Cari Blog Ini

Rabu, 20 Juni 2018

Mencari Gagasan Logika Dalam Keilmuan Analogi


Rangkuman ini di buat berdasarkan materi buku Dasar Dasar Logika oleh Jacobus Ranjabar, BAB VIII berjudul Analogi, saya mendapatkan tugas untuk memberikan rangkuman mengunakan metode membaca, kemudian mencari gagasan utama dan kemudian memberikan point point terbaik dari bab tersebut. Kemudian memberikan contoh kasus dari materi bab tersebut.

Mencari Gagasan Logika Dalam Keilmuan Analogi


Berikut Gagasan utama yang bisa saya sadur dari buku tersebut.

Terdapat 5 point tentang Analogi yang bisa kita pelajari dari bab ini yaitu Makna Kata Analogi dan hubungannya dengan Filsafat Ilmu.

  1. Point penting tentang pengertian Analogi. Terdapat 2 makna dari analogi Analogi menurut bahasa Indonesia “KIAS”, bahasa Arab “GASA”= mengukur, membandingkan. 
  2. Macam macam Analogi. analogi induktif yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis, Makna lainnya analogi yang di susun berdasarkan persamaan prinsipal yang pada dua fenomena, kemudia ditraik kesimpulan dari fenomena tersebut. Analogi deklaratif atau analogi penjelas merupakan metode untuk menjelaskan sesuatu yang belum di kenal/samar.
  3. Cara cara menilai Analogi. Sebagai Berikut : 
    1. sedikit banyaknya peristiwa yang di analogikan, 
    2. sedikit banyaknya aspek aspek yang menjadi dasar analogi, 
    3. sifat analogi yang di buat, d. mempertimbangkan ada tidaknya unsur unsur. 
    4. Relevan dan tidaknya masalah yang di analogikan. Dari Ke lima aunsur tersebut harus relevan dan jauh lebih kuat daripada analogi yang berdasarkan pada lusinan persamaan yang tidak relevan.
  4. Kekeliruan dalam beranalogi (analogi yang pincang). Indikasinya yaitu karena membuat persamaan dalam membandingkannya yang tidak tepat dan tidak relevan. Sehingga tidak mudah untuk diterima atau memenuhi syarat.
  5. Argumen argumen berdasarkan Analogi. perbandingan dalammengambil keputusan yang mengakibatkan proses penalaran yang di ekspresikan dengan kata kata, dapat di katan argumen berdasarkan analogi.

Kesimpulan dari rangkuman ini 
yaitu semua tindakan yang mengakibatkan seseorang, grup atau komunitas bergerak dari satu pemikiran karena adanya argumen argumen baru yang mempengaruhi pola pikir dalam mengambil keputusan dapat di katakan mereka mengalami pola berpikir Analogi yang terstruktur.

Contoh dari kasus Analogi :
Seorang mahasiswa berjalan ke kampus kemudian dia ingin mencari ilmu di kelas, namun tidak di dapatkan mahasiswa lain dan professor yang mengajar. Sehingga dia tidak tahu harus kemana mencari ilmu baru tersebut. Dia berjalan dan bercakap-cakap dengan beberapa mahasiswa yang sedang duduk dan makan di kantin. Dia sedang menerima beberapa argumen analogi yang jelas mempengaruhi pola berpikir Analoginya. Dia akan ke kelas lain untuk mengikuti perkuliahan lain.

Namun di sepanjang jalan pria tersebut membaca sebuah petunjuk arah perpustakaan. Argumen baru muncul dari penglihatan visualnya yang kemudian di analogikan menjadi sebuah tindakan mencari sumber ilmu baru adalah di perpustakaan dengan membaca buku buku.

berikut adalah artikel berjudul Mencari Gagasan Logika Dalam Keilmuan Analogi

Senin, 11 Juni 2018

Critical Review : URBANISASI dan SUBURBANISASI

 


Tulisan ini berbentuk critical review dari paper berjudul Urbanisasi dan Suburbanisasi perkotan yang berjumlah 8 halaman. Makalah tersebut di tulis oleh 3 orang mahasiswi Prodi Manajemen Perkotaan untuk tugas kelompok 1 Sosiologi perkotaan, yang di presentasikan pada tanggal 29 september 2017.

Dalam makalah tersebut di bagi 4 bab yang menjelaskan berbagai macam permasalahan perkotaan akibat dari Urbanisasi dan efek suburbanisasi.

