Cari Blog Ini

Rabu, 29 Juni 2022

Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut

Ketinggian Dari Permukaan Laut
Ketinggian Dari Permukaan Laut Pada Statisun Kereta Api Malang

Ketinggian Dari Permukaan Laut biasanya dijadikan patokan untuk mengetahui elevasi sebuah perkotaan, dimana tinggi permukaan laut bisa menjadi rujukan bagi suatu pengembangan daerah untuk menghindari banjir, air rob dan perubahan iklim.

    Ketinggian di atas permukaan laut rata-rata (AMSL) adalah elevasi (di darat) atau ketinggian (di udara) suatu objek, relatif terhadap datum permukaan laut rata-rata. Permukaan bumi biasanya menggunakan level ketinggian permukaan laut untuk mengetahui kondisi elevasinya. Kita sering melihat ketinggian permukaan laut pada stasiun stasiun di Indonesia.
    Altimeter adalah alat yang mengukur ketinggian, jarak suatu titik di atas permukaan laut . Altimeter berupa instrumen navigasi penting untuk pilot pesawat dan pesawat ruang angkasa yang memantau ketinggian mereka di atas permukaan bumi. Elevasi adalah ketinggian suatu titik di atas (atau di bawah) permukaan laut.

Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut

    Sea Level atau lebih sering disebut permukaan laut rata-rata adalah ketinggian rata-rata permukaan laut. Saat pasang naik dan turun, pengamatan ketinggian laut setiap jam di pantai terbuka dilakukan selama periode 19 tahun.Permukaan laut bervariasi di seluruh dunia . Kebanyakan orang terkejut mengetahui bahwa, sama seperti permukaan bumi yang tidak datar, permukaan laut yang tidak datar, dan bahwa permukaan laut berubah dengan kecepatan yang berbeda di seluruh dunia

Berapakah ketinggian suatu daerah di atas permukaan laut?
    Daerah sering dianggap "daerah tertinggi" jika memiliki ketinggian dari permukaan laut hingga mencapai setidaknya 2.400 meter (8.000 kaki) ke arah atmosfer. Titik ketinggian paling tinggi di Bumi adalah Gunung Everest, di pegunungan Himalaya di perbatasan Nepal dan wilayah Cina Tibet.

Bagaimana cara mengukur ketinggian suatu kota?
    Ketinggian adalah jarak di atas permukaan laut. Ketinggian sebuah kota biasanya diukur dalam satuan meter atau satuan kaki. Ketinggian kota ini ditampilkan di peta dengan garis kontur, yang menghubungkan beberapa titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama, kemudian dengan angka yang memberikan elevasi yang tepat dari titik-titik tertentu di permukaan bumi. 

    Beberapa kota di Indonesia yang memiliki ketinggian kawasannya dari permukaan laut adalah Baturaden, Wonosobo dijawa tengah kemudian di jawa timur ada kota Batu Malang, disumatera ada Padang Panjang dan Gayo Luwes. Rata rata ketinggian dari permukaan laut kota kota tersebut adalah 500 hingga 1000mdpl

Apa yang dianggap sebagai permukaan laut?
    Permukaan laut mengacu pada elevasi antar muka laut/darat yang disebut garis pantai. Tanah yang berada di atas elevasi ini lebih tinggi dari permukaan laut dan lebih rendah di bawah permukaan laut.

Bisakah sebuah kota berada di bawah permukaan laut?
    Beberapa kota yang terletak di iklim dengan suhu tinggi biasanya berada dibawah permukaan laut. Banyak tempat berpenduduk baik di dunia berada di bawah permukaan laut . Sekitar sepertiga wilayah Belanda termasuk Bandara Schiphol berada di bawah permukaan laut. Begitu juga Sungai Yordan dan bagian dari banyak kota pesisir termasuk New Orleans dan Bangkok, Thailand, beberapa titik di kota Semarang, kudus.

Bagaimana surveyor menentukan ketinggian di atas permukaan laut?
    Ketinggian dihitung dengan mengurangkan pembacaan batang pandangan ke depan dari ketinggian instrumen . Pandangan ke depan adalah pembacaan ketinggian dari titik ketinggian yang tidak diketahui. Batang dapat dipindahkan ke titik lain seperti yang ditunjukkan pada Gambar 13, dan perhitungan serupa akan menentukan ketinggian titik-titik ini.

Negara mana yang akan tenggelam lebih dulu?
    Ancaman utamanya pada kenaikan permukaan laut adalah kawasan kawasan yang dihuni atau perkotaan yang memiliki kepadatan ditepi air. Dengan ketinggian hanya tiga meter saja seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya, maka ketika air laut naik dengan kecepatan 1,2 sentimeter per tahun (empat kali lebih cepat dari rata-rata global), maka kota kota ini akan rentan tenggelam di masa depan. 


Negara yang sudah mengalami proses tenggelam adalah Negara Kepulauan Kiribati yang paling berpotensi menghilang karena naiknya permukaan laut di tahun-tahun mendatang.

