Cari Blog Ini

Jumat, 04 Maret 2022

Bagaimana Mendesain Kota Ramah untuk Anak-Anak?



Satu miliar anak sekarang tumbuh di daerah perkotaan. Tetapi tidak semua kota direncanakan dengan memikirkan kebutuhan mereka.(UNICEF,2012)Alih alih ingin mencari cara untuk memberikan ruang kepada anak anak untuk mengakses ruang publik, pemerintah kota lebih cenderung memperhatikan kota hanya bisa di akses untuk orang dewasa saja. Perihal akses untuk anak anak tidak secara lengkap tertuang dalam kebijakan kebijakan ruang publik yang ramah untuk anak anak.

Pada tahun 2050 sekitar 70 persen orang akan menjadi kaum urban, dan mayoritas dari mereka akan berusia di bawah 18 tahun. Saat ini, lebih dari satu miliar anak tumbuh di kota.

Menurut (“Initiatives | Child Friendly Cities Initiative,” 2021) Indonesia belum termasuk negara yang masuk dalam Inisiatif Kota Ramah Anak dari UNICEF di asia timur dan pacific hanya ada 3 negara yaitu China , vietnam dan Mongolia. 

Apa itu Kota Ramah Anak (CFC)? sistem pemerintahan lokal, kota ataupun sebuah  komunitas yang memiliki komitmen kuat dalam hal peningkatan nilai-nilai kehidupan anak-anak. Komitmen itu bisa dengan mewujudkan hak-hak mereka sebagaimana diartikulasikan dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak. Secara garis besar, itu adalah kota, kota atau komunitas di mana anak-anak: 

Dilindungi dari eksploitasi, kekerasan dan pelecehan, Mulailah hidup dengan baik dan tumbuh sehat dan diperhatikan, Memiliki akses ke layanan sosial yang berkualitas, Rasakan pendidikan dan pengembangan keterampilan yang berkualitas, inklusif dan partisipatif, Mengekspresikan pendapat mereka dan memengaruhi keputusan yang memengaruhi mereka, Berpartisipasi dalam keluarga, budaya, kota / komunitas dan kehidupan sosial, 

Faktor lingkungan yang aman dan bersih serta akses ke ruang hijau kota yang memiliki seperangkat tempat bersenang senang dan bermain-main dan bersikap adil tanpa ada pilih kasih memandang asal jenis kelamin, agama, etnis atau kemampuan mereka.(Unicef, 2020)

Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana yang telah diubah dengan UU No. 35 tahun 2014 sebagai payung hukum dalam memberikan perlindungan kepada anak. Merupakan alat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  untuk memberikan Perlindungan, perhatian pengembangan kepada Anak dengan cara mengeluarkan berbagai kebijakan terkait anak.





Kriteria yang digunakan adalah pendidikan, Lingkungan Hidup, Kesehatan / Survival, Penyertaan, Partisipasi, Bermain / Waktu Luang dan perlindungan. ketujuh kriteria ini perlu menjadi rujukan dalam pengembangan desain kota ramah anak yang sedang di galakkan oleh pemerintah Indonesia. Kota Kota wajib memiliki 7 kriteria tersebut sebagai parameter keberhasilan dan keberlanjutannya.

Tidak hanya desain yang lebih baik akan membantu anak-anak ini berkembang dan menjadi orang dewasa yang lebih sehat dan lebih sukses, tetapi perencanaan untuk anak-anak, dengan jangkauan yang lebih terbatas dan kecepatan yang tidak tergesa-gesa, berarti secara bersamaan merencanakan untuk kelompok rentan lainnya, seperti orang cacat dan orang tua. 

Dan kesejahteraan anak-anak dapat memiliki cara menyatukan para pembuat kebijakan yang tidak setuju pada hampir semua hal lainnya.

Tetapi nasib anak-anak kota dan peran mereka dalam membentuk kehidupan kota bisa menjadi topik yang penuh dengan tantangan. KaBOOM, organisasi nirlaba AS yang bekerja untuk menyediakan ruang bermain yang dirancang masyarakat untuk anak-anak yang hidup dalam kemiskinan, mengatakan narasi kota ramah anak telah meningkat dalam satu tahun terakhir. 

KABOOM! menciptakan konsep Play Everywhere untuk menginspirasi anak-anak untuk bermain setiap hari dan memasukkannya ke dalam rutinitas normal mereka. Inovasi dan instalasi ini membawa permainan ke ruang yang tidak terduga, tetapi setiap hari, membuat permainan mudah dan tersedia untuk anak-anak dan keluarga. 

Meskipun taman bermain dapat memberikan oasis yang menyenangkan untuk bermain, permainan harus tersedia di tempat lain untuk menyertakan peluang bermain di mana anak-anak, dan pengasuhnya. 

Jadi maksud dari merancang kota untuk anak-anak adalah bukan hanya tentang membangun lebih banyak taman bermain, namun seberapa penting ruang tersebut dan akan terus berlanjut, namun aspek utama dalam kebebasan sehari-hari dan infrastruktur anak-anak.(Kirk, 2018) 

Kebebasan setiap hari mengacu pada kemampuan anak-anak untuk bepergian dengan aman dengan berjalan kaki atau bersepeda dan tanpa orang dewasa di lingkungan mereka ke sekolah, ke pusat pemulihan, ke sebuah taman. 

