Cari Blog Ini

Jumat, 27 Oktober 2017

Pekerja Sek Komersial Di Kota Balikpapan (Studi Kasus di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan)

Balikpapan merupakan sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Balikpapanmemiliki penduduk sebanyak 735.850 jiwa, yang merupakan 22 % dari keseluruhan penduduk Kaltim. Lokasi paling strategis adalah jalur utaman jalan jenderal sudirman balikpapan, yang merupakan akses utama pusat kota balikpapan. 
Apabila kita teliti lebih dalam mengenai penduduk yang tinga di kota ini, penulis meilih untukmelakukan analisis mendalam pada kehidupan malam di sepanjang jalan jenderal sudirman balikpapan. Mungkin prilaku dan latar belakang mengapa tumbuh prostitusi di lokasi tersebut belum di ketahui. Hal tersebut menjadi alasan penulis untuk melakukan analisis, pengamatan aktual tentang prostitusi di sepanjang jalan jenderal sudirman balikpapan. 

Setelah melakukan observasi dan riset lapanganmengenai lokasi lokasi tempat beredarnya pelaku prostitusi di kota balikpapan, tepatnya di sepanjang jalur utama jenderal sudirman balikpapan, maka alasan penulis memilih jalur jalan jenderal sudirman karena merupakan jalur utama dan jalur pusat kota balikpapan. Selain itu lokasi jalur ini merupakan jalur paling mudah untuk melakukan observasi dan analisi prilaku di malam hari. 

Didapat beberapa kajian prilaku orang orang yang berkumpul di beberapa titik yang di curigai sebagai lokasi prostitusi tersebut. Para prostitusi muncul di mulai pukul 23;00 malam hari hingga pukul 4;00 pagi hari. 

Prilaku awal adalah muncul wanita wanita di warung warung klontok di beberapa titik jalan jenderal sudirman. Kemudian beberapa tindakan interaksi dari wanita wanita yang ada di warung tersebut bisa di kategorikan sebagai penawaran atau percakapan untuk mencari pelanggan, yaitu dengan cara mendekati kendaraan bermotor yang berhenti di radius 10 meter dari mereka berdiri. Berikut hasi analisa observasi lapangan : Tabel dan gambar dapat disusun misalnya seperti di bawah ini.
Gambar 1. Foto hasil observasi taman bekapai balikpapan yang terletak di pusat kota balikpapan. Terdapat beberapa wanita paruh baya dan lanjut, yang duduk duduk sendiri sendiri di kegelapan, di pojok taman bekapai dekat pangkalan ojek. Foto di ambil pada malam har pada puluk 23;26

Tabel 1. Table variable apa saja yang di pakai untuk mengklasifikasikan tempat, waktu, dan jumlah fisik dari para prostitusi yang berlokasi di Jalan jenderal sudirman balikpapan.
No
lokasi
waktu
Ciri lokasi
Kepadatan kendaraan
Jumlah tunasusila
Ciri fisik
1
Taman Bekapai
22;00-24:00
Remang remang
Sepi
6
Wanita tua
2
Seberang kanida farma
23;00-02:00
Remang remang
Sepi
5
Wanita muda
3
Depan Jamsostek
24;00-04:00
Gelap
Sepi
6
Waria
4
Depan Bank Danamon
24;00-04:00
gelap
sepi
7
waria
 
Gambar 2.foto di seberang kanida farma, beberapa wanita duduk di atas motor, dengan pakaian seronok dan terbuka. Mendekati sepeda motor atau mobil yang berhenti di radius 10 dari mereka berdiri. Foto di ambil sebagai bukti pengamatan lokasi di malam hari pada pukul 23;55 di jalan jenderal sudirman balikpapan