Berikut adalah artikel berjudul Pengertian Dan Cara Mengukur Ketinggian Dari Permukaan Laut.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global diIndonesia
Perubahan iklim sudah terjadi sejak periode pra industri dan terus meningkat dari beberapa abad kemudian, tingkat suhu udara dan perubahan iklim berakibat bermacam macam bencana alam yang terus terjadi selama kurun waktu tersebut.
Indonesia merupakan negara yang memiliki perairan yang luas dan bentangan tepi air yang panjang, perubahan iklim tentu saja akan berdampak besar pada perairan perkotaan di Indonesia. Indonesia juga berada di iklim tropis, hal ini juga perlu diperhatikan bahwa temperatur dan perubahan iklim pasti akan meningkat tinggi.

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global adalah naiknya suhu di seluruh bumi. Beberapa contoh pemanasan global antara lain: 
  • Penurunan luas salju dan es.
  • suhu permukaan rata -rata Bumi adalah 1,17 derajat Celcius
  • Pemanasan Bumi terjadi di lintang utara yang tinggi.
  • Cuaca ekstrem , seperti badai yang semakin merusak, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, terkait dengan perubahan iklim. 
  • permukaan laut meningkat di seluruh dunia meningkat
  • Peningkatan suhu tidak seragam
  • Berkurangnya es laut dan mencairnya gletser menyebabkan erosi es yang merusak . 
  • Total curah salju, kedalaman salju, dan jumlah daratan yang tertutup salju setiap tahun juga menurun akibat perubahan iklim.
Ini adalah efek pemanasan global saat ini atau yang diharapkan yang diamati atau diprediksi oleh beberapa ahli dengan kepastian yang masuk akal. 

Contoh Perubahan Iklim dan Pemanasan Global di Masa Depan 
Berdasarkan penilaian dan kajian para ahli berdasarkan aktivitas perubahan iklim yang terjadi saat ini dan masa lalu, maka dampak spesifik dari perubahan iklim bisa diprediksi dimasa depan, jika suhu udara tidak turun. berikut beberapa contoh perubahan iklim dan pemanasan global di masa depan; 
  • Kajian Model perubahan iklim diperkirankan akan mencairkan di Kutub Utara yang hampir selesai pada September 2037. Prediksi lainnya bahwa suhu rata-rata bumi bisa naik sebanyak 4 derajat Celcius selama abad ke-21. 
  • Musim dingin diwilayah yang berada dizona kutub utara dan selatan akan menyerupai musim dingin di iklim cuaca hangat. 
  • Permukaan laut akan naik sehingga akan berdampak pada perkotaan tepi air perkotaan, selain itu abrasi dan beberapa bencana banjir yang akibat rob. Lokasi kota kota Indonesia yang berada di tepi air seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta berpeluang menjadi kota yang paling berdampak parah. 
  • Penurunan produksi pangan secara global, ini dianalisis kurang mampunya menanam makanan pangan dan menghasilkan sesuatu. Hal ini dinilai juga karena faktur randomnya cuaca hujan dan panas yang bakal merusak proses penanaman pangan.
  • Pengurangan tangkapan makanan laut sebanyak 40 persen pada tahun 2050, hal ini dikarenakan para nelayan kesulitan untuk berlayar karena para nelayan tidak mampu lagi memprediksi cuaca dan iklim diperairan.
  • Pengurangan keanekaragaman spesies akan merusak rantai makanan yang ada dan mengakibatkan hilangnya kehidupan tanaman.
  • Polusi udara dan temperatur naik akan menyebabkan kematian yang meluas dimana akan mengakibatkan negara-negara termiskin.
Antisipasi dari prediksi iklim dimasa depan ini agar kita aware dan memiliki perhatian bahwa bumi tempat kita tinggal akan mengalami penurunan kelayakan huninya, sehingga tindakan tindakan yang perlu kita pikirkan dan terapkan adalah untuk membuat penuruan itu melambat.

Daftar Pustaka ;
  1. Ipcc.ch. (2019). Climate change widespread, rapid, and intensifying – IPCC — IPCC. [online] Available at: https://www.ipcc.ch/2021/08/09/ar6-wg1-20210809-pr/ [Accessed 28 Jun. 2022].
  2. World Wildlife Fund. (2022). Effects of Climate Change | Threats | WWF. [online] Available at: https://www.worldwildlife.org/threats/effects-of-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌

Selasa, 28 Juni 2022

5 Penyebab Perubahan Iklim dan Gas Rumah Kaca

Penyebab Perubahan Iklim
Penyebab Perubahan Iklim

Indonesia masih menggunakan pembakaran bahan bakar fosil pada kendaran, kemudian penebangan hutan dan peternakan semakin mempengaruhi iklim dan suhu bumi. Hal ini yang mengakibatkan gas rumah kaca yang dialami di atmosfer dan berakibat penaikan suhu dan perubahan iklim. 
Pemanasan global pada periode 2011-2020 adalah dekade terpanas yang pernah tercatat, kondisi suhu rata-rata global mencapai 1,1°C di atas tingkat pra-industri pada tahun 2019. Hal ini menyebabkan pemanasan global yang disebabkan manusia saat ini meningkat dengan kecepatan 0,2°C per dekade. 

Peningkatan suhu udara menjadi 2°C jika kita dibandingkan terhadap suhu pada periode pra-industri dikaitkan dengan dampak negatif yang serius terhadap lingkungan alam dan kesehatan serta kesejahteraan manusia, terdapatnya risiko yang tinggi terhadap bahaya dan bencana di lingkungan global yang bisa saja terjadi. 

