Cari Blog Ini

Kamis, 30 Juni 2022

Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya

 

Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya
Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya

Kebutuhan akan rumah tinggal pada daerah perkotaan urban dan sub urban di Pulau Jawa sangatlah tinggi, hal ini menarik minat investor lokal dan investor asing untuk terjun kedalam sekota Properti berbentuk perumahan cluster. Sebenarnya apa sih perumhan cluster dan manfaatnya?

Pengertian Rumah cluster

    Secara teori Rumah cluster adalah jenis properti pribadi unik yang terstruktur dalam kelompok yang relatif dekat satu sama lain, sering kali berbentuk rumah bertingkat, rumah semi-terpisah atau kadang-kadang bungalow. Keuntungan utama dari jenis properti tapak ini adalah Anda dapat memanfaatkan fasilitas gaya hidup yang biasanya Anda temukan di kondominium. Jika Anda ingin membeli rumah cluster tetapi Anda masih ragu apakah itu cocok, mari kita telusuri apa artinya tinggal di rumah cluster dan manfaatnya. 

Pengertian Perumahan Cluster

    Perumahan cluster adalah pengembangan di mana rumah-rumah dibangun berdekatan dalam komunitas atau komplek yang terjaga keamanan dan keberlanjutannya. Sisa lahan terbuka menjadi lahan bersama dalam pengembangan perumahan, memungkinkan ruang untuk fasilitas seperti gimnasium atau kolam renang. Karena rumah-rumah dikelompokkan secara dekat, biaya investasi untuk jalan, jalur utilitas dan pemeliharaan sektor publik dapat dikurangi. 

Manfaat Tinggal di Rumah Cluster

    Manfaat tinggal di rumah cluster sangatlah banyak, beberapa di antaranya termasuk eksklusivitas dan akses ke fasilitas bersama, keamanan, keramahan keluarga, keterjangkauan, dan potensi pengembalian investasi. Berikut ini 5 Manfaat tinggal diperumahan cluster dan penjelasannya;

1. Eksklusivitas & akses ke fasilitas bersama 

    Mendirikan residensi dalam pengembangan perumahan cluster seperti tinggal di desa mini karena komunitasnya yang terjaga keamanannya. Ini memancarkan rasa eksklusivitas dan pada gilirannya, menghadirkan ketenangan hidup. Karena rumah berada dalam jarak yang begitu dekat, Anda dapat membentuk hubungan yang substansial dengan tetangga Anda dan membangun semacam kepercayaan. 

    Perumahan cluster memiliki keistimewaan berbagi fasilitas gaya hidup dengan penghuni lain, seperti gym dan kolam renang. Namun, jenis kehidupan dengan kepadatan rendah ini berarti bahwa fasilitas ini dibagi di antara lebih sedikit orang dibandingkan dengan kondominium. Anda tidak perlu terlibat dalam perebutan ruang atau tempat parkir karena tersedia ditiap tiap hunian. 

2. Keamanan 24/7

    Manfaat ini tidak perlu diragukan lagi. Dengan menjadi bagian dari komunitas hidup yang dijaga, rumah cluster dilengkapi dengan keamanan 24/7. Sistem keamanan diterapkan secara tegas untuk membatasi akses dari publik, memberikan ketenangan pikiran bahwa properti dan keluarga Anda selalu aman. 

Anda Tidak perlu lagi khawatir tentang pencuri dan pembobolan rumah!

3. Cocok untuk keluarga dengan si kecil

    Perumahan cluster dilengkapi dengan taman bermain, ruang terbuka dan berbagai fasilitas ramah anak yang menggoda, memberikan anak-anak kebebasan untuk berlarian. Selain itu, rumah cluster biasanya merupakan bagian dari kotapraja yang menghadirkan fasilitas seperti sekolah dan taman terdekat, menjadikannya lebih ideal untuk keluarga yang membesarkan anak kecil. 

4. Lebih terjangkau

    Sebagian besar pemilik rumah membeli dengan mendapatkan harga relatif berbeda beda tergantung fasilitas yang ditawarkan dan lokasi perumahan cluster dari pusat kota. Perumahan cluster memiliki pangsa pasar berbeda beda ditiap tiap segmen pasarnya yang sangat luas.Jadi jika Anda ingin meningkatkan ke kehidupan yang lebih mewah di Indonesia, perumahan cluster adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan secara serius. 

5. Potensi pengembalian investasi

    Jika Anda ingin menjual rumah cluster Anda beberapa tahun ke depan, kami punya kabar baik untuk Anda!  Studi real estat telah menunjukkan bahwa perumahan strata-land cenderung memiliki harga lebih cepat dari waktu ke waktu dibandingkan dengan properti pribadi tradisional. 