Respon pemerintah terhadap prostitusi : Perwal No. 21 Tahun 2014 tentang Kawasan Bebas Prostitusi  
  •  BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 4. Prostitusi adalah segala bentuk kegiatan yang meliputi ajakan, rangsangan, rayuan, membujuk, mengorganisasi, memberikan kesempatan, melakukan tindakan, atau memikat orang lain dengan perkataan, tulisan, isyarat, tanda atau perbuatan lain dengan tujuan untuk melakukan hubungan seks, termasuk tetapi tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran atau perbuatan cabul 
  • BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 5. Kawasan Bebas Prostitusi adalah kawasan yang meliputi seluruh wilayah Kota Balikpapan yang tidak diperkenankan adanya kegiatan prostitusi  
  • BAB III LARANGAN Pasal 4 Setiap orang dilarang melakukan kegiatan prostitusi dalam wilayah Kota Balikpapan, yang meliputi: a. menjadi mucikari dalam wilayah Kota Balikpapan; b. menjadi Pekerja Seks Komersial; c. mengajak, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi Pekerja Seks Komersial; d. memfasilitasi kegiatan prostitusi; dan e. menggunakan jasa Pekerja Seks Komersial. 
  • BAB IV PENGAWASAN(1) Setiap orang yang mengetahui tempat/bangunan/lokasi terjadinya prostitusi dapat melaporkan kepada aparat di lingkungan Pemerintah Daerah atau pejabat yang berwenang. 
  • BAB IV PENGAWASAN(2) Pemerintah Daerah wajib melakukan pengawasan terhadap semua tempat hiburan, rumah, kos-kosan dan tempat-tempat yang patut diduga sebagai tempat kegiatan prostitusi.
Hasil survei ini bisa menjadi studi kasus bahwa pemugaran tempat prostitusi di kilometro 17 kota balikapapan, tidak menghasilkan solusi aktif. Jika di perhatikan prostitusi masih saja tumbuh dan terjadi di posisi posisi tersebut. Pasca Penutupan Lokalisasi Km 17 pendapatan masyarakat yang bekerja dalam kegiatan lokalisasi menurun dan membuat biaya pendidikan anak tidak tercukupi. Masyarakat yang tidak memiliki keterampilan dan telah berumur tidak dapat mencari pekerjaan lain, walaupun kembali berkebun tapi hasil kebunnya harus menunggu panen berbulan-bulan (Hendra Setiadi, jurnal unmul)

Kesimpulan Agar di temukan solusi permasalah sosiologi kependudukan perkotaan di kota Balikpapan, agar tidak merusak masyarakat secara sporadis (tidak teratur). Mendapatkan parameter untuk menerapkan solusi para prostitusi. Memetakan lokasi lokasi bahaya prostitusi di kota balikpapan

Daftar Pustaka
  • Janif Zulfiqar, Nur Fitriah, Enos Paselle, 2014, Analisis Kebijakan Penutupan lokalisasi Prostitusi KM 17 di balikpapan (http://ar.mian.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/03/Jurnal%20Janif%20 (ganjil)-ok%20(03-06-14-08-04-05).pdf – diunduh 25-10-2017)
  • Hendra Setiadi1, 2014, Dampak Kebijakan Penutupan lokalisasi Km 17 terhadap Kesejahteraan Sosial Masyarakat Kota Balikpapan Kecamatan Balikpapan Utara Kelurahan Karang Joang RT 37 dan RT 38 (http://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2014/08/artikel_journal_mulai_hlm_ganjil _hendra%20(08-28-14-10-02-42).pdf – diunduh pada tanga 26-10-2017))

Senin, 23 Oktober 2017

BRT Curitiba, Pencetus Bus Transit bernama Busway

terminal BRT di salah satu sudut curitiba, brazil
saya mendapatkan artikel tentang BRT atau kita kenal dengan nama bus rapid transit. Sistem BRT adalah sistem transportasi berbasis bis yang nyaman, ekonomis dan terjadwal dengan baik, sistem ini mengkoneksikan semua bus kedalam koridor koridor yang tersusun dengan baik. 


Di Curitiba, kota terbesar dalam hal populasinya nomor 8 di Brazil ini menerapkan sistem Bus Rapid Transit pertama kalinya di dunia. Mulai pada tahun 1974, BRT ini melayani jumlah kilometer hanya 81 km, dan terdapat perhentian setiap 500m, untuk membuat perjalanan dengan transportasi umum menjadi mudah dan menarik.


Curitiba memiliki sistem transportasi yang unik, dikembangkan secara lokal dan menghasilkan banyak minat di seluruh dunia.  di Indonesia sudah menerapkan sistem ini, namun pemda DKI Jakarta meniru TransMilenio di Bogotá, Kolombia

Okey kita awali pada awal 1960-an, Curitiba mengembangkan Rencana Induk Transportasi yang komprehensif. Pada tahun 1974, jalur BRT pertama dibuka di sepanjang salah satu koridor transit untuk meningkatkan serapan angkutan umum. BRT adalah jantung dari pembangunan berorientasi transit ini.

