpang yang membayar tarif; dan 490.000 dari dalam Wilayah Metropolitan di mana 230.000 tarif berbayar).

Bus melakukan perjalanan setiap hari di sepanjang semua rute Curitiba dan sekitarnya, didistribusikan di antara 385 jalur yang berbeda (285 di antaranya perkotaan dan 100 di daerah metropolitan) dan 5.000 halte bus.

stasiun unik berbentuk tabung, berbeda dengan tranjakarta (google image)

Selain halte bus ini, ada 351 stasiun tabung dan 29 terminal terintegrasi. Pendekatan pertumbuhan cerdas di Curitiba tidak diragukan lagi telah mengarah pada lingkungan yang menarik. Curitiba mampu menarik pekerja terampil dan beragam industri.

Kesimpulan dari artikel ini adalah Indikasi yang baik tentang kualitas kehidupan yang dicapai di Curibita adalah PDB yang lebih tinggi dan tingkat pengangguran yang lebih rendah daripada rata-rata Brasil. Indikator kelayakan hidup, seperti jumlah ruang hijau per kapita, juga memberikan indikasi yang baik tentang seberapa menarik sebuah kota.

Saat ini Curitiba memiliki 55m² ruang hijau per penduduk - tingkat yang jauh lebih tinggi dari 16m² per penduduk yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

prinsip utama dari Master Plan adalah untuk memberikan prioritas pada moda transportasi yang lebih murah dan lebih bersih serta mengarahkan pertumbuhan kota di sepanjang lima koridor transportasi penggunaan lahan campuran linier. Rencananya lebih lanjut termasuk banyak program untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan sosial kota (Garrick, 2006).

Selain itu, Curitiba secara dramatis meningkatkan alokasi ruang publik untuk pejalan kaki dengan area bebas mobil utama di pusat kota. Zona pejalan kaki juga bertindak sebagai layanan feeder ke sistem BRT dengan mengurangi gerakan pejalan kaki menuju stasiun.

Namun, bukan hanya pusat kota yang dibangun dengan ramah pejalan kaki. Sebagian besar jalan utama memiliki trotoar besar yang menyediakan lingkungan yang aman bagi pejalan kaki. Sepeda terintegrasi dengan baik ke dalam sistem bus. Saat ini 150 km dari bikeways telah dibangun. Parkir sepeda memungkinkan pengendara sepeda untuk dengan nyaman menyimpan sepeda di lokasi.

Bagaimana dengan jakarta dan yogyakarta? apakah BRT busway memberikan efek wisata, atau merubah masyarakat menjadi walkable city? apakah tetap menggunakan kendaraan pribadi jika kemana mana.

well mari kita tunggu 10 tahun lagi hasil dari BRT versi Indonesia.

referensi artikel :
http://www.itdp-indonesia.org/
http://www.digitalcommons.calpoly.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1034&context=crpsp http://www.reimaginerpe.org/curitiba-bus-system
https://www.theguardian.com/cities/2016/may/06/story-of-cities-37-mayor-jaime-lerner-curitiba-brazil-green-capital-global-icon