Manfaat tinggal diperumahan cluster
Manfaat tinggal diperumahan cluster

        Sekarang setelah kita mengetahui berbagai manfaat tinggal di rumah cluster, jelas mengapa jenis properti tapak ini populer di kalangan pemilik rumah baru. Jadi, jika Anda menikmati clubhouse pribadi, area barbekyu, gym, dan banyak lagi, rumah cluster mungkin cocok untuk Anda! 

Berikut diatas adalah artikel berjudul Pengertian Perumahan Cluster dan Manfaatnya.

Rabu, 29 Juni 2022

Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut Terhadap Perkotaan


Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut
Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut

Sebuah studi baru the Ocean and Cryosphere in a Changing Climate, yang diterbitkan di Nature Climate Change, telah melaporkan bahwa dunia akan kehilangan hampir setengah dari pantai berpasirnya yang berharga pada tahun 2100 saat laut bergerak ke darat dengan naiknya permukaan laut, apakah kehilangan ini akan melibatkan wilayah di Indoensia?.

    Bagi Perkotaan di wilayah pesisir, kenaikan permukaan laut merupakan krisis yang mengancam masyarakat pesisir karena tempat mereka berdomisili atau tinggalnya, mata pencaharian sebagai nelayan, dan ekosistem pesisir kita seperti habitat alami. Pantai berpasir terdiri sekitar sepertiga dari garis pantai dunia. Indonesia memiliki total garis pantai sepanjang 99.083 kilometer diprediksi akan mendapatkan pukuran keras seperti wilayah pesisir di Negara Australia, dengan panjang pantai 12.000 kilometer.

    Studi global  The world may lose half its sandy beaches by 2100. It’s not too late to save most of them. yang mencoba mengukur erosi pantai mendapatkan hasil bahwa emisi gas rumah kaca memberikan kekhawatiran, harapan terbaik untuk mempertahankan masa depan garis pantai dunia  adalah menjaga pemanasan global serendah mungkin dengan segera mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dampak Ketinggian Dari Permukaan Laut Terhadap Perkotaan

Kehilangan pasir dalam erosi pantai

    Dua masalah terbesar akibat naiknya permukaan laut adalah erosi pantai dan peningkatan frekuensi kejadian banjir pantai yang sudah sering terjadi dibeberapa perkotaan tepi pantai. Erosi selama badai dapat memiliki konsekuensi yang dramatis, terutama untuk infrastruktur pesisir. Kerusakan infrastruktur jebolnya ROB di Kota Semarang dan naiknya level permukaan tepi air diwilayah Kota Kudus adalah salah satu contohnya.

    Setelah badai seperti ini, pantai sering kali pulih secara bertahap, karena pasir dari perairan yang lebih dalam tersapu kembali ke pantai selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, dan dalam beberapa kasus, beberapa dekade. Badai dramatis dan pasokan pasir jangka panjang membuat sulit untuk mengidentifikasi pergerakan pantai di masa lalu dari kenaikan permukaan laut.

    Jika kita terus mengeluarkan gas rumah kaca tingkat tinggi, percepatan ini akan berlanjut hingga abad ke-21 dan seterusnya . Akibatnya, pasokan pasir mungkin tidak mengikuti naiknya permukaan laut dengan cepat.

Proyeksi untuk skenario terburuk

    Laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) , yang dirilis tahun 2021, skenario tentang emisi gas rumah kaca tertinggi telah mengakibatkan pemanasan global lebih dari 4°C  dan memiliki kemungkinan menaikkan permukaan laut antara 0,6 dan 1,1 meter pada tahun 2100.

    Prediksi dari hasil penelitian ini akan memproyeksikan pergerakan garis pantai rata-rata seluruh dunia atau global akan ada perubahan garis tepi pantai berkisaran 40 hingga 250 meter yang mampu menghilangkan tepi pantai berpasir. Kenaikan permukaan laut ini dinilai bertanggung jawab atas sebagian besar hilangnya pantai dibeberapa kepulauan Karibia menjadi lebih cepat selama dekade terakhir abad ke-21. 

    Bagaimana dengan Indonesia? jika menelisik kondisi pergeran tepi pantai di Australia selatan, maka pergerakan garis pantai ke darat diproyeksikan lebih dari 100 meter. Ini akan merusak banyak pantai wisata ikonik Australia seperti Bondi, Manly, dan Gold Coast. Kemudian adanya pergerakan di Australia utara diproyeksikan menjadi lebih besar, tetapi lebih tidak pasti karena tren garis pantai historis yang sedang berlangsung. Indonesia perlu menerbitkan prediksi yang sama tentang hal ini, karena pantai pantai kita diSelatan akan mengalami hal yang sama.


