Cari Blog Ini

Sabtu, 21 Juli 2018

Membangun ketahanan perkotaan di Indoensia

Ketahanan Perkotaan di Indoensia (sumber IKUPI)

 

Ketahanan Perkotaan telah dengan cepat menjadi istilah populer di banyak disiplin termasuk disiplin perencanaan kota. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep ketahanan semakin banyak digunakan dalam kebijakan dan strategi perkotaan. 
Istilah Ketahanan Perkotaan
Ketahanan tampaknya cepat menggantikan keberlanjutan. Konsep keberlanjutan telah berada di garis terdepan dalam wacana kebijakan perkotaan sejak Komisi Brundtland Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan konsep pembangunan berkelanjutan pada tahun 1987. Keberlanjutan bertujuan untuk meminimalkan dampak aktivitas diperkotaan terhadap lingkungan. Keberlanjutan membuat lingkungan kembali seimbang, tetapi perilaku lingkungan sulit diprediksi. 

Kita hidup di lingkungan dengan rasa ketidakpastian dan ketidakpastian yang tinggi. Ada banyak peristiwa lingkungan yang berada di luar kendali kita dan kita perlu bertahan hidup ketika lingkungan menyerang kita.

Mengacu pada CS Holling yang menciptakan ketahanan pada makalahnya di tahun 1973 tentang ekologi sistem

Ketahanan kata berasal dari resilire, Latin untuk memantul. 

Kemudian Yayasan Rockefeller menugaskan tim untuk mengembangkan tinjauan pustaka komprehensif ketahanan dan merilis laporan pada September 2011. Tinjauan ini berfokus pada tiga kerangka ketahanan termasuk ketahanan untuk objek, sistem dan sistem adaptif.

Ketangguhan untuk sistem adalah mempertahankan fungsi sistem jika terjadi gangguan. Sementara itu, ketahanan untuk sistem adaptif adalah kemampuan untuk bertahan, pulih dari, dan mengatur kembali sebagai respons terhadap krisis (Martin-Breen dan Anderies 2011). 

Bagaimana dengan ketahanan perkotaan? 

Saya mendefinisikan ketahanan perkotaan sebagai kemampuan masyarakat perkotaan untuk pulih dari bencana dan gangguan dengan cara yang berkelanjutan, menjaga kualitas hidup yang baik dan meningkatkan kapasitas penanggulangannya untuk mengurangi kerusakan dari bencana atau gangguan yang tidak dapat diprediksi. Masyarakat urban yang tangguh lebih siap menghadapi ketidakpastian dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang berubah.

Komponen Ketahan Nasional
World Economic Forum merilis Laporan Resiko Global 2013 dan memasukkan bagian ketahanan dalam laporan tersebut. Ini adalah Laporan Risiko Global Pertama dari Forum Ekonomi Dunia yang membahas risiko global dari perspektif ketahanan. 

Laporan ini mengidentifikasi lima komponen ketahanan nasional dan saya percaya lima komponen ini berlaku untuk konteks perkotaan.
  1. Komponen ketahanan perkotaan, ketahanan, redundansi, sumber daya, respon dan pemulihan merupalan komponen ketahanan perkotaan. Ketangguhan mengacu pada kemampuan untuk menyerap dan menahan bencana dan gangguan.
  2. Redundansi, istilah redundansi adalah kelebihan kapasitas untuk memungkinkan pemeliharaan fungsi inti jika terjadi bencana dan gangguan. 
  3. Ketertarikan melibatkan kemampuan untuk beradaptasi dan merespon fleksibilitas terhadap bencana dan gangguan dan mengubah dampak negatif menjadi positif. 
  4. Respons berarti kemampuan untuk memobilisasi dengan cepat dalam menghadapi gangguan. 
  5. Pemulihan perkotaan adalah kemampuan untuk mendapatkan kembali normalitas setelah bencana atau gangguan. 
Membangun ketahanan perkotaan mengacu pada pengembangan lima komponen ini dalam sistem perkotaan termasuk bangunan, infrastruktur dan masyarakat.