Pada bagian pertama pembahasan tentang Urbanisasi berlebih, tidak di jelaskan arti kata Urbanisasi berlebih dalam paragraph ini, susah untuk di pahami secara harfiah. Penulis makalah juga tidak dapat memberikan batasan batasan tentang makna urbanisasi berlebih. Banyak study tentang urbanisasi dan jurnal jurnal ilmiah yang sudah membahas mengenai cara menghitung atau formula yang bisa di adaptasikan oleh para peneliti untuk menghitung urbanisasi berlebih. Yaitu jurnal yang ditulis oleh Asep karsidi dan anotnius B wijanarto berjudul “Prediksi Pertumbuhan Urbanisasi menggunakan Model Regresi Logistik : studi Kasus di bogor, provinsi Jawa Barat , Indonesia”. Di dalam jurnal tersebut membahas topic prediksi pertumbuhan urbanisasi, sehingga urbanisasi berlebih bisa di prediksikan, berbeda pendapat dengan penulis makalah kelompok 1.

Pada bagian pertama juga di bahas 3 gejala sebuh kota tumbuh terlalu pesat. Pada point point tersebut tidak di jelaskan waktu atau moment bagaiman perkotaan tersebut tumbuh pesat, hanya di jabarkan ciri cirri penduduk kota yang miskin dan perkotaan menjadi tidak layak huni. Menurut Sujart (1989) factor perkembangan pesat sebuah kota adalah 3 faktor yaitu yang pertama adalah faktor manusia, kedua Faktor kegiatan manusia dan faktor pola pergerakan. Ketiga faktor tersebut menumbuhkan pesat masyarakat perkotaan, baik pertumbuhan urbanisasi berlebih tersebut.

Kesimpulan pada topic pertama ini adalah setiap pola pola pertumbuhan kota harusnya berdasarkan 3 faktor menurut Sujarto (1989) bukan faktor yang lain yang tidak relevan.

Pada topik kedua membahas Industrialisasi dan urban bias, menurut para penulis makalah : Kebijakan yang mengutamakan kota (urban Bias) akan memperlebar jurang pendapatan antara kota dan desa. Keadaan ini mendorong tetap berlangsungnya tingkat migrasi yang tinggi meskipun penganguran di kota meningkat terus. Di point ini penulis makalah sudah dengan gambling menjelaskan perkembangan industrialisasi terhadap kota kota. Bagaimana sebuah kota di tuntut untuk mengarahkan system permodalah dan keuangannya untuk di gelontorkan ke sector industry untuk menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya. Namun yang paling penting adalah krritikan tentang pola penyebaran dari lokasi industry tersebut tidak boleh di letakkan dalam satu system area, harus terbagi bagi dengan beberapa sector system sehingga industrialisasi tidak selalu mengakibatkan urbanisasi dan pengumpulan massa dalam satu tatanan perkotaan. Karena industrialisai termasuk teori yang di jabarkan oleh Sujarto (1989). Manusia dan kegiatan manusia mengakibatkan pola pergerakan ekonomi.

Menurut penulis industrialisasi merupakan satu satunya jalan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebsan, kemudian muncullah kebijakan memprioritastkan industrialisasi. Penulis makalah ini terlalu cenderung menilah hal hal yang bersifat negatif dari industrialisasi untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat perkotaan dan urbanisasi. Saya pernah menyaksikan segua film berjudul “Manufactured Landscape” ini adalah segua film documentari tentang bagaimana masyarakat china membangun negara mereka dengan industrialisasi. Republik rakyat china berrevolusi ekonomi mereka dengan proses industriasi ruang dan kehidupan perkotaan dan pedesaan. Masyrakat pedesaan yang memproduksi peralatan peralatan konsumsi masyarakat modern, kemudian masyarkat perkotaan yang menjualkan ke luar negeri, masyarkat perkotaan juga yang menyiapkan desain atau ide ide untuk produk industrialisasi. Kemudian pemerintah china mendorong hasil produksi industri di ekspor dengan berbagai kemudahan.

Sehingga kesimpulan untuk topik kedua ini, tidak preleva jika para penulis makalah tersebut menyebut industrialisasi megakibatkan perkotaan menjadi banyak pengagguran.

Topik ketiga dari makalah kelompok satu membahas tentang dari produksi massa ke konsumsi massa. Di sini di jabarkan bagaimana gaya hidup rumah tangga masyarakat perkotaan tidak sanggup menyediakan komoditas sendiri(produksi sendiri) berbera dengan masryakat pedesaan. Ketidak mampuan menciptakan kebutuhannya sendiri ini yang memancih massa untuk melakukan pergerakan.