Komunitas internasional berusaha untuk mengurangi dan menjada temperature udara dibawah 2°C dan mengupayakan upaya untuk membatasinya hingga 1,5°C. Indonesia yang belum mengikuti kondisi perubahan iklim ini diharapkan bisa memiliki kesadaran dalam pengambilan keputusan dalam bidang perkotaan dan pertanian.

Gas-gas rumah kaca 
Efek rumah kaca adalah  pengambaran kondisi bumi yang memiliki efek seperti rumah kaca, maksudnya adalah dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi sehingga gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) mampu menahan panas matahari yang mana mengakibatkan panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi

Penggerak utama perubahan iklim adalah efek rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi bertindak seperti kaca di rumah kaca, menjebak panas matahari dan menghentikannya agar tidak bocor kembali ke luar angkasa dan menyebabkan pemanasan global. Teknologi penggunaan kaca yang ramah iklim sudah banyak tersebar di dunia industri namun ini tidak semata mata bisa menurunkan suhu udara karena eksisting bangunan masih menggunakan kaca kaca.

Penyebab alami Perubahan Iklim
Selain faktor akibat aktivitas manusia,  gas rumah kaca juga bisa terjadi secara alami, khususnya: peningkatan karbon dioksida (CO 2 ),dinitrogen oksida, metana, gas berfluorinasi. Aktivitas manusia dinilai menjadi penyumbang terbesar pemanasan global dari tingkat CO2. Pada tahun 2020, konsentrasinya di atmosfer telah meningkat menjadi 48% di atas tingkat pra-industri (sebelum 1750). 

5 Penyebab Perubahan Iklim

Penyebab alami, seperti perubahan radiasi matahari atau aktivitas gunung berapi diperkirakan berkontribusi kurang dari plus atau minus 0,1°C terhadap pemanasan total antara tahun 1890 dan 2010. 

5 Penyebab Perubahan Iklim Akibat aktivitas Manusia;
  1. Aktivitas penggunaan batu bara, minyak dan gas menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida pada bidang industri, transportasi dan lainnya.
  2. Aktivitas penebangan hutan (deforestasi) terus menerus yang mengurangi alam untuk mengatur iklim, hutan dinyatakan mampu menyerap CO2 dari atmosfer. . 
  3. Aktivitas peternakan sapi dan domba teryata dianggap sebagai penyebab perubahan iklim, karena  menghasilkan metana dalam jumlah besar ketika mereka mencerna makanan mereka. 
  4. Aktivitas pengunaan pupuk yang mengandung nitrogen yang mampu menghasilkan emisi oksida nitrat. 
  5. Aktivitas pengunaan Gas fluorinated yang dipancarkan dari peralatan dan produk yang menggunakan gas ini. Emisi tersebut memiliki efek pemanasan yang sangat kuat, hingga 23.000 kali lebih besar dari CO2.
Melawan perubahan iklim Sebagaisetiap ton CO 2 yang dipancarkan berkontribusi terhadap pemanasan global, semua pengurangan emisi berkontribusi memperlambatnya. Untuk menghentikan pemanasan global sepenuhnya, emisi CO 2 harus mencapai nol bersih di seluruh dunia. Selain itu, pengurangan emisi gas rumah kaca lainnya, seperti metana, juga dapat memiliki efek yang kuat dalam memperlambat pemanasan global – terutama dalam jangka pendek.

Daftar Isi;
  • Climate Action. (2020). Causes of climate change. [online] Available at: https://ec.europa.eu/clima/climate-change/causes-climate-change_en [Accessed 28 Jun. 2022].
  • Nations, U. (2020). Causes and Effects of Climate Change | United Nations. [online] United Nations. Available at: https://www.un.org/en/climatechange/science/causes-effects-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].
  • US EPA. (2021). Causes of Climate Change | US EPA. [online] Available at: https://www.epa.gov/climatechange-science/causes-climate-change [Accessed 28 Jun. 2022].‌‌

Jumat, 17 Juni 2022

Seminar Internasional Pada Isu Perkotaan di Universitas DIponegoro.

 

Kajian perkotaan tidak pernah habis untuk dibahas dan ditelusuri lebih tajam kedalamnya, isu perkotaan cenderung terus menerus muncul dibarengi dengan aktivitas masyarakatnya, populasi, tingkat perekonomian dan isu kebencanaan alam yang terkadang sangat rentan di periode periode musim tertentu.
Pembahasan keberlanjutan masih menemui tanjakan terjal dari semua variabel yang sudah ada pada kawasan perkotaan ditepi air. Kota Semarang adalah salah satunya kota yang memiliki isu kebencanaan abrasi dan naiknya permukaan air laut pada bagian kawasan tepi airnya.
Kawasan tepi air telah dikaji oleh pemerintah daerah dengan rekanan dari berbagai konsultan perencana yang didaulat dan dinilai memiliki kapasitas untuk masalah banjir. Fenomena alam ini juga melanda kawasan pesisir di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan, bahkan hingga Tegal. Permasalahan pesisir ini tidak hanya dialami oleh Kota Semarang saja.
Diskusi pada seminar internasional ini merupakan salah satu wujud pencerahan bagaimana kalangan akademis juga perlu memberikan masukan mengenai isu isu nyata pada permasalahan perkotaan.