Model membangun komunitas perkotaan yang tangguh
Model yang dimaksud termasuk mode mitigasi dan mode adaptasi. 
  • Model mitigasi mengacu pada intervensi yang ditujukan untuk mengurangi risiko dan bahaya jangka panjang dan juga menghindari dampak bencana atau gangguan yang tidak dapat dikelola. 
  • Model adaptasi melibatkan penyesuaian yang ditujukan untuk memoderasi kerusakan jika terjadi bencana atau gangguan atau mengeksploitasi peluang bermanfaat dan juga mengelola dampak yang tidak dapat dihindarkan dari bencana atau gangguan. 
Membangun ketahanan perkotaan bukanlah program jangka pendek. Ini adalah program jangka panjang dan membutuhkan koordinasi di antara para pemangku kepentingan di kota termasuk lembaga pemerintah, perusahaan swasta, dan penduduk untuk mempersiapkan diri, bertahan dan pulih kembali dari bencana, gangguan dan tekanan kronis.

Tantangan Seratus dari 100 Kota Tangguh
Pada Mei 2013, Rockefeller Foundation mengumumkan Tantangan Seratus dari 100 Kota Tangguh. Yayasan Rockefeller menerima hampir 400 aplikasi dari kota-kota di seluruh dunia termasuk kota-kota yang berusia ribuan tahun ke kota-kota besar yang berurusan dengan urbanisasi yang cepat. 

33 kota yang dipilih termasuk Semarang, Melbourne, New York City, San Francisco, Los Angeles, New Orleans, Ramalah, Rotterdam, Roma, Rio de Jainero, Mexico City dan Dakar

Kota-kota ini telah menerapkan program inovatif dan menunjukkan hasil yang positif untuk ketahanan. Sebagai contoh, kota Semarang telah mampu untuk menangani bencana rob atau meluapnya air laut karena pasang dan perubahan iklim. Demikian pula, New York City telah belajar pelajaran berharga dari Badai Sandy dan mengembangkan program untuk melindungi penghuninya dari banjir pesisir dan kenaikan permukaan laut yang dapat menyebabkan model yang dapat ditiru untuk kota-kota pesisir lainnya.

Program inovatif Ketahanan Perkotaan
untuk meningkatkan ketahanan dan pelajaran yang dipetik dalam pemulihan dari bencana dan bencana dari kota-kota terpilih harus diperkenalkan ke kota-kota lain untuk kemungkinan replikasi termasuk ke kota-kota di Indonesia. 

Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia harus bersiap untuk kemungkinan bencana atau gangguan dan harus mengembangkan sistem untuk pulih lebih kuat dari bencana atau gangguan. Semarang dipilih karena memiliki program inovatif untuk mengatasi banjir flush dan banjir pasang termasuk panen air hujan, perkebunan rumput vetiver, rehabilitasi mangrove dan sistem peringatan dini untuk banjir dan penyakit yang ditularkan vektor. 

Kota-kota lain di Indonesia harus belajar dari Semarang dan kota-kota terpilih lainnya dan memiliki sistem di tempat untuk memulihkan, bertahan atau bahkan berkembang di tengah gangguan.

Daftar Isi ;
  • The Rockefeller Foundation. (2020). 100 Resilient Cities - The Rockefeller Foundation. [online] Available at: https://www.rockefellerfoundation.org/100-resilient-cities/ [Accessed 26 Jun. 2018].
  • ‌Ikupi.org. (2015). IKUPI – Inisiatif Kota untuk Perubahan Iklim. [online] Available at: https://ikupi.org/ [Accessed 26 Jun. 2018].
  • dinustek | Dwi Febry (2017). Bappeda Kota Semarang. [online] Semarangkota.go.id. Available at: https://bappeda.semarangkota.go.id/ [Accessed 26 Jun. 2018].
  • Martin-Breen, P., & Anderies, J.M. (2011). Resilience: A Literature Review.
  • Uci.edu. (2022). C.S. Holling and Ecological Resilience: Ecological Resilience: UCI Regional Climate Resilience Project: ‘Deconstructing Resilience’. [online] Available at: https://canvas.eee.uci.edu/eportfolios/13884/Ecological_Resilience [Accessed 26 Jun. 2018].

Mengenal Tokoh dan Teori Abraham Maslow Dalam Presfektif Perkotaan

Abraham Maslow Dalam Presfektif perkotaan
Abraham Maslow Dalam Presfektif perkotaan

Siapa Abraham Maslow
Abraham Maslow adalah seorang tokoh yang memberikan pengaruh atas teori kepribadian. Ia juga berpengalaman dalam dunia praktis. ia memilih mengambil jurusan Psikologi di Universitas Wisconsin dengan dua pertimbangan yaitu ketertarikannya pada masalah kemanusian, dan ketidaksabarannya untuk segera mewujudkan sesuatu secara nyata. 