Erosi pantai akan sulit diprediksi

    Memproyeksikan kenaikan permukaan laut dan erosi pantai adalah hal sulit untuk dilakukan karena banyaknya faktor yang tidak bisa diukur secara presisi. Variabel untuk erosi pantai terlalu banyak dan luas, wilayah yang perlu diteliti tentu juga tidak ada batasnya. Contoh faktor aktivitas manusia, faktor temperatur udara, faktor konsumsi gas gas dan lainnya. 

    Untuk permukaan laut, masalah utama adalah memperkirakan kontribusi pencairan es Antartika atau pencairan es pada kutub selatan dan kutub utara yang meleleh dan mengalir ke laut, tentu saja permukaan laut akan berubah dalam skala regional karenanya dan mengakibatkan peningkatan jumlah pemanasan global.

    Erosi pantai yang dihitung dalam pergerakan garis pantai baru-baru ini yang digunakan untuk memproyeksikan faktor-faktor alam yang sedang berlangsung mungkin sudah dipengaruhi oleh naiknya permukaan laut, yang mungkin mengarah pada perkiraan permukaan laut tertinggi yang bisa diprediksi.

Implikasinya

    Terlepas dari prediksi dampak ketinggian dari permukaan laut ini, yang bisa kita lakukan adalah persiapan adaptasi dengan erosi pantai, mitigasi mitigasi tepi air, mobilisasi penduduk dari tepi air dan mengembalikan kondisi tepi air ke arah konservasi alaminya.

    Kita membutuhkan perencanaan yang tepat, jika masih ingin menikmati pantai dengan pasirnya. Ketidak pedulian kita terhadap erosi tepi pantai dan dampak aktivitas manusia pada tepi air juga bisa mengakibatkan bencana yang sudah kita alami di Indonesia seperti bencana ROB, Abrasi dan lainnya.

Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut

Ketinggian Dari Permukaan Laut
Ketinggian Dari Permukaan Laut Pada Statisun Kereta Api Malang

Ketinggian Dari Permukaan Laut biasanya dijadikan patokan untuk mengetahui elevasi sebuah perkotaan, dimana tinggi permukaan laut bisa menjadi rujukan bagi suatu pengembangan daerah untuk menghindari banjir, air rob dan perubahan iklim.

    Ketinggian di atas permukaan laut rata-rata (AMSL) adalah elevasi (di darat) atau ketinggian (di udara) suatu objek, relatif terhadap datum permukaan laut rata-rata. Permukaan bumi biasanya menggunakan level ketinggian permukaan laut untuk mengetahui kondisi elevasinya. Kita sering melihat ketinggian permukaan laut pada stasiun stasiun di Indonesia.
    Altimeter adalah alat yang mengukur ketinggian, jarak suatu titik di atas permukaan laut . Altimeter berupa instrumen navigasi penting untuk pilot pesawat dan pesawat ruang angkasa yang memantau ketinggian mereka di atas permukaan bumi. Elevasi adalah ketinggian suatu titik di atas (atau di bawah) permukaan laut.

Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut

    Sea Level atau lebih sering disebut permukaan laut rata-rata adalah ketinggian rata-rata permukaan laut. Saat pasang naik dan turun, pengamatan ketinggian laut setiap jam di pantai terbuka dilakukan selama periode 19 tahun.Permukaan laut bervariasi di seluruh dunia . Kebanyakan orang terkejut mengetahui bahwa, sama seperti permukaan bumi yang tidak datar, permukaan laut yang tidak datar, dan bahwa permukaan laut berubah dengan kecepatan yang berbeda di seluruh dunia

Berapakah ketinggian suatu daerah di atas permukaan laut?
    Daerah sering dianggap "daerah tertinggi" jika memiliki ketinggian dari permukaan laut hingga mencapai setidaknya 2.400 meter (8.000 kaki) ke arah atmosfer. Titik ketinggian paling tinggi di Bumi adalah Gunung Everest, di pegunungan Himalaya di perbatasan Nepal dan wilayah Cina Tibet.

Bagaimana cara mengukur ketinggian suatu kota?
    Ketinggian adalah jarak di atas permukaan laut. Ketinggian sebuah kota biasanya diukur dalam satuan meter atau satuan kaki. Ketinggian kota ini ditampilkan di peta dengan garis kontur, yang menghubungkan beberapa titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama, kemudian dengan angka yang memberikan elevasi yang tepat dari titik-titik tertentu di permukaan bumi. 