Formula E dan keberlanjutan kota Jakarta

  Kehadiran presiden Jokowi di lintasan sirkuit formula-e memberikan motivasi kepada pemerintah DKI Jakarta untuk menyukseskan event formula-e dengan segenap agenda-agendanya.

Sirkuit yang akan bernama Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) telah rampung 100% dan penyelenggaraan akan siap tepat pada waktunya. Kota DKI Jakarta akan terlibat menjadi salah satu kota yang menyelenggarakan Event formula yang dekat dengan ramah energi dan lingkungan.

Jika kita mengingat Kembali reaksi publik dan tokoh- tokoh mengenai event ini seperti desakan partai solidaritas Indonesia yang termuat dalam media CNN Indonesia PSI Respons Jokowi Tinjau Sirkuit Formula-e: Bukti Concern dari Pusat mengungkapkan bahwa balapan formula-e ini tidak tercantum dalam Rencana Jangka Menengah Daerah atau RJMD DKI Jakarta, yang memakan anggaran triliunan.

Dalam artikel "Melihat Kondisi Monas yang Batal Jadi Arena Formula-e" pemakaian Monas menjadi venue Formula-e memang menuai pro-kontra sejak awal mula diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 10 September 2019.

Penolakan datang dari berbagai pihak dengan pertimbangan utama: ada cagar budaya di kawasan Monas.

Sejarah Balapan Jalanan serba Listrik
Ide untuk seri balap jalanan serba listrik dimulai tidak lebih dari kumpulan catatan di atas serbet.

Dikutip dari Fiaformulae.com, artikel berjudul History of Formula-e bahwa konsep formula-e bermula pada malam 3 Maret 2011, Presiden FIA Jean Todt dan pengusaha Spanyol, Ketua Formula-e Alejandro Agag, bertemu di sebuah restoran Paris dan mengumpulkan pemikiran mereka hanya dalam beberapa kata tentang apa yang akan menjadi single internasional all-electric pertama di dunia.

Misi pendiri Formula-e adalah untuk mengadakan balapan yang melalui jalan-jalan di kota-kota paling ikonik di dunia, dengan grid yang penuh dengan pembalap dan tim terbaik di sekitarnya untuk menunjukkan kemampuan mobilitas berkelanjutan dengan mengemudikan kendaraan listrik dalam perlombaan untuk masa depan yang lebih baik dan lebih bersih.

Sejak memulai debutnya di lapangan Olympic Park di Beijing pada tahun 2014, Formula-e telah berkembang menjadi merek hiburan global dengan motorsport sebagai jantungnya.

Kalender perdana membawa Formula-e ke empat belas negara dan berlomba di jantung kota-kota besar di seluruh dunia termasuk London, Miami, Beijing, dan Berlin.

Dikutip dari EnelX.com dalam artikel berjudul Formula-e vs Formula 1: what are the differences? Perbedaan utama antara Formula-e vs Formula 1 yaitu Formula-e adalah seri balap semuanya menggunakan listrik sementara Formula 1 menampilkan pembalap hibrida dengan mesin pembakaran internal yang ditenagai oleh bahan bakar fosil.

Formula 1 memiliki musim perdananya pada tahun 1950, sedangkan Formula-e memulai debutnya pada tahun 2014.

Konsep Formula-e Dalam Keberlanjutan Perkotaan

Dengan mempertemukan 11 produsen terbesar dunia di jalanan kota, Formula-e mempromosikan adopsi mobilitas berkelanjutan di pusat kota dalam upaya memerangi polusi udara dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Sirkuit yang digunakan untuk perlombaan ini adalah sirkuit jalanan, wajar saja jika pada awalnya DKI Jakarta merujuk pada kawasan monumental dan ikonik di yaitu Kawasan tugu Monas.

Pengecualian ePrix Kota Meksiko, yang digelar didalam sirkuit permanen Autódromo Hermanos Rodríguez, dan uniknya Berlin ePri menggunakan Bandara Berlin Tempelhof sebagai sirkuitnya.

Sirkuit-sirkuit panjangnya bervariasi dari 2 ke 3 Km, contohnya Sirkuit Jalan Raya Long Beach dan Circuit de Monaco.

ePrix biasanya memiliki jarak tempuh balapan dari 80s sampai 90 Km.

Konsep Manajemen karbon diterapkan Sejak musim perdananya, Formula-e telah bekerja dengan ahli jejak karbon Quantis untuk melakukan penilaian siklus hidup, yang digunakan untuk memantau dan menghitung jejak karbon kejuaraan.

Penilaian siklus hidup adalah alat yang digunakan untuk menilai secara holistik dampak lingkungan, sosial dan ekonomi dari keseluruhan kejuaraan. Keseluruhan Emisi pada musim ke tujuh musim balap mereka yaitu 19.600 t CO2 -eq. versus 20.000 t CO2 -eq. Pada Musim Enam.