Tokoh tokoh yang memberikan inspirasi kepada abraham maslo adalah Thomas Jefferson, Whitehead, Henri Bergson, Abraham Lincoln, Thomas Jefferson,  Spinoa dan Plato. Prof. Harry Harlow adalah akademis yang membimbingnya selama di Universitas Winconsin. Setelah itu, ia pergi ke Universitas Columbia dan bertemu dengan Alferd North, disinilah ia kemudian memperlajari psikologi Freud.
Pembaca bisa menganalisis buku berjudul A Theory of Human MotivationBy A. H. Maslow  untuk mengetahui bagaimana pemikiran dari Abraham Maslow.
Pemikirannya tetang aktualisasi diri muncul ketika abraham maslow bertemu Ruth Bendict yaitu seorang antropolog. Dengan Psikologi berorientasi pada humanistiknya, Maslow berusaha membawa psikologi menuju fokus manusia yang terintegrasi secara penuh. Dimana manusia mempunyai potensi untuk mencapai tingkat yang paling tinggi posisi transendensinya. Manusia dikatakan mampu mencari batas kreativitasnya menuju apa yang disebut pencapaian tertinggi dari kesadaran dan kebijaksanaan. 

Teori Kebutuhan Manusia 
jika kita mendalami pola pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan, tidak bisa lepas dari teori motivasi yang menjadi landasannya. Konsep dasar Maslow memaparkan tujuah dasar untuk memahami manusia secara menyeluruh di antaranya adalah: 
  • Pertama, manusia merupakan individu yang terintegrasi penuh secara pribadi . 
  • Kedua, karakteristik kebutuhan muncul tidak bisa menggantikan kebutuhan tertentu lainnya. 
  • Ketiga, tujuan puncak dari kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupan. 
  • Keempat,  tentang kehidupan bawah sadar yang tidak diabaikan sebagai motivasi. 
  • Kelima, keinginan fundamental manusia adalah tidak jauh dari kehidupan sehari-harinya. 
  • Keenam, keinginan yang muncul dan disadari, seringkali merupakan pencetus dari tujuan lain yang tersembunyi. 
  • Ketujuh, motivasi adalah konstan dan tidak pernah berakhir.
Struktur Teori Maslow 
adalah struktur tingkatan yang menyeluruh dibangun yang berlandaskan hierarki kebutuhan manusia menurut maslow. Maslow membagi hierarki kebutuhan dalam lima tingkat dasar kebutuhan yaitu: 
  •  a. Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang paling dasar dari kebutuhan manusia, kebutuhan fisik ini bersifat biologis seperti oksigen, makanan, air dan lainnya. Hal ini didasari bahwa kebutuhan akan fisik ini tidak bisa digantikan oleh kebutuhan yang lain, ini adalah kebutuhan yang paling utama.
  • b. Kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan yang memiliki sifat fisiologis yang wajib terpenuhi untuk kebebasan dari rasa takut, walaupun kebutuhan ini masih bersifat fisiologis namun menjadi faktor utama pengembangan manusia supaya menjadi lebih baik. 
  • c. Kebutuhan kepemilikan adalah  kebutuhan akan kasih saya, memiliki dan memiliki nilai nilai fisik lahirian. Manusia akan cenderung mencari cinta orang lain supaya bisa dimengerti dan dipahami oleh orang lain. kebutuhan cinta tentu berbeda dengan kebutuhan akan sek, sehingga ini mendasari bahwa kebutuhan kepemilikan menjadi kebutuhan fisik.
  • d. Kebutuhan untuk dihargai adalah kebutuhan untuk bisa dihargai oleh sesama manusia di dalam bermasyarakat. Hal ini menyangkut harga diri di mata masyarakat tentang eksistensi apa yang sudah dilakukan.
  • e. Kebutuhan aktualisasi diri, adalah kebutuhan paling puncak dalam pencapaian manusia yaitu pencapaian aktualisasi diri, dimana perubahan persepsi, dan motivasi untuk selalu tumbuh dan berkembang. 
Konsep fundamental Teori Maslow
adalah karakteristik kebutuhan manusia dimotivasikan oleh sejumlah kebutuhan dasar yang memiliki sifat sama untuk semua manusia, hal ini dinilai karena sumber genetis dan naluriah. kebutuhan dasar harus terpenuhi terlebih dahulu karena akan berdampak pada hal hal yang bersifat lahirian dan naluri kemanusian.