Dengan Pengoperasian BRT berdampak jelas terhadap jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan dengan angkutan umum dan oleh jarak rata-rata perjalanan warga. Pada tahun 1970-an, sekitar 7% dikumandangkan oleh angkutan umum.

Pada tahun 2006 hampir 75% menggunakan angkutan umum untuk pergi bekerja. Ini sama dengan 23.000 penumpang per jam melebihi kota New York, kota paling berorientasi transit di Amerika Serikat (Garrick et al. 2006).

Jaringan terpadu transportasi publik Curitiba mempertahankan 2.100 bus (1.500 di perimeter perkotaannya dan 600 perimeter lainnya di dalam metropolitan terpadu). Dari 1.500, 1.280 beroperasi setiap hari dan mengangkut 2.040 juta penumpang setiap hari kerja (1,55 juta dari dalam wilayah Curitiba, dengan total 800.000 penumpang yang membayar tarif; dan 490.000 dari dalam Wilayah Metropolitan di mana 230.000 tarif berbayar).

Bus melakukan perjalanan setiap hari di sepanjang semua rute Curitiba dan sekitarnya, didistribusikan di antara 385 jalur yang berbeda (285 di antaranya perkotaan dan 100 di daerah metropolitan) dan 5.000 halte bus.

stasiun unik berbentuk tabung, berbeda dengan tranjakarta (google image)

Selain halte bus ini, ada 351 stasiun tabung dan 29 terminal terintegrasi. Pendekatan pertumbuhan cerdas di Curitiba tidak diragukan lagi telah mengarah pada lingkungan yang menarik. Curitiba mampu menarik pekerja terampil dan beragam industri.

Kesimpulan dari artikel ini adalah Indikasi yang baik tentang kualitas kehidupan yang dicapai di Curibita adalah PDB yang lebih tinggi dan tingkat pengangguran yang lebih rendah daripada rata-rata Brasil. Indikator kelayakan hidup, seperti jumlah ruang hijau per kapita, juga memberikan indikasi yang baik tentang seberapa menarik sebuah kota.

Saat ini Curitiba memiliki 55m² ruang hijau per penduduk - tingkat yang jauh lebih tinggi dari 16m² per penduduk yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

prinsip utama dari Master Plan adalah untuk memberikan prioritas pada moda transportasi yang lebih murah dan lebih bersih serta mengarahkan pertumbuhan kota di sepanjang lima koridor transportasi penggunaan lahan campuran linier. Rencananya lebih lanjut termasuk banyak program untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan sosial kota (Garrick, 2006).

Selain itu, Curitiba secara dramatis meningkatkan alokasi ruang publik untuk pejalan kaki dengan area bebas mobil utama di pusat kota. Zona pejalan kaki juga bertindak sebagai layanan feeder ke sistem BRT dengan mengurangi gerakan pejalan kaki menuju stasiun.

Namun, bukan hanya pusat kota yang dibangun dengan ramah pejalan kaki. Sebagian besar jalan utama memiliki trotoar besar yang menyediakan lingkungan yang aman bagi pejalan kaki. Sepeda terintegrasi dengan baik ke dalam sistem bus. Saat ini 150 km dari bikeways telah dibangun. Parkir sepeda memungkinkan pengendara sepeda untuk dengan nyaman menyimpan sepeda di lokasi.

Bagaimana dengan jakarta dan yogyakarta? apakah BRT busway memberikan efek wisata, atau merubah masyarakat menjadi walkable city? apakah tetap menggunakan kendaraan pribadi jika kemana mana.

well mari kita tunggu 10 tahun lagi hasil dari BRT versi Indonesia.

referensi artikel :
http://www.itdp-indonesia.org/
http://www.digitalcommons.calpoly.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1034&context=crpsp http://www.reimaginerpe.org/curitiba-bus-system
https://www.theguardian.com/cities/2016/may/06/story-of-cities-37-mayor-jaime-lerner-curitiba-brazil-green-capital-global-icon