    Beberapa kota di Indonesia yang memiliki ketinggian kawasannya dari permukaan laut adalah Baturaden, Wonosobo dijawa tengah kemudian di jawa timur ada kota Batu Malang, disumatera ada Padang Panjang dan Gayo Luwes. Rata rata ketinggian dari permukaan laut kota kota tersebut adalah 500 hingga 1000mdpl

Apa yang dianggap sebagai permukaan laut?
    Permukaan laut mengacu pada elevasi antar muka laut/darat yang disebut garis pantai. Tanah yang berada di atas elevasi ini lebih tinggi dari permukaan laut dan lebih rendah di bawah permukaan laut.

Bisakah sebuah kota berada di bawah permukaan laut?
    Beberapa kota yang terletak di iklim dengan suhu tinggi biasanya berada dibawah permukaan laut. Banyak tempat berpenduduk baik di dunia berada di bawah permukaan laut . Sekitar sepertiga wilayah Belanda termasuk Bandara Schiphol berada di bawah permukaan laut. Begitu juga Sungai Yordan dan bagian dari banyak kota pesisir termasuk New Orleans dan Bangkok, Thailand, beberapa titik di kota Semarang, kudus.

Bagaimana surveyor menentukan ketinggian di atas permukaan laut?
    Ketinggian dihitung dengan mengurangkan pembacaan batang pandangan ke depan dari ketinggian instrumen . Pandangan ke depan adalah pembacaan ketinggian dari titik ketinggian yang tidak diketahui. Batang dapat dipindahkan ke titik lain seperti yang ditunjukkan pada Gambar 13, dan perhitungan serupa akan menentukan ketinggian titik-titik ini.

Negara mana yang akan tenggelam lebih dulu?
    Ancaman utamanya pada kenaikan permukaan laut adalah kawasan kawasan yang dihuni atau perkotaan yang memiliki kepadatan ditepi air. Dengan ketinggian hanya tiga meter saja seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya, maka ketika air laut naik dengan kecepatan 1,2 sentimeter per tahun (empat kali lebih cepat dari rata-rata global), maka kota kota ini akan rentan tenggelam di masa depan. 


Negara yang sudah mengalami proses tenggelam adalah Negara Kepulauan Kiribati yang paling berpotensi menghilang karena naiknya permukaan laut di tahun-tahun mendatang.

Berikut adalah artikel berjudul Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global diIndonesia
Perubahan iklim sudah terjadi sejak periode pra industri dan terus meningkat dari beberapa abad kemudian, tingkat suhu udara dan perubahan iklim berakibat bermacam macam bencana alam yang terus terjadi selama kurun waktu tersebut.
Indonesia merupakan negara yang memiliki perairan yang luas dan bentangan tepi air yang panjang, perubahan iklim tentu saja akan berdampak besar pada perairan perkotaan di Indonesia. Indonesia juga berada di iklim tropis, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa temperatur dan perubahan iklim pasti akan meningkat tinggi.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global adalah naiknya suhu di seluruh bumi. Beberapa contoh pemanasan global antara lain: 
  • Penurunan luas salju dan es.
  • suhu permukaan rata -rata Bumi adalah 1,17 derajat Celcius
  • Pemanasan Bumi terjadi di lintang utara yang tinggi.
  • Cuaca ekstrem , seperti badai yang semakin merusak, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, terkait dengan perubahan iklim. 
  • permukaan laut meningkat di seluruh dunia meningkat
  • Peningkatan suhu tidak seragam
  • Berkurangnya es laut dan mencairnya gletser menyebabkan erosi es yang merusak . 
  • Total curah salju, kedalaman salju, dan jumlah daratan yang tertutup salju setiap tahun juga menurun akibat perubahan iklim.
Ini adalah efek pemanasan global saat ini atau yang diharapkan yang diamati atau diprediksi oleh beberapa ahli dengan kepastian yang masuk akal. 