Teori Abraham Maslo Dalam Problem Perkotaan
Dalam hal hal perkotaan, kita banyak menemukan sumber permasalahan perkotaan bermunculan karena tidak tercukupi kebutuhan dasar dari manusia diperkotaan. Bagaimana level kebutuhan yang tidak terpenuhi membuat kodrat manusia menjadi menyimpah hingga muncul hal hal seperti penyakit, situasi komplek, kekurangan intelektualitas, melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia diperkotaan.

Permukiman yang kumuh bisa mengakibatkan sebuah permasalahn bagi perkotaan, hal ini bisa dianalisis berdasarkan tingkatan kebutuhan maslo, atau apakah kebutuhan dari manusia dikawasan kumuh tersebut telah terpenuhi sehingga kebutuhan lainnya perlu dipersiapkan dalam konsep pembangunan infrastruktur fisik.

Kamis, 19 Juli 2018

Kajian Kampung Jembel di Indonesia




Tipe tipe kampung jembel
Istilah kampung jembel atau slum itu mencakup berbagai ragam perumahan buruk dan juga di pakai untuk memperincikan suatu lingkungan tertentu. Istilah slum dipergunakan juga untuk gedung usang di beberapa wilayah kota.

Kehidupan di perkampungan jembel ini tidak selalu menandakan kemerosotan , mungkin saja merupakan tahap pertama dalam peralihan dari kehidupan gelandangan menuju beruamah tangga atau pun sebagai tempat peralihan dari kehidupan gelandangan menuju rumah tangga atau beralih ke tempat yang lebih baik. Munculnya perkampungan ini karena tidak ada bangsa manapun yang mampu menyediakan perumahan yang wajar dengan harga yang terjangkau oleh kaum buruh rendah.

Pembuangan limbah dari perkampungan Jembel
Hal hal paling gawat mempengaruhi kesehatan para pemukim penduduk jembel adalah Pembuangan tinja manusia, yang sering di lepaskan dalam parit yang di gunakan bersma sama oleh puluhan keluarga atau dibiarkan membusuk di antara gubuk gubuk. Tidak tersedianya saranauntuk menyingkirkan tinja dari tempat pemukiman penduduk , senantiasa menimbulkan kemungkinan infeksi bagi orang yang sehat, oleh kotoran dari orang yang sakit dapat menjadi peyebaran penyakit.

Kepadatan berlebihan di Perkampungan jembel
Tidak ada kebebasan pribadi dalam perkampungan jembel, kepadatan di setiap pondok yang di tinggali oleh 1 keluarga saja bisa terdiri dari beberapa manusi.ketidak adanya kebebsan pribadi, memungkinkan ketularan penyakit dan kehancuran lingkungan sosial. Menarik nafas saja sukar.

Beberapa akibat Sampingan Sosial
Kita beranggapan bahwa dampak kehidupan di perkampungan jembel itu sama saja di mana aman, atau kita beranggapan bahwa pemukiman buruk itu sebagai penyebab tunggal dari kelainan sosial. Sekalipun perumahan buruk itu turut menyebabkan kejahatan kaum remaja, namun pengaruh tersebut dapat saja di kurangi dengan unsur unsur pelestarian, termasuk pengaruh dari orang tua, pergaulan, nilai nilai etika yang mengimbangi dan penertiban yang bersifat membangun di lingkunagn pemukiman dan sekolahan.

Rabu, 20 Juni 2018

Mencari Gagasan Logika Dalam Keilmuan Analogi


Rangkuman ini di buat berdasarkan materi buku Dasar Dasar Logika oleh Jacobus Ranjabar, BAB VIII berjudul Analogi, saya mendapatkan tugas untuk memberikan rangkuman mengunakan metode membaca, kemudian mencari gagasan utama dan kemudian memberikan point point terbaik dari bab tersebut. Kemudian memberikan contoh kasus dari materi bab tersebut.

Mencari Gagasan Logika Dalam Keilmuan Analogi


Berikut Gagasan utama yang bisa saya sadur dari buku tersebut.

Terdapat 5 point tentang Analogi yang bisa kita pelajari dari bab ini yaitu Makna Kata Analogi dan hubungannya dengan Filsafat Ilmu.