Konsep Pengelolaan sampah dan daur ulang Rata-rata di semua acara Formula-e, 52% limbah didaur ulang, yang meningkat menjadi 90% untuk balapan di Uni Eropa dan AS. Penjaga Daur Ulang Formula-e untuk mendorong dan mendidik tim, staf, dan penonton tentang cara memaksimalkan daur ulang.

Konsep Air dan plastik Penyelenggara menyediakan air gratis dan kantong yang dapat digunakan kembali kepada Penonton untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lokasi. Salah satu program aksinya yaitu lebih dari 32.000 liter air didistribusikan melalui Stasiun Hidrasi Allianz di e-Village sejak Musim Kelima, menghemat setara dengan lebih dari 300.000 botol plastik sekali pakai 330ml agar tidak diangkut ke acara dan dibuang setelah digunakan.

Melibatkan masyarakat local Setiap musim, Kami membawa kelompok masyarakat lokal dan sekolah untuk mengunjungi acara tersebut dan belajar langsung tentang kegembiraan kendaraan listrik, peran mereka dalam mobilitas masa depan yang berkelanjutan, dan dampak polusi udara dalam kota.

Kesetaraan Gender, Program ini bertujuan untuk meningkatkan persentase wanita dalam olahraga motor dengan mengundang wanita muda dari usia 8 hingga 18 tahun untuk menemukan, secara gratis, berbagai aspek olahraga motor dan industrinya, melalui serangkaian kegiatan dan lokakarya. n mempromosikan kesetaraan gender dengan cara yang inovatif, menarik, dan positif.

Konsep FIA dalam Smart City, Selama beberapa musim, Forum Kota Cerdas FIA menyatukan para ahli dari berbagai bidang mobilitas berkelanjutan untuk menunjukkan bagaimana kota dapat tumbuh dengan cara yang lebih berkelanjutan dan inklusif, memanfaatkan teknologi inovatif sebaik mungkin dan menyerukan pembuatan kebijakan yang efektif.

Melalui kemitraan dengan UNICEF, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa, event formula-e mencoba untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, lebih inklusif, dan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang, serta menyediakan alat bagi anak-anak untuk mencapai potensi penuh mereka.

Agenda agenda diatas dinilai mampu mengangkat kota DKI Jakarta dalam percaturan internasional sebagai kota yang peduli dan memahami isu-isu strategis yang disematkan dalam event formula-e selain perlombaan balapnya.

Manfaat Formula-e Bagi stakeholder kota DKI Jakarta?

Data jumlah pariwisata Kota DKI Jakarta 5 tahun terakhir berdasarkan jumlah pengunjung dari luar negeri merujuk pada data Badan pusat statistik Kota DKI Jakarta pada 2015 sebanyak 2,3juta, kemudian 2016 sebanyak 2,5 juta, pada tahun 2017 sebanyak 2,8 juta tahun 2018 sebanyak 2.8juta jiwa, kemudian menurun pada 2019 sebanyak 2,4 juta dan sisa 435 ribu pada tahun 2020. Rata-rata pengunjung Kota DKI Jakarta dari luar negeri tiap tahunnya sebanyak 2,5 juta. Potensi meningkatnya jumlah Wisatawan asing ke DKI Jakarta bertambah sangatlah besar.

Data Badan pusat statistik Kota DKI Jakarta mengenai lokasi objek wisata unggulan di DKI Jakarta, kawasan Taman Impian Jaya Ancol adalah kawasan yang paling tinggi yaitu 17juta pengunjung setiap tahun, demikian pemindahan lokasi sirkuit dari Tugu Monas dinilai cukup beralasan walaupun PT Jakarta propertindo (Jakpro) harus membangun sirkuit baru, yang sebenarnya bukan lokasi ideal dari event ini yaitu jalan ikonik.

Apakah Formula-e Bisa Menaikkan Sektor Pariwisata?

Pertanyaan ini dijawab dengan gamblang pada artikel The Reality Behind Formula-e’s TV Descent and Recovery , Secara keseluruhan Formula-e menyatakan bahwa ada penonton kumulatif 316 juta musim lalu, naik 32% dari penghitungan musim sebelumnya (2019/20) 239 juta. Musim pertama Gen2 adalah 411m.

Apakah selesai dari formula-e ini, masalah utama Kota DKI Jakarta seperti banjir dan kemacetan bisa teratasi Atau hanya mimpi?

Setidaknya kita bisa mendapatkan surplus potensi pariwisata internasional dan Kota DKI Jakarta mencoba mewujudkan visi misinya yang dikutip dihalaman VISI JAKARTA SMART CITY, Mewujudkan Jakarta kota maju dengan layanan publik berbasis IT (smart city) yang menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga secara efektif.

Selasa, 10 Mei 2022

Ancaman Perlintasan Kereta Api dan Standar Keselamatan Baru


Beberapa hari ke depan akan menjelang akhir Bulan Ramadhan, aktivitas pergerakan masyarakat akan sangat tinggi di semua titik karena ritual mudik tahunan yang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Sudah amankan perlintasan kereta api kita?