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global di Masa Depan 
Berdasarkan penilaian dan kajian para ahli berdasarkan aktivitas perubahan iklim yang terjadi saat ini dan masa lalu, maka dampak spesifik dari perubahan iklim bisa diprediksi dimasa depan, jika suhu udara tidak turun. berikut beberapa contoh perubahan iklim dan pemanasan global di masa depan; 
  • Kajian Model perubahan iklim diperkirankan akan mencairkan di Kutub Utara yang hampir selesai pada September 2037. Prediksi lainnya bahwa suhu rata-rata bumi bisa naik sebanyak 4 derajat Celcius selama abad ke-21. 
  • Musim dingin diwilayah yang berada dizona kutub utara dan selatan akan menyerupai musim dingin di iklim cuaca hangat. 
  • Permukaan laut akan naik sehingga akan berdampak pada perkotaan tepi air perkotaan, selain itu abrasi dan beberapa bencana banjir yang akibat rob. Lokasi kota kota Indonesia yang berada di tepi air seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta berpeluang menjadi kota yang paling berdampak parah. 
  • Penurunan produksi pangan secara global, ini dianalisis kurang mampunya menanam makanan pangan dan menghasilkan sesuatu. Hal ini dinilai juga karena faktur randomnya cuaca hujan dan panas yang bakal merusak proses penanaman pangan.
  • Pengurangan tangkapan makanan laut sebanyak 40 persen pada tahun 2050, hal ini dikarenakan para nelayan kesulitan untuk berlayar karena para nelayan tidak mampu lagi memprediksi cuaca dan iklim diperairan.
  • Pengurangan keanekaragaman spesies akan merusak rantai makanan yang ada dan mengakibatkan hilangnya kehidupan tanaman.
  • Polusi udara dan temperatur naik akan menyebabkan kematian yang meluas dimana akan mengakibatkan negara-negara termiskin.
Antisipasi dari prediksi iklim dimasa depan ini agar kita aware dan memiliki perhatian bahwa bumi tempat kita tinggal akan mengalami penurunan kelayakan huninya, sehingga tindakan tindakan yang perlu kita pikirkan dan terapkan adalah untuk membuat penuruan itu melambat.

Daftar Pustaka ;
  1. Ipcc.ch. (2019). Climate change widespread, rapid, and intensifying – IPCC — IPCC. [online] Available at: https://www.ipcc.ch/2021/08/09/ar6-wg1-20210809-pr/ [Accessed 28 Jun. 2022].
  2. World Wildlife Fund. (2022). Effects of Climate Change | Threats | WWF. [online] Available at: https://www.worldwildlife.org/threats/effects-of-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌

Selasa, 28 Juni 2022

5 Penyebab Perubahan Iklim dan Gas Rumah Kaca

Penyebab Perubahan Iklim
Penyebab Perubahan Iklim

Indonesia masih menggunakan pembakaran bahan bakar fosil pada kendaran, kemudian penebangan hutan dan peternakan semakin mempengaruhi iklim dan suhu bumi. Hal ini yang mengakibatkan gas rumah kaca yang dialami di atmosfer dan berakibat penaikan suhu dan perubahan iklim. 
Pemanasan global pada periode 2011-2020 adalah dekade terpanas yang pernah tercatat, kondisi suhu rata-rata global mencapai 1,1°C di atas tingkat pra-industri pada tahun 2019. Hal ini menyebabkan pemanasan global yang disebabkan manusia saat ini meningkat dengan kecepatan 0,2°C per dekade. 

Peningkatan suhu udara menjadi 2°C jika kita dibandingkan terhadap suhu pada periode pra-industri dikaitkan dengan dampak negatif yang serius terhadap lingkungan alam dan kesehatan serta kesejahteraan manusia, terdapatnya risiko yang tinggi terhadap bahaya dan bencana di lingkungan global yang bisa saja terjadi. 

Komunitas internasional berusaha untuk mengurangi dan menjada temperature udara dibawah 2°C dan mengupayakan upaya untuk membatasinya hingga 1,5°C. Indonesia yang belum mengikuti kondisi perubahan iklim ini diharapkan bisa memiliki kesadaran dalam pengambilan keputusan dalam bidang perkotaan dan pertanian.

Gas-gas rumah kaca 
Efek rumah kaca adalah  pengambaran kondisi bumi yang memiliki efek seperti rumah kaca, maksudnya adalah dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi sehingga gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) mampu menahan panas matahari yang mana mengakibatkan panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi

Penggerak utama perubahan iklim adalah efek rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi bertindak seperti kaca di rumah kaca, menjebak panas matahari dan menghentikannya agar tidak bocor kembali ke luar angkasa dan menyebabkan pemanasan global. Teknologi penggunaan kaca yang ramah iklim sudah banyak tersebar di dunia industri namun ini tidak semata mata bisa menurunkan suhu udara karena eksisting bangunan masih menggunakan kaca kaca.

