![]() |
| foto bersama kolega |
Cari Blog Ini
Rabu, 29 Agustus 2018
Kuliah Tamu "Smart City" di Kampus Pasca UnHas Makassar
Sabtu, 04 Agustus 2018
Lorong Unik Berdinding Drum Bekas Aspal di Kota Balikpapan
![]() |
| lorong yang memberikan fasade baru pada kawasan |
begini, penulis berpikiran bahwa menggunakan material bekas dari drum aspal menjadi sebuah dinding masif yang membatasi sebuah gudang dengan pemukiman bisa di katakana pengolahan industri berkelanjutan.
Bagaimana ya arah berpikir kita agar sebuah material yang sulit untuk di recycle kembali, karena aspal dan besi memang bukan kombinasi yang mudah untuk dipisahkan, perlu effort yang besar untuk mengolah ke material dasarnya. menggunakan material material yang memerlukan biaya besar untuk mengembalikannya kembali ke material dasar, bisa kita gantikan atau alih fungsi dari material tersebut menjadi sesuatu yang berkelanjutan tentunya.
filosofi berkelanjutan tujuannya bukan mengembalikan material yang sudah diolah menjadi berbagai macam fungsi kemudian di kembalikan ke material dasar , namun filosofi fungsi dari material tersebut harus berkelanjutan menjadi sesuatu yang lain, tanpa harus merusak alam lingkungan, sosial dan ekonomi.
Kebetulan tesis saya adalah indeks keberlanjutan, jadi saya paham benar mengenai arti keberlanjutan. kemudian keberlanjutan kawasan bisa di ukur jika alih fungsi material material yang tidak di reuse recycle tersebut terhadap lingkungan dan sosial? bisa tentu saja jika kawasan tersebut besar dan menyedot perhatian publik, maka perlu sebuah penelitian baru untuk merumuskan indeks keberlanjutan kawasan yang menggunakan material bekas.
okelah kita tutup artikel ini dengan menyebutkan kawasan yang baru saja saya lewati tersebut merupakan kecerdasan keberlanjutan kawasan, karena memfungsikan material ke fungsi lain yang lebih bermanfaat.
Jumat, 03 Agustus 2018
Slogan "Dari produksi massa ke konsumsi massa" Apakah Sudah Sesuai Dengan Perkotaan Indonesia
Urbanisasi juga memberikan perubahan terhadap kebutuhan konsumen dan gaya hidup rumah tangga. Rumah tangga pedesaan dapat menutupi sejumlah komoditas oleh produksi in-house (produksi sendiri), sedangkan rumah tangga perkotaan cenderung membeli produk dan jasa. Sejalan dengan urbanisasi, pembangunan ekonomi pada dasarnya mempengaruhi prilaku konsumen. Dalam hukum ekonomi klasik, besarnya penawaran senantiasa akan menyesuaikan pada besarnya permintaan.
Akan tetapi, pemanfaatan teknologi pada proses produksi mengakibatkan volume pengeluaran melebihi apa yang secara real menjadi permintaan masyarakat. Tantangan bagi para produsen kemudian adalah bagaimana produk-produk yang telah dibuat bisa habis dikonsumsi. Ini menghasilkan pembalikan hukum penawaran dan permintaan. Proses pemasaran barang-barang industri tidak lagi didasarkan pada besarnya volume permintaan, melainkan melalui metode tertentu diupayakan agar besarnya volume permintaan bisa sesuai dengan jumlah produk yang telah dibuat.
Salah satu metode yang ditempuh adalah melalui promosi dan iklan. Kekuatan promosi atau iklan bukan hanya sanggup membuat kebutuhan yang terpendam muncul ke permukaan melainkan, lebih dari itu ia dapat menciptakan kebutuhan semu yang dipaksakan dari luar dan tak ada hubungannnya dengan kebutuhan real seseorang.
Ada dua hal utama yang terlibat dalam proses tersebut : konsumsi dan produksi. Hubungan antara produsen dan konsumen di dalam industri modern : barang tidak diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, melainkan kebutuhan (semu) diciptakan agar barang bisa habis dikonsumsi. Ketidakmampuan masyarakat untuk membedakan kebutuhan real dari godaan kebutuhan semu yang ditawarkan oleh budaya industri, melahirkan banyak implikasi sosial dan kultural yang sangat kompleks. Dalam prakteknya di Indonesia, perilaku masyarakat ternyata menrefleksikan suatu bentuk dari ketakjuban masyarakat kita pada segala hal yang berasal dari luar negeri (Sudjoko,1977).
Artikel Terpopuler
- Mengenal Kawasan Industri Kariangau berdasarkan RTRW kota Balikpapan
- Kota Humanis sebagai wujud pendekatan fisik dalam perancangan kota efisien
- Perbedaan Antara Permukiman Kumuh dan Permukiman Liar
- Sistem Jalan Berbayar Elektronik di London
- Kenali Istilah "Massa Apung" di Dalam Lingkungan Masyarakat dan Involusi Perkotaan