  1. Point penting tentang pengertian Analogi. Terdapat 2 makna dari analogi Analogi menurut bahasa Indonesia “KIAS”, bahasa Arab “GASA”= mengukur, membandingkan. 
  2. Macam macam Analogi. analogi induktif yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis, Makna lainnya analogi yang di susun berdasarkan persamaan prinsipal yang pada dua fenomena, kemudia ditraik kesimpulan dari fenomena tersebut. Analogi deklaratif atau analogi penjelas merupakan metode untuk menjelaskan sesuatu yang belum di kenal/samar.
  3. Cara cara menilai Analogi. Sebagai Berikut : 
    1. sedikit banyaknya peristiwa yang di analogikan, 
    2. sedikit banyaknya aspek aspek yang menjadi dasar analogi, 
    3. sifat analogi yang di buat, d. mempertimbangkan ada tidaknya unsur unsur. 
    4. Relevan dan tidaknya masalah yang di analogikan. Dari Ke lima aunsur tersebut harus relevan dan jauh lebih kuat daripada analogi yang berdasarkan pada lusinan persamaan yang tidak relevan.
  4. Kekeliruan dalam beranalogi (analogi yang pincang). Indikasinya yaitu karena membuat persamaan dalam membandingkannya yang tidak tepat dan tidak relevan. Sehingga tidak mudah untuk diterima atau memenuhi syarat.
  5. Argumen argumen berdasarkan Analogi. perbandingan dalammengambil keputusan yang mengakibatkan proses penalaran yang di ekspresikan dengan kata kata, dapat di katan argumen berdasarkan analogi.

Kesimpulan dari rangkuman ini 
yaitu semua tindakan yang mengakibatkan seseorang, grup atau komunitas bergerak dari satu pemikiran karena adanya argumen argumen baru yang mempengaruhi pola pikir dalam mengambil keputusan dapat di katakan mereka mengalami pola berpikir Analogi yang terstruktur.

Contoh dari kasus Analogi :
Seorang mahasiswa berjalan ke kampus kemudian dia ingin mencari ilmu di kelas, namun tidak di dapatkan mahasiswa lain dan professor yang mengajar. Sehingga dia tidak tahu harus kemana mencari ilmu baru tersebut. Dia berjalan dan bercakap-cakap dengan beberapa mahasiswa yang sedang duduk dan makan di kantin. Dia sedang menerima beberapa argumen analogi yang jelas mempengaruhi pola berpikir Analoginya. Dia akan ke kelas lain untuk mengikuti perkuliahan lain.

Namun di sepanjang jalan pria tersebut membaca sebuah petunjuk arah perpustakaan. Argumen baru muncul dari penglihatan visualnya yang kemudian di analogikan menjadi sebuah tindakan mencari sumber ilmu baru adalah di perpustakaan dengan membaca buku buku.

berikut adalah artikel berjudul Mencari Gagasan Logika Dalam Keilmuan Analogi

Senin, 11 Juni 2018

Critical Review : URBANISASI dan SUBURBANISASI

 


Tulisan ini berbentuk critical review dari paper berjudul Urbanisasi dan Suburbanisasi perkotan yang berjumlah 8 halaman. Makalah tersebut di tulis oleh 3 orang mahasiswi Prodi Manajemen Perkotaan untuk tugas kelompok 1 Sosiologi perkotaan, yang di presentasikan pada tanggal 29 september 2017.

Dalam makalah tersebut di bagi 4 bab yang menjelaskan berbagai macam permasalahan perkotaan akibat dari Urbanisasi dan efek suburbanisasi.

Pada bagian pertama pembahasan tentang Urbanisasi berlebih, tidak di jelaskan arti kata Urbanisasi berlebih dalam paragraph ini, susah untuk di pahami secara harfiah. Penulis makalah juga tidak dapat memberikan batasan batasan tentang makna urbanisasi berlebih. Banyak study tentang urbanisasi dan jurnal jurnal ilmiah yang sudah membahas mengenai cara menghitung atau formula yang bisa di adaptasikan oleh para peneliti untuk menghitung urbanisasi berlebih. Yaitu jurnal yang ditulis oleh Asep karsidi dan anotnius B wijanarto berjudul “Prediksi Pertumbuhan Urbanisasi menggunakan Model Regresi Logistik : studi Kasus di bogor, provinsi Jawa Barat , Indonesia”. Di dalam jurnal tersebut membahas topic prediksi pertumbuhan urbanisasi, sehingga urbanisasi berlebih bisa di prediksikan, berbeda pendapat dengan penulis makalah kelompok 1.