Penyebab alami Perubahan Iklim
Selain faktor akibat aktivitas manusia,  gas rumah kaca juga bisa terjadi secara alami, khususnya: peningkatan karbon dioksida (CO 2 ),dinitrogen oksida, metana, gas berfluorinasi. Aktivitas manusia dinilai menjadi penyumbang terbesar pemanasan global dari tingkat CO2. Pada tahun 2020, konsentrasinya di atmosfer telah meningkat menjadi 48% di atas tingkat pra-industri (sebelum 1750). 

5 Penyebab Perubahan Iklim

Penyebab alami, seperti perubahan radiasi matahari atau aktivitas gunung berapi diperkirakan berkontribusi kurang dari plus atau minus 0,1°C terhadap pemanasan total antara tahun 1890 dan 2010. 

5 Penyebab Perubahan Iklim Akibat aktivitas Manusia;
  1. Aktivitas penggunaan batu bara, minyak dan gas menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida pada bidang industri, transportasi dan lainnya.
  2. Aktivitas penebangan hutan (deforestasi) terus menerus yang mengurangi alam untuk mengatur iklim, hutan dinyatakan mampu menyerap CO2 dari atmosfer. . 
  3. Aktivitas peternakan sapi dan domba teryata dianggap sebagai penyebab perubahan iklim, karena  menghasilkan metana dalam jumlah besar ketika mereka mencerna makanan mereka. 
  4. Aktivitas pengunaan pupuk yang mengandung nitrogen yang mampu menghasilkan emisi oksida nitrat. 
  5. Aktivitas pengunaan Gas fluorinated yang dipancarkan dari peralatan dan produk yang menggunakan gas ini. Emisi tersebut memiliki efek pemanasan yang sangat kuat, hingga 23.000 kali lebih besar dari CO2.
Melawan perubahan iklim Sebagaisetiap ton CO 2 yang dipancarkan berkontribusi terhadap pemanasan global, semua pengurangan emisi berkontribusi memperlambatnya. Untuk menghentikan pemanasan global sepenuhnya, emisi CO 2 harus mencapai nol bersih di seluruh dunia. Selain itu, pengurangan emisi gas rumah kaca lainnya, seperti metana, juga dapat memiliki efek yang kuat dalam memperlambat pemanasan global – terutama dalam jangka pendek.

Daftar Isi;
  • Climate Action. (2020). Causes of climate change. [online] Available at: https://ec.europa.eu/clima/climate-change/causes-climate-change_en [Accessed 28 Jun. 2022].
  • Nations, U. (2020). Causes and Effects of Climate Change | United Nations. [online] United Nations. Available at: https://www.un.org/en/climatechange/science/causes-effects-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].
  • US EPA. (2021). Causes of Climate Change | US EPA. [online] Available at: https://www.epa.gov/climatechange-science/causes-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌

Jumat, 17 Juni 2022

Seminar Internasional Pada Isu Perkotaan di Universitas DIponegoro.

 

Kajian perkotaan tidak pernah habis untuk dibahas dan ditelusuri lebih tajam kedalamnya, isu perkotaan cenderung terus menerus muncul dibarengi dengan aktivitas masyarakatnya, populasi, tingkat perekonomian dan isu kebencanaan alam yang terkadang sangat rentan di periode periode musim tertentu.
Pembahasan keberlanjutan masih menemui tanjakan terjal dari semua variabel yang sudah ada pada kawasan perkotaan ditepi air. Kota Semarang adalah salah satunya kota yang memiliki isu kebencanaan abrasi dan naiknya permukaan air laut pada bagian kawasan tepi airnya.
Kawasan tepi air telah dikaji oleh pemerintah daerah dengan rekanan dari berbagai konsultan perencana yang didaulat dan dinilai memiliki kapasitas untuk masalah banjir. Fenomena alam ini juga melanda kawasan pesisir di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan, bahkan hingga Tegal. Permasalahan pesisir ini tidak hanya dialami oleh Kota Semarang saja.
Diskusi pada seminar internasional ini merupakan salah satu wujud pencerahan bagaimana kalangan akademis juga perlu memberikan masukan mengenai isu isu nyata pada permasalahan perkotaan.

Formula E dan keberlanjutan kota Jakarta

  Kehadiran presiden Jokowi di lintasan sirkuit formula-e memberikan motivasi kepada pemerintah DKI Jakarta untuk menyukseskan event formula-e dengan segenap agenda-agendanya.

Sirkuit yang akan bernama Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) telah rampung 100% dan penyelenggaraan akan siap tepat pada waktunya. Kota DKI Jakarta akan terlibat menjadi salah satu kota yang menyelenggarakan Event formula yang dekat dengan ramah energi dan lingkungan.