Dikutip pada artikel kompas.com berjudul "Wanita Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta Api di Kemayoran , seorang wanita paruh baya tewas tertabrak kereta di sekitar Stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat, tepatnya pada hari Selasa (22/3/2022) insiden ini diperkirakan kelalaian korban yang lengah saat kereta melintas di sekitar Stasiun Kemayoran, korban berinisial SU (50) meninggal dunia di lokasi kejadian.

dikutip dari Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Mobil Brio Tertabrak Kereta Api Sancaka di Surabaya, 3 Orang Tewas", sebuah mobil brio merah tertabrak kereta api Sancaka di Jalan Pangesaan kecamatan jambangan kota Surabaya jawa timur, mengakibatkan kematian dari penumpang mobil brio tersebut 3 orang. Mobil terseret hingga 700 meter, kelalaian pengendara kembali menjadi penyebab utama insiden ini.

Kembali terjadi Insiden di perlintasan kereta api terjadi kembali. Kecelakaan kali ini melibatkan sebuah mobil dengan KRL Commuter Line di perlintasan Citayam-Depok, Rabu (20/4/2022). Menurut artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul "PT. KAI Bakal Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrakan dengan KRL di Depok".

Lagi lagi Kecelakaan KA vs Truk di Perlintasan Sebidang Sleman, Tak Ada Korban Jiwa Kecelakaan antara sebuah truk jungkit dan Kereta Api (KA) Lodaya jurusan Solo-Bandung terjadi di perlintasan 720 Gamping, Sleman, Selasa (26/4) malam. Kecelakaan ini mengakibatkan badan truk terseret beberapa meter dan berimbas pada sejumlah perjalanan KA

Pada bulan Januari-November 2021, Terdapat 53 Kecelakaan yang Melibatkan KA di Perlintasan Sebidang". Untuk mengatasi kelalaian sehingga mengakibatkan kecelakaan yang terus bertambah. Sepanjang tahun 2021 mulai Januari hingga awal Desember, PT. KAI Daop 1 Jakarta telah melaksanakan 50 kegiatan sosialisasi keselamatan perjalanan KA. Di antaranya 29 sosialisasi di pelintasan sebidang, dua kegiatan sosialisasi di sekolah dan 19 kegiatan kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di dekat jalur Kereta Api.

Menurut PT. KAI kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan, namun juga merugikan PT. KAI. Tidak jarang kasus kecelakaan menyebabkan kerusakan sarana maupun prasarana perkeretaapian.

PT. KAI mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta ketentuan yang ditetapkan PT. KAI. kondisi perlintasan kereta api dinilai rapuh, sebenarnya siapa yang wajib menyediakan perlintasan kereta api yang layak dan sesuai standar keselamatan.

Selain itu dilain kesempatan PT. KAI akan menuntut pengemudi mobil mempertanggungjawabkan tindakannya karena tidak mendahulukan perjalanan kereta api sehingga menyebabkan kerusakan sarana dan gangguan perjalanan.

 

 

 

 

Peraturan Mengenai Perlintasan Kereta Api

Kesadaran masyarakat dalam menaati Peraturan Undang-Undang, yang tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian. Pada pasal 124 menyatakan bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.

Hal ini juga ditegaskan pada Undang Undang nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan perlintasan sebidang antara jalur bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain.

Sementara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor : PM 36 Tahun 2011 Tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

Persinggungan adalah keberadaan bangunan lain dijalur kereta api, baik seluruhnya maupun sebagian yang tidak terpotong.

Dalam Undang undang ini juga disampaikan Jarak pandangan bebas hanya minimal 500 meter bagi masinis kereta api dan 150 meter bagi pengemudi kendaraan bermotor.

Pada pasal 6 poin 1 kereta api mendapatkan prioritas berlalu lintas, namun pada poin 2 perlintasan sebidang harus dilengkapi dengan rambu, marka dan alat pemberi isyarat lalu lintas serta petugas penjaga pintu perlintasan.

Data Kereta Api di Indonesia

Merujuk pada buku statistik bidang perkeretaapian tahun 2021 yang dipublikasikan oleh kementerian direktorat jenderal perkeretaapian Indonesia

Jumlah Stasiun Kereta Api Yang Melayani Naik/Turun Penumpang di Jawa dan Sumatera Per tahun 2015-2021 wilayah Jawa tahun 2021 sebanyak 463 , wilayah Sumatera 166.

Produksi Penumpang dan Barang Angkutan Kereta Api di Jawa Per tahun 2015 – 2019 jumlah penumpang pulau Jawa tahun 2020 sebanyak 195.195.836 jiwa dan pulau Sumatera 4.059.272 jiwa, menurun sejak covid 19 melanda dan turunnya larangan bepergian. Pada 2019 441.407.000 jiwa. Dan wilayah Sumatera hanya 12.079.286 jiwa.

Data panjang jalur rel kereta api dipulau Jawa dan pulau Sumatera pada tahun 2021 panjang jalur kereta api sebanyak 6.355.976 m, kemudian tahun 2019 sebanyak 6.221.698 m naik sekitar 2% dari tahun 2018 sepanjang 5.940.138m. data ini belum termasuk jalur kereta api di pulau Sulawesi yang pembangunannya baru terlihat di kabupaten bahru Sulawesi selatan. Kondisi kereta api dipulau Sulawesi masih belum terkoneksi dengan stasiun lain pada tahun 2019 saya pernah berkunjung.