Pada bagian pertama juga di bahas 3 gejala sebuh kota tumbuh terlalu pesat. Pada point point tersebut tidak di jelaskan waktu atau moment bagaiman perkotaan tersebut tumbuh pesat, hanya di jabarkan ciri cirri penduduk kota yang miskin dan perkotaan menjadi tidak layak huni. Menurut Sujart (1989) factor perkembangan pesat sebuah kota adalah 3 faktor yaitu yang pertama adalah faktor manusia, kedua Faktor kegiatan manusia dan faktor pola pergerakan. Ketiga faktor tersebut menumbuhkan pesat masyarakat perkotaan, baik pertumbuhan urbanisasi berlebih tersebut.

Kesimpulan pada topic pertama ini adalah setiap pola pola pertumbuhan kota harusnya berdasarkan 3 faktor menurut Sujarto (1989) bukan faktor yang lain yang tidak relevan.

Pada topik kedua membahas Industrialisasi dan urban bias, menurut para penulis makalah : Kebijakan yang mengutamakan kota (urban Bias) akan memperlebar jurang pendapatan antara kota dan desa. Keadaan ini mendorong tetap berlangsungnya tingkat migrasi yang tinggi meskipun penganguran di kota meningkat terus. Di point ini penulis makalah sudah dengan gambling menjelaskan perkembangan industrialisasi terhadap kota kota. Bagaimana sebuah kota di tuntut untuk mengarahkan system permodalah dan keuangannya untuk di gelontorkan ke sector industry untuk menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya. Namun yang paling penting adalah krritikan tentang pola penyebaran dari lokasi industry tersebut tidak boleh di letakkan dalam satu system area, harus terbagi bagi dengan beberapa sector system sehingga industrialisasi tidak selalu mengakibatkan urbanisasi dan pengumpulan massa dalam satu tatanan perkotaan. Karena industrialisai termasuk teori yang di jabarkan oleh Sujarto (1989). Manusia dan kegiatan manusia mengakibatkan pola pergerakan ekonomi.

Menurut penulis industrialisasi merupakan satu satunya jalan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebsan, kemudian muncullah kebijakan memprioritastkan industrialisasi. Penulis makalah ini terlalu cenderung menilah hal hal yang bersifat negatif dari industrialisasi untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat perkotaan dan urbanisasi. Saya pernah menyaksikan segua film berjudul “Manufactured Landscape” ini adalah segua film documentari tentang bagaimana masyarakat china membangun negara mereka dengan industrialisasi. Republik rakyat china berrevolusi ekonomi mereka dengan proses industriasi ruang dan kehidupan perkotaan dan pedesaan. Masyrakat pedesaan yang memproduksi peralatan peralatan konsumsi masyarakat modern, kemudian masyarkat perkotaan yang menjualkan ke luar negeri, masyarkat perkotaan juga yang menyiapkan desain atau ide ide untuk produk industrialisasi. Kemudian pemerintah china mendorong hasil produksi industri di ekspor dengan berbagai kemudahan.

Sehingga kesimpulan untuk topik kedua ini, tidak preleva jika para penulis makalah tersebut menyebut industrialisasi megakibatkan perkotaan menjadi banyak pengagguran.

Topik ketiga dari makalah kelompok satu membahas tentang dari produksi massa ke konsumsi massa. Di sini di jabarkan bagaimana gaya hidup rumah tangga masyarakat perkotaan tidak sanggup menyediakan komoditas sendiri(produksi sendiri) berbera dengan masryakat pedesaan. Ketidak mampuan menciptakan kebutuhannya sendiri ini yang memancih massa untuk melakukan pergerakan.