Jika kita mengingat Kembali reaksi publik dan tokoh- tokoh mengenai event ini seperti desakan partai solidaritas Indonesia yang termuat dalam media CNN Indonesia PSI Respons Jokowi Tinjau Sirkuit Formula-e: Bukti Concern dari Pusat mengungkapkan bahwa balapan formula-e ini tidak tercantum dalam Rencana Jangka Menengah Daerah atau RJMD DKI Jakarta, yang memakan anggaran triliunan.

Dalam artikel "Melihat Kondisi Monas yang Batal Jadi Arena Formula-e" pemakaian Monas menjadi venue Formula-e memang menuai pro-kontra sejak awal mula diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 10 September 2019.

Penolakan datang dari berbagai pihak dengan pertimbangan utama: ada cagar budaya di kawasan Monas.

Sejarah Balapan Jalanan serba Listrik
Ide untuk seri balap jalanan serba listrik dimulai tidak lebih dari kumpulan catatan di atas serbet.

Dikutip dari Fiaformulae.com, artikel berjudul History of Formula-e bahwa konsep formula-e bermula pada malam 3 Maret 2011, Presiden FIA Jean Todt dan pengusaha Spanyol, Ketua Formula-e Alejandro Agag, bertemu di sebuah restoran Paris dan mengumpulkan pemikiran mereka hanya dalam beberapa kata tentang apa yang akan menjadi single internasional all-electric pertama di dunia.

Misi pendiri Formula-e adalah untuk mengadakan balapan yang melalui jalan-jalan di kota-kota paling ikonik di dunia, dengan grid yang penuh dengan pembalap dan tim terbaik di sekitarnya untuk menunjukkan kemampuan mobilitas berkelanjutan dengan mengemudikan kendaraan listrik dalam perlombaan untuk masa depan yang lebih baik dan lebih bersih.

Sejak memulai debutnya di lapangan Olympic Park di Beijing pada tahun 2014, Formula-e telah berkembang menjadi merek hiburan global dengan motorsport sebagai jantungnya.

Kalender perdana membawa Formula-e ke empat belas negara dan berlomba di jantung kota-kota besar di seluruh dunia termasuk London, Miami, Beijing, dan Berlin.

Dikutip dari EnelX.com dalam artikel berjudul Formula-e vs Formula 1: what are the differences? Perbedaan utama antara Formula-e vs Formula 1 yaitu Formula-e adalah seri balap semuanya menggunakan listrik sementara Formula 1 menampilkan pembalap hibrida dengan mesin pembakaran internal yang ditenagai oleh bahan bakar fosil.

Formula 1 memiliki musim perdananya pada tahun 1950, sedangkan Formula-e memulai debutnya pada tahun 2014.

Konsep Formula-e Dalam Keberlanjutan Perkotaan

Dengan mempertemukan 11 produsen terbesar dunia di jalanan kota, Formula-e mempromosikan adopsi mobilitas berkelanjutan di pusat kota dalam upaya memerangi polusi udara dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Sirkuit yang digunakan untuk perlombaan ini adalah sirkuit jalanan, wajar saja jika pada awalnya DKI Jakarta merujuk pada kawasan monumental dan ikonik di yaitu Kawasan tugu Monas.

Pengecualian ePrix Kota Meksiko, yang digelar didalam sirkuit permanen Autódromo Hermanos Rodríguez, dan uniknya Berlin ePri menggunakan Bandara Berlin Tempelhof sebagai sirkuitnya.

Sirkuit-sirkuit panjangnya bervariasi dari 2 ke 3 Km, contohnya Sirkuit Jalan Raya Long Beach dan Circuit de Monaco.

ePrix biasanya memiliki jarak tempuh balapan dari 80s sampai 90 Km.

Konsep Manajemen karbon diterapkan Sejak musim perdananya, Formula-e telah bekerja dengan ahli jejak karbon Quantis untuk melakukan penilaian siklus hidup, yang digunakan untuk memantau dan menghitung jejak karbon kejuaraan.

Penilaian siklus hidup adalah alat yang digunakan untuk menilai secara holistik dampak lingkungan, sosial dan ekonomi dari keseluruhan kejuaraan. Keseluruhan Emisi pada musim ke tujuh musim balap mereka yaitu 19.600 t CO2 -eq. versus 20.000 t CO2 -eq. Pada Musim Enam.