Topik ke empat adalah urbanisasi dan suburbanisasi di indoneisa, dalam presentasi powerpoint yang disampaikan oleh kelompok satu, materi urbanisasi dan suburbanisasi nampak paling di kuasa dan paling dominan, sehingga materi yang lain tidak tersampaikan dengan baik. Mobilisasi penduduk menjadi kata yang paling dominan dipermasalahan urbanisasi dan suburbanisasi, bagaiaman kelompok satu menjelaskan bagaiaman membuaka lahan baru untuk tumbuhnya suburbanisasi namun tidak di sertai oleh efek di kemudian hari bahwa lahan yang di buka di tepi jalan akan deruba fungsi dari harga murah menjadi harga mahal, daya beli masyarakat pun akan deruba di daerah suburban yang di lewati jalur utama kendaraan. Potensi daerah simpul simpul kota yang saling mengikat tidak di jabarkan dan di orientasikan bagaimana cara menghadapai simpul simpul tersebut, apakah mendukung daerah suburbanisasi atau malah merugikan daerah kawasan baru.

Kesimpulan dari critical review dari saya adalah, penulis makalah seharusnya lebih mengkonsep topik topik menjadi satu judul yang lengkap mewakili dari empat topik bahasa. Contoh Urbanisasi dan suburbanisasi berlebih mendorong sistem indrustrialisasi dan peralihan massa di perkotaan. Perlu di perbanyak kutipan dari berbagai literatur yang menyampaikan teori urbanisasi, seperti teori urbanisasi di negara berkembang (Ever dan Korff ,2002), unsur utama dari sektor informal (mcgee dan yeung, 1978), teori perbedaan struktur masyarakat (Smelser,1963), konseptual urbanisasi berdasarkan aspek aspek (Nia K pontoh, 2008)

Critical Review : Dimensi Sosial , Spasial Kota

 


Critical review untuk materi makalah kelompok 5 yang berjudul Dimensi sosial spasial kota, materi ini tidak di presentasikan di hadapan penulis. Penulis berusaha mereview berdasarkan materi dari makalah yang dishare di grup email bersama anggota kuliah sosiologi perkotaan. Materi makalah itu di tulis oleh SYAMSUARDI, ADE GUNA SAPUTRA, sesama mahasiswa prodi manajemen perkotaan Universitas hasanuddin makassar

Paragraf pertama dari materi yang di paparkan adalah dimensi sosial spasial kota, di sini di jabarkan tentang konsep dasar sosiologi spasial, yang di tulis sebagai berikut , setiap manusia menepati ruang, kebutuhan akan ruang ini tergantung dari beberapa faktor antara lain ekonomi, sosial , pendidikan dan sebagainya. Di sini jelas di jabar kan bahwa masyarakat membutuhkan ruang untuk hubungan sosialnya. Beberapa rujukan juga di tulis di paragraf ini , seperti menurut Schulz.1985 dan marti nuswantoro (2004;5). Di mana sistem spasil dapat di gambarkan saling keterkaitan antara man, space dan time. Kemudian di jelaskan juga tentang paragraf perubahan sosial dan ekonomi berdasarkan disparitas geografis di seluruh dunia.Penjelasan tentang 3 keunggulan kota hingga dominasinya di jelaskan dengan baik, namun kritik saya pada paragraf dan topik ini yaitu tidak di sediakannya perbandingan antar materi yang di jabar kan. Jika membahas kota atu pedesaan hingga materi perkembangan sosial alangkah baiknya di jabarkan contoh studi kawasan yang sudah aplikabel terhadap materi tersebut. Penjelasan teori lebih mudah di serap jika memiliki perbandingan yang jelas dan terstruktur.

Kemudian paragraf kedua, mengenai Akses Ke Ruang kota, di sini penulis makalah memberikan asupan materi tulisan yang terkesan mengambang karena hanya membahas kondisi kota secara garis besar, tanpa membahas akses ruang apa yang di maksud. Tidak jelas penjabaran mengenai akses ke ruang kota mengakibatkan tidak dapat di pahami bahwa tulisan ini tidak terstruktur secara rapi dan dapat di urutkan dari kalimat pertama hingga kesimpulan paragraf. Saya hanya menangkap materi penjebaran urbanisasi dalam penekanan ekspansi dan aggregasi. Perlu perambahan materi lebih luas dari daftar pus taka baru agar dapat di mengerti.