Topik ke empat adalah urbanisasi dan suburbanisasi di indoneisa, dalam presentasi powerpoint yang disampaikan oleh kelompok satu, materi urbanisasi dan suburbanisasi nampak paling di kuasa dan paling dominan, sehingga materi yang lain tidak tersampaikan dengan baik. Mobilisasi penduduk menjadi kata yang paling dominan dipermasalahan urbanisasi dan suburbanisasi, bagaiaman kelompok satu menjelaskan bagaiaman membuaka lahan baru untuk tumbuhnya suburbanisasi namun tidak di sertai oleh efek di kemudian hari bahwa lahan yang di buka di tepi jalan akan deruba fungsi dari harga murah menjadi harga mahal, daya beli masyarakat pun akan deruba di daerah suburban yang di lewati jalur utama kendaraan. Potensi daerah simpul simpul kota yang saling mengikat tidak di jabarkan dan di orientasikan bagaimana cara menghadapai simpul simpul tersebut, apakah mendukung daerah suburbanisasi atau malah merugikan daerah kawasan baru.

Kesimpulan dari critical review dari saya adalah, penulis makalah seharusnya lebih mengkonsep topik topik menjadi satu judul yang lengkap mewakili dari empat topik bahasa. Contoh Urbanisasi dan suburbanisasi berlebih mendorong sistem indrustrialisasi dan peralihan massa di perkotaan. Perlu di perbanyak kutipan dari berbagai literatur yang menyampaikan teori urbanisasi, seperti teori urbanisasi di negara berkembang (Ever dan Korff ,2002), unsur utama dari sektor informal (mcgee dan yeung, 1978), teori perbedaan struktur masyarakat (Smelser,1963), konseptual urbanisasi berdasarkan aspek aspek (Nia K pontoh, 2008)

Critical Review : Dimensi Sosial , Spasial Kota

 


Critical review untuk materi makalah kelompok 5 yang berjudul Dimensi sosial spasial kota, materi ini tidak di presentasikan di hadapan penulis. Penulis berusaha mereview berdasarkan materi dari makalah yang dishare di grup email bersama anggota kuliah sosiologi perkotaan. Materi makalah itu di tulis oleh SYAMSUARDI, ADE GUNA SAPUTRA, sesama mahasiswa prodi manajemen perkotaan Universitas hasanuddin makassar

Paragraf pertama dari materi yang di paparkan adalah dimensi sosial spasial kota, di sini di jabarkan tentang konsep dasar sosiologi spasial, yang di tulis sebagai berikut , setiap manusia menepati ruang, kebutuhan akan ruang ini tergantung dari beberapa faktor antara lain ekonomi, sosial , pendidikan dan sebagainya. Di sini jelas di jabar kan bahwa masyarakat membutuhkan ruang untuk hubungan sosialnya. Beberapa rujukan juga di tulis di paragraf ini , seperti menurut Schulz.1985 dan marti nuswantoro (2004;5). Di mana sistem spasil dapat di gambarkan saling keterkaitan antara man, space dan time. Kemudian di jelaskan juga tentang paragraf perubahan sosial dan ekonomi berdasarkan disparitas geografis di seluruh dunia.Penjelasan tentang 3 keunggulan kota hingga dominasinya di jelaskan dengan baik, namun kritik saya pada paragraf dan topik ini yaitu tidak di sediakannya perbandingan antar materi yang di jabar kan. Jika membahas kota atu pedesaan hingga materi perkembangan sosial alangkah baiknya di jabarkan contoh studi kawasan yang sudah aplikabel terhadap materi tersebut. Penjelasan teori lebih mudah di serap jika memiliki perbandingan yang jelas dan terstruktur.

Kemudian paragraf kedua, mengenai Akses Ke Ruang kota, di sini penulis makalah memberikan asupan materi tulisan yang terkesan mengambang karena hanya membahas kondisi kota secara garis besar, tanpa membahas akses ruang apa yang di maksud. Tidak jelas penjabaran mengenai akses ke ruang kota mengakibatkan tidak dapat di pahami bahwa tulisan ini tidak terstruktur secara rapi dan dapat di urutkan dari kalimat pertama hingga kesimpulan paragraf. Saya hanya menangkap materi penjebaran urbanisasi dalam penekanan ekspansi dan aggregasi. Perlu perambahan materi lebih luas dari daftar pus taka baru agar dapat di mengerti.