Konsep Pengelolaan sampah dan daur ulang Rata-rata di semua acara Formula-e, 52% limbah didaur ulang, yang meningkat menjadi 90% untuk balapan di Uni Eropa dan AS. Penjaga Daur Ulang Formula-e untuk mendorong dan mendidik tim, staf, dan penonton tentang cara memaksimalkan daur ulang.

Konsep Air dan plastik Penyelenggara menyediakan air gratis dan kantong yang dapat digunakan kembali kepada Penonton untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lokasi. Salah satu program aksinya yaitu lebih dari 32.000 liter air didistribusikan melalui Stasiun Hidrasi Allianz di e-Village sejak Musim Kelima, menghemat setara dengan lebih dari 300.000 botol plastik sekali pakai 330ml agar tidak diangkut ke acara dan dibuang setelah digunakan.

Melibatkan masyarakat local Setiap musim, Kami membawa kelompok masyarakat lokal dan sekolah untuk mengunjungi acara tersebut dan belajar langsung tentang kegembiraan kendaraan listrik, peran mereka dalam mobilitas masa depan yang berkelanjutan, dan dampak polusi udara dalam kota.

Kesetaraan Gender, Program ini bertujuan untuk meningkatkan persentase wanita dalam olahraga motor dengan mengundang wanita muda dari usia 8 hingga 18 tahun untuk menemukan, secara gratis, berbagai aspek olahraga motor dan industrinya, melalui serangkaian kegiatan dan lokakarya. n mempromosikan kesetaraan gender dengan cara yang inovatif, menarik, dan positif.

Konsep FIA dalam Smart City, Selama beberapa musim, Forum Kota Cerdas FIA menyatukan para ahli dari berbagai bidang mobilitas berkelanjutan untuk menunjukkan bagaimana kota dapat tumbuh dengan cara yang lebih berkelanjutan dan inklusif, memanfaatkan teknologi inovatif sebaik mungkin dan menyerukan pembuatan kebijakan yang efektif.

Melalui kemitraan dengan UNICEF, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa, event formula-e mencoba untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, lebih inklusif, dan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang, serta menyediakan alat bagi anak-anak untuk mencapai potensi penuh mereka.

Agenda agenda diatas dinilai mampu mengangkat kota DKI Jakarta dalam percaturan internasional sebagai kota yang peduli dan memahami isu-isu strategis yang disematkan dalam event formula-e selain perlombaan balapnya.

Manfaat Formula-e Bagi stakeholder kota DKI Jakarta?

Data jumlah pariwisata Kota DKI Jakarta 5 tahun terakhir berdasarkan jumlah pengunjung dari luar negeri merujuk pada data Badan pusat statistik Kota DKI Jakarta pada 2015 sebanyak 2,3juta, kemudian 2016 sebanyak 2,5 juta, pada tahun 2017 sebanyak 2,8 juta tahun 2018 sebanyak 2.8juta jiwa, kemudian menurun pada 2019 sebanyak 2,4 juta dan sisa 435 ribu pada tahun 2020. Rata-rata pengunjung Kota DKI Jakarta dari luar negeri tiap tahunnya sebanyak 2,5 juta. Potensi meningkatnya jumlah Wisatawan asing ke DKI Jakarta bertambah sangatlah besar.

Data Badan pusat statistik Kota DKI Jakarta mengenai lokasi objek wisata unggulan di DKI Jakarta, kawasan Taman Impian Jaya Ancol adalah kawasan yang paling tinggi yaitu 17juta pengunjung setiap tahun, demikian pemindahan lokasi sirkuit dari Tugu Monas dinilai cukup beralasan walaupun PT Jakarta propertindo (Jakpro) harus membangun sirkuit baru, yang sebenarnya bukan lokasi ideal dari event ini yaitu jalan ikonik.

Apakah Formula-e Bisa Menaikkan Sektor Pariwisata?

Pertanyaan ini dijawab dengan gamblang pada artikel The Reality Behind Formula-e’s TV Descent and Recovery , Secara keseluruhan Formula-e menyatakan bahwa ada penonton kumulatif 316 juta musim lalu, naik 32% dari penghitungan musim sebelumnya (2019/20) 239 juta. Musim pertama Gen2 adalah 411m.

Apakah selesai dari formula-e ini, masalah utama Kota DKI Jakarta seperti banjir dan kemacetan bisa teratasi Atau hanya mimpi?

Setidaknya kita bisa mendapatkan surplus potensi pariwisata internasional dan Kota DKI Jakarta mencoba mewujudkan visi misinya yang dikutip dihalaman VISI JAKARTA SMART CITY, Mewujudkan Jakarta kota maju dengan layanan publik berbasis IT (smart city) yang menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga secara efektif.