Paragraf ketiga penulis makalah memberikan judul “perubahan konsep kepemilikan tanah”. Materi ini sangat jelas menarik saya sebagai pembaca makalah. Saya berharap pada penjabaran baru mengenai konsep kepemilikan tanah terhadap kebutuhan ruang di perkotaan. Di paragraf ini hanya menjelaskan siapa saja temili tanah tapi tidak di jabarkan konsep apa kepemilikan tanah. Saya kurang mendapatkan visualisasi maksud dari konsep kepemilikan tanah terdapat ruang spasial perkotaan. Kemudian muncul topik algomerasi dan despritas wilayah, maksud pemakalah adalah menjelaskan konsep dasar sosiologi spasial , yaitu setiap mansa membutuhkan ruang berdasarkan ekonomi dan sosial pendidikan. Hal ini sama dengan penjelasan materi Dimensi Spasial sosial kota, sehingga tidak ada hal baru yang perlu d jabarkan di paragraf ini. Hal menarik terakhir dari makalah ini adalah penjelasan bab Sosiologi perkotaan, ini adalah paragraf terakhir dari makalah yang di tulis dari kelompok 5. Di sini di jelaskan ekspansi warga keturunan China di negara Malaysia yang datang berbarengan dengan kapitalisme modern, kemudian di jelaskan masyarakat pendatang tersebut menguasai semua sektor berbanding dengan masyarakat peribumi. Kemudian makalah tersebut menjelaskan bahwa ketidak-seimbangan sosial muncul karena masyarakat pendatang dari China menguasai daerah perkotaan, sedangkan pribumi pindah ke desa desa.

Kesimpulan Saya sebagai pereview makalah berjudul dimensi social spasial kota, mendapatkan sebuah kelimuan baru berjudul “KEBUDAYAAN URBANISASI” hal ini menjadi menarik karena pernulis menjelaskan ternyata ada sebuah kebudayaan urbanisasi, yaitu masyarakan desa yang memiliki nilai kekerabatan desa social culturenya di bawa ke kota kota dan mereka cenderung melestarikan karakter pedesaannya di mana rumah rumah di bangun rapat di atas tiang dan memelihara ayam di bawahnya. System social kebudayaan urbanisasi ini hampir mirip dengan istilah kebudayaan miskin, yang menjadi topic kelompok 4, atau materi dari saya.

Kamis, 07 Juni 2018

Mengenal Kawasan Industri Kariangau berdasarkan RTRW kota Balikpapan

Kota Balikpapan adalah sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki perekonomian terbesar di seantero Kalimantan, dengan total PDRB mencapai Rp79,65 triliun pada tahun 2016. Kota Balikpapan merupakan kota terpadat ke dua setola kota Samarinda di kalimantan timur.

Kawasan Industri Kariangau seluas 2.721 Ha merupakan kawasan peruntukan industri yang merupakan sarana untuk mendorong kegiatan industri berbasis penggunaan SDA Terbarukan. Kegiatan Industri: Industri Agro, Industri Konstruksi, Industri Migas, Industri Perkayuan, Indstustri transportasi. Infrastruktur utama adalah jalan poros yang terletak di kilometro 13 dengan panjang 12 km terdiri dari 2 lajur Jalan yang terkoneksi oleh jalur tol samarinda balikpapan.

Kawasan Industri adalah suatu daerah yang di dominasi oleh aktivitas industri yang mempunyai fasilitas kombinassi terdiri dari peralatan peralatan pabrik (industrial plants), sarana penelitian dan laboratorium untuk pengebangan bangunan perkantoran, bank serta fasilitas sosialdan Fasilitas umum (Dirdjojuwono, 2004). Berbagai macam infrastruktur sudah di bangun dengan cara peralihan fungsi secara besar besaran demi target pengembangan axstrategis ber integrasi dalam kurun waktu 20 tahun sejak 2012.

Kawasan Industri Kariangau ini berada di teluk Balikpapan yang di huni oleh berbagai macam ekosistem darat, laut dan udara. Satwa yang di lindungi seperti bekantan, Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.1787) adalah jenis satwa yang temasuk kedalam ordo Primata, famili Cercophitecidae, dan sub-famili Colobinae (Jolly,1972). Jenis primata ini tergolong langka dan endemik Kalimantan, dengan habitat terbatas pada hutan bakau, hutan di sekitar sungai dan habitat rawagambut yang sebagian telah terdegradasi oleh berbagai aktivitas manusia.(Strategi dan rencana aksi konservasi Bekantan tahun 2013-2022.

Peta rencana kawasan strategis kota balikpapan (sumber RTRW kota)

peta rencana pola ruang kota Balikpapan (sumber RTRW kota)

peta rencana struktur ruang kota balikpapan (sumber RTRW kota)