Jenis rel tipe R54 memiliki jalur paling panjang di Indonesia yaitu 4.732.170 m, jenis rel tipe 54 adalah jenis rel yang memiliki penampang bantalan kayu 400m dan bantalan beton 250m yang lazim digunakan diindonesia.

Data Jumlah Kecelakaan Berdasarkan Jenis Kecelakaan Per Tahun 2015-2021

Dalam  buku statistik bidang perkeretaapian tahun 2021 juga dijabarkan dalam kurun waktu 5 tahun, hanya terjadi satu kali kecelakaan tabrakan kereta api dengan kereta api, kemudian insiden anjlok/derailment tahun 2020 telah terjadi 17 kali, jumlah ini rutin terjadi dengan rata-rata 14 insiden dalam 5 tahun terakhir. Kemudian kereta terguling hanya terjadi 1 kali dalam lima tahun terakhir pada tahun 2018.

Penyebab kecelakaan dalam kurun waktu tersebut karena sarana dan prasaran yang menjadi penyebab paling tinggi ketimbang human error, faktor alam dan faktor eksternal.

Tahun paling banyak memakan korban dalam 5 tahun terakhir ada pada tahun 2016 dan 2017. Angka kematian 43 berbanding 87 luka berat 41 berbanding 79 dan luka ringan 13 berbanding 86.

Bagaimana Perlintasan Sebidang di Pulau Jawa dan Sumatera

Kita tahu benar jika kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan yang lain karena kelalaian pengguna jalan, beberapa karena tidak adanya penjagaan pada perlintasan.

Perlintasan sebidang di Pulau Jawa pada tahun 2020 terdapat 1.122 resmi dijaga, 1.860 resmi tidak dijaga dan 1.180 liar, kemudian pulau Sumatera pada tahun 2020 terdapat 164 resmi dijaga, 102 resmi tidak dijaga dan 682 berstatus liar.

Data diatas dapat kita simpulkan bahwa 65% perlintasan sebidang tidak dijaga secara resmi oleh PT. kereta api Indonesia.

Berdasarkan perbandingan dari hal ini, penetapan perbaikan perlintasan sebidang kereta api hendaknya menjadi kewajiban PT. KAI dan pemerintah daerah untuk bersinergi. Perawatan terus menerus, akan sangat baik jika dilakukan berkelanjutan.

Janganlah kita tidak meningkatkan kewaspadaan dengan mengabaikan sistem peringatan, dampak sosialisasi dan terkesan arogan bahwa kereta api prioritas utama sehingga masyarakat pengguna persimpangan harus menunggu dan rentan untuk tertabrak.

. “Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita” Moch Hatta.

Senin, 09 Mei 2022

Mudik, Kemacetan dan Kemampuan Jalan Raya Kita

Kendaraan di Indonesia sering dituding sebagai biang macet, Pada tahun 2020 Jumlah kendaraan di Indonesia dengan total 136.137.451 kendaraan, dengan rincian 15.juta mobil penumpang, 200ribu mobil bis, 5 juta mobil barang dan 115juta sepeda motor dikutip dari data badan pusat statistik berjudul “perkembangan jumlah kendaraan bermotor menurun jenis 2018-2020.

Mudik
 
Jika kita mengulit lebih dalam makna “Mudik” yang melekat dengan budaya yang ada di Indonesia,  mereka yang tinggal di kota akan memanfaatkan momen untuk pulang kampung bertemu sanak keluarga pada Hari Raya Idul Fitri.
 
Beberapa asumsi mengatakan bahwa mudik bermula dari sejarah Majapahit yang memiliki kekuasaan yang luas hingga Sri Lanka dan Semenanjung Malaya. Sang raja menempatkan pejabat di berbagai daerah untuk menjaga wilayah kekuasaannya. Suatu waktu, pejabat-pejabat itu pulang ke kampung halamannya untuk menghadap Raja.
 
Asumsi lain pada masa Mataram Islam, pejabat yang ditempatkan didaerah kekuasaannya akan secara khusus pulang ketika Idul Fitri datang.
 
Mudik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), memiliki arti “ke udik” serta “pulang ke kampung halaman”.
 
Bahasa Jawa Ngoko,  “Mulih Disik” yang artinya pulang dulu, kemudian orang Betawi menggunakan kata “Kembali ke Udik” yang memiliki arti kampung.
 
Kepemilikan Kendaraan di Pulau Jawa
 
Provinsi Jawa Barat memiliki total jumlah kendaraan sebanyak 17.157.839, kemudian Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah kendaraan bermotor total sebanyak 18.811.820, untuk total jumlah kendaraan di DI Yogyakarta sebanyak 3.024.065, kendaraan di Jawa Timur dengan total sebanyak 22.861.292, dan total jumlah kendaraan di DKI Jakarta sebanyak 21.034.054. Data diambil dari Badan Pusat Statistik yang berjudul Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Provinsi dan Jenis Kendaraan (unit), 2021.
Total kendaraan yang berada dipulau Jawa adalah 82.889.070, bagaimana jika 50% dari jumlah kendaraan tersebut melakukan pergerakan pada saat mudik lebaran tahun ini. Apakah 41 juta kendaraan tersebut terlayani dengan jumlah jalan raya yang ada?.
 
Jumlah Jalan Raya di Pulau Jawa?
 