Paragraf ketiga penulis makalah memberikan judul “perubahan konsep kepemilikan tanah”. Materi ini sangat jelas menarik saya sebagai pembaca makalah. Saya berharap pada penjabaran baru mengenai konsep kepemilikan tanah terhadap kebutuhan ruang di perkotaan. Di paragraf ini hanya menjelaskan siapa saja temili tanah tapi tidak di jabarkan konsep apa kepemilikan tanah. Saya kurang mendapatkan visualisasi maksud dari konsep kepemilikan tanah terdapat ruang spasial perkotaan. Kemudian muncul topik algomerasi dan despritas wilayah, maksud pemakalah adalah menjelaskan konsep dasar sosiologi spasial , yaitu setiap mansa membutuhkan ruang berdasarkan ekonomi dan sosial pendidikan. Hal ini sama dengan penjelasan materi Dimensi Spasial sosial kota, sehingga tidak ada hal baru yang perlu d jabarkan di paragraf ini. Hal menarik terakhir dari makalah ini adalah penjelasan bab Sosiologi perkotaan, ini adalah paragraf terakhir dari makalah yang di tulis dari kelompok 5. Di sini di jelaskan ekspansi warga keturunan China di negara Malaysia yang datang berbarengan dengan kapitalisme modern, kemudian di jelaskan masyarakat pendatang tersebut menguasai semua sektor berbanding dengan masyarakat peribumi. Kemudian makalah tersebut menjelaskan bahwa ketidak-seimbangan sosial muncul karena masyarakat pendatang dari China menguasai daerah perkotaan, sedangkan pribumi pindah ke desa desa.

Kesimpulan Saya sebagai pereview makalah berjudul dimensi social spasial kota, mendapatkan sebuah kelimuan baru berjudul “KEBUDAYAAN URBANISASI” hal ini menjadi menarik karena pernulis menjelaskan ternyata ada sebuah kebudayaan urbanisasi, yaitu masyarakan desa yang memiliki nilai kekerabatan desa social culturenya di bawa ke kota kota dan mereka cenderung melestarikan karakter pedesaannya di mana rumah rumah di bangun rapat di atas tiang dan memelihara ayam di bawahnya. System social kebudayaan urbanisasi ini hampir mirip dengan istilah kebudayaan miskin, yang menjadi topic kelompok 4, atau materi dari saya.

Kamis, 07 Juni 2018

Mengenal Kawasan Industri Kariangau berdasarkan RTRW kota Balikpapan

Kota Balikpapan adalah sebuah kota di Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki perekonomian terbesar di seantero Kalimantan, dengan total PDRB mencapai Rp79,65 triliun pada tahun 2016. Kota Balikpapan merupakan kota terpadat ke dua setola kota Samarinda di kalimantan timur.

Kawasan Industri Kariangau seluas 2.721 Ha merupakan kawasan peruntukan industri yang merupakan sarana untuk mendorong kegiatan industri berbasis penggunaan SDA Terbarukan. Kegiatan Industri: Industri Agro, Industri Konstruksi, Industri Migas, Industri Perkayuan, Indstustri transportasi. Infrastruktur utama adalah jalan poros yang terletak di kilometro 13 dengan panjang 12 km terdiri dari 2 lajur Jalan yang terkoneksi oleh jalur tol samarinda balikpapan.

Kawasan Industri adalah suatu daerah yang di dominasi oleh aktivitas industri yang mempunyai fasilitas kombinassi terdiri dari peralatan peralatan pabrik (industrial plants), sarana penelitian dan laboratorium untuk pengebangan bangunan perkantoran, bank serta fasilitas sosialdan Fasilitas umum (Dirdjojuwono, 2004). Berbagai macam infrastruktur sudah di bangun dengan cara peralihan fungsi secara besar besaran demi target pengembangan axstrategis ber integrasi dalam kurun waktu 20 tahun sejak 2012.

Kawasan Industri Kariangau ini berada di teluk Balikpapan yang di huni oleh berbagai macam ekosistem darat, laut dan udara. Satwa yang di lindungi seperti bekantan, Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.1787) adalah jenis satwa yang temasuk kedalam ordo Primata, famili Cercophitecidae, dan sub-famili Colobinae (Jolly,1972). Jenis primata ini tergolong langka dan endemik Kalimantan, dengan habitat terbatas pada hutan bakau, hutan di sekitar sungai dan habitat rawagambut yang sebagian telah terdegradasi oleh berbagai aktivitas manusia.(Strategi dan rencana aksi konservasi Bekantan tahun 2013-2022.

Peta rencana kawasan strategis kota balikpapan (sumber RTRW kota)

peta rencana pola ruang kota Balikpapan (sumber RTRW kota)

peta rencana struktur ruang kota balikpapan (sumber RTRW kota)