Infrastruktur anak-anak berarti jaringan ruang dan jalan yang dapat membuat kota ramah anak dan mendorong kebebasan sehari-hari ini.



Kota Barcelona bisa kita jadikan contoh untuk sebuah kota dengan konsep superblok yang berbentuk persegi dengan pendekatan intervensi trotoar yang lebih luas, jalur pejalan kaki yang dilindungi dan mobil hanya diperbolehkan dijalur perimeter luar dari superblock sehingga tercipta ruang besar kosong untuk pejalan kaki dan pesepeda (Unimed, 2013)

Intervensi lain yang bisa direkomendasikan termasuk halte bus dan trem yang mengundang permainan kreatif, seperti halte bus percontohan di Singapura yang dilengkapi ayunan dan rak buku untuk dibaca oleh para anak anak sehingga wujud kota menjadi lebih humanis terhadap anak anak.

Ada alasan lain mengapa nilai ruang publik yang baik untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak tidak boleh diremehkan, Para pemimpin kota perlu merasa bahwa mereka dapat menyelesaikan sesuatu.

Studi literatur tentang Ekologi Sosial Perkotaan di Asia Tenggara dengan Kota Chicago



Ekologi Sosial Perkotaan Johhny Miller 

Teori ekologi sosial perkotaan yang lebih dikenal sebagai mazhab Chicago muncul pada  tahun 2000-an, kenapa diberi nama mazhab Chicago, menurut beberapa literatur dikarenakan model kota Chicago yang tumbuh pesat dan memiliki permasalahan yang hampir mirip dengan perkotaan- perkotaan besar di Asia Tenggara.
 
Ekologi Sosial Perkotaan 

Permasalahan arus-arus migrasi dari berbagai etnis yang secara sporadis membuat kacau namun dibutuhkan Kota Chicago untuk mendukung pertumbuhan kota yang praktis menjadi tidak terkendali menurut para Sosiolog.
 
Struktur kota besar yang luas dan memiliki kecenderungan sifat heterogen dari berbagai golongan etnis, diferensiasi pekerjaan dan kriminalitas, hal ini muncul dari prinsip keteraturan dan integrasi nyata. Struktur- struktur yang terpilah-pilah pada kota Chicago dengan ciri-ciri hubungan Ekologi Sosial Perkotaan yang khas.

ideologi integrasi Amerika

Di bawah pengaruh ideologi integrasi Amerika, teori yang pada mulanya sangat luas ini semakin di desak ke arah menyesuaikan sistem lingkungan kota untuk dapat mengatur diri sendiri, di mana hubungan kota dengan lingkungan sosial masyarakat manusia dan ekonomi semakin diabaikan. 
 
Dalam hal ini diabaikan juga suatu kenyataan, bahwa urbanisasi yang pesat di kota-kota Amerika dengan susunan masyarakat kapitalis yang berkembang terjadi tanpa halangan. Kota terdiri dari wilayah alami dan wilayah sosial. Dan oleh arus migrasi asing yang tak cocok yang masuk ke dalam struktur wilayah sosial, saling menyesuaikan diri dan menjaga keseimbangan, kota kemudian berubah bentuk. 
 
Urbanisasi sebagai suatu cara hidup di mana pemusatan penduduk di dalam kota dianggap sebagai independen variabel Ekologi Sosial Perkotaan yang menentukan kemungkinan-kemungkinan hidup individu, serta interaksi antar individu.

Ini akhirnya menjurus ke penelitian masyarakat Amerika yang dipengaruhi metode-metode antropologi sosial. Wilayah-wilayah sosial dengan ciri-ciri sosial dan ekonomi kota tersusun menyerupai bentuk lingkaran bertingkat yang mengelilingi pusat. 

Teori lingkaran konsentris
.
Teori lingkaran konsentris menjadi topik yang paling sering dibicarakan karena relevansinya pada variabel-variabel pendukungnya yang membuat harga tanah; semakin dekat tanah dari pusat kota semakin mahal harganya, semakin jauh dari pusat kota semakin murah. 

Teori ini sangat relevan dengan kota-kota di Asia.
 
Analisa Ekologi Sosial Perkotaan pada kota-kota Amerika membatasi lebih lanjut permasalahan ekologi Sosial, tetapi memperluas basis data dengan memanfaatkan bahan-bahan sensus yang lebih luas. Mereka menganggap bahwa, segregasi etnis, status sosial dan budaya kota adalah variabel kunci ciri demografi.

Berbagai karya dapat menunjukkan, bahwa model konsentris untuk faktor struktur keluarga dan rumah tangga, model sektor untuk faktor status sosial dan model sel inti untuk faktor segresi etnis memberikan gambaran yang cukup jelas tentang Realita empiris ekologi Sosial kota-kota Amerika.
 
Dengan demikian struktur Ekologi Sosial Perkotaan dapat dibuktikan. 

Suatu penjelasan, mengenai asal mula terjadinya struktur ini, tidak dapat diberikan oleh wilayah sosial ini secara memuaskan. 

Struktur wilayah sosial kota di India mengacu pada model klasik di mana kasta-kasta tinggi berada pada pusat-pusat pemukiman, sedangkan status kasta yang lebih rendah semakin jauh dari pusat kota sesuai dengan urutan kastanya.