Dikutip dari publikasi data.pu.go.id berjudul “kondisi Permukaan Jalan Kabupaten/kota tahun 2020, total panjang jalan di Provinsi Jawa Barat sepanjang 18.622 Km, kemudian untuk Provinsi Jawa Timur  memiliki panjang 36.909 Km, Jawa Tengah sepanjang 26.653 Km, DKI Jakarta memiliki 6652km dan DI Yogyakarta 3361km.

Total jalan raya dipulau Jawa adalah 92.197 Km. Luas wilayah Pulau Jawa berjumlah 129.442.02km2 atau 6,74 dari total seluruh Indonesia.
 
Jika dihitung berdasarkan Rasio panjang jalan dengan jumlah kendaraan diperoleh dengan membagi jumlah kendaraan (unit) dengan panjang jalan (Km). Nilai ini berarti 1 Km jalan di wilayah tersebut berbanding dengan akses untuk melayani sejumlah kendaraan. Kendaraan yang diperhitungkan di sini terdiri dari mobil penumpang, bus, truk dan sepeda motor.

Perbandingan Jumlah kendaraan di Pulau Jawa 81 kendaraan tiap 1 kilometer.
 
Penyebab Macet
 
Faktor- faktor penyebab kemacetan secara literatur dapat berupa jam padat aktivitas yang bersamaan, keterbatasan jalan, volume kendaraan meningkat dan layanan transportasi umum yang tidak baik.
 
Penjabaran Jam padat aktivitas pada periode mudik ini adalah karena waktu mulai aktivitas mudik transportasi berjalan secara bersamaan dalam satu titik poros yaitu Jalan Nasional Pulau Jawa dan Jalan Tol Trans Jawa. Waktu aktivitas yang bersamaan ini tidak mudah untuk diatur dan diatasi karena volume kendaraan yang tinggi.
 
Kemudian faktor keterbatasan jalan, kita sangat paham rata-rata Jalan Provinsi di Jalur Pantura memiliki lebar 12 meter tiap jalurnya dan bisa digunakan untuk 2 kendaraan secara bersamaan. Namun jumlah jalur Jalan Nasional di Pulau Jawa masih didominasi oleh jalur lebar 6 meter yang hanya bisa dilalui 1 kendaraan per jalur.
 
Keterbatasan jalan ini juga dipengaruhi oleh tidak ada jalan alternatif yang lancar dan pada umumnya jalur alternatif tidak memiliki peluang untuk pengembangan pelebaran jalan.
 
Di saat mudik kendaraan juga meningkat pada pengguna kendaraan pribadi, hal ini sulit untuk dihindari karena durasi waktu mudik dan peluang untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di Pulau Jawa sangatlah menarik pemudik.
 
Terakhir adalah faktor layanan transportasi umum yang kurang baik, jika kita menilai dalam hal ketepatan waktu dan kelayakan kenyamanan perjalanan. Transportasi umum yang terbatas dan cenderung melakukan perhentian disembarang tempat sehingga ketepatan perjalanan menjadi tidak terprediksi.
 
Pembatasan Kepemilikan Kendaraan
 
Pemerintah Republik Indonesia (RI) berencana melakukan pembatasan usia kendaraan bermotor, termasuk mobil. Rencana itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
 
Menurut Pemerintah langkah itu sebagai solusi mengatasi kemacetan di perkotaan.
 
Undang-undang 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum, belum mengenal pembatasan usia kendaraan.
 
Di China pada tahun 2011 untuk mendapatkan lisensi pelat mobil sangatlah sukar, ditiap-tiap kota memiliki kuota yang berbeda beda berdasarkan biro lalulintas. Kuota ini berubah dari tiap-tiap bulannya.
 
Berbagai negara menerapkan peraturan pembatasan usia kendaraan yang berbeda beda, di Inggris kendaraan dibatasi hingga berusia 9 tahun untuk dapat lisensi, kemudian di Singapura kita ketahui punya peraturan ketat juga untuk usia kendaraan 10 tahunan.
 
Dikutip dari artikel di Newyork time, berjudul Why The Car In Japan Look Just Like New Di jepang pemilik kendaraan wajib melakukan inspeksi kendaraan tiga tahun sekali di bengkel-bengkel resmi dan pusat pengujian milik pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mengecek  dan memastikan bila semua komponen masih layak fungsi seperti rem hingga orientasi lampu depan. Biayanya tidaklah murah untuk kedua hal ini.
 
Di Malaysia kota-kota wajib menggunakan kendaraan dengan keadaan standar atau tidak ada perubahan dari spesifikasi pabrik, tidak ada peluang untuk modifikasi dalam penggunaan sehari hari. Kebijakan ini dinilai untuk mengatur pencemaran lingkungan.

Sebuah kegiatan mudik pastilah ditunggu oleh masyarakat dan upaya-upaya memperlancar pergerakan masyarakat ditunggu setiap tahunnya.

Menurut penulis upaya pembatasan kepemilikan kendaraan ditiap-tiap regional atau Kota madya dengan kuota yang dianalisis sesuai dengan variabel kelengkapan infrastruktur transportasi publik bisa mengurai kemacetan saat mudik di beberapa tahun ke depan. Mudik, Kemacetan dan Kemampuan Jalan